Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Pengenalan Lingkungan sekolah part 1


__ADS_3

Sesampainya di sekolah aku merasa sangat lelah sebab jarak antara rumah monster itu ke sekolah cukup jauh apalagi di lalui dengan berjalan kaki.


mau copot aku rasa kakiku ini tapi aku harus kuat aku adalah laki-laki tangguh. Meringisku dalam hati.


Aku memilh duduk di kantin. Aku binggung harus mulai dari mana untuk berkenalan dengan teman-teman baruku yang penampilnnya sangat eksotis. Tanpa diduga ada yang memukul pundakku. "Hei Riki, maaf soal yang tadi aku menamparmu. Aku tidak ingin papa semakin marah padamu. Habisnya kau banyak bicara." Sambil menjulurkan tangan dia memberiku uang. "Nah ambillah uang ini". Dia memberiku uang 20.000 aku sangat takut untuk mengambilnya. "Ambil saja jangan takut aku tidak tega melihatmu jalan kaki pergi ke sekolah. Oh ya jangan bilang kesiapapun aku telah memberikan kau uang ingat itu!"


" Terima kasih tuan muda Franz anda sangat baik padaku, mohon ampun aku menerimanya." Aku tersenyum dengan wajah yang penuh senyum bahagia. Franz melihatku kembali. "jangan panggil aku tuan muda. Aku adalah sepupumu. Kita saudara,kita keluarga jangan perlakukan dirimu sendiri seperti pembantu." Aku menunduk malu padanya. "Tapi kak Franz bibi Reni yang membuat peraturan seperti itu."


Ada-ada saja mama ini, seenaknya saja mama menyuruh riki memanggilku tuan muda. Sadarlah ma dia itu keponakanmu. Franz


"Baiklah terserah kau saja panggil aku tuan jika di rumah. Tapi, panggil aku kak Franz ketika di sekolah.kau adalah keluargaku Riki semoga kelak kau sukses. Aku masuk kelas dulu ya Riki semoga berhasil di sekolah ini." Senyum kak Franz membuat hatiku luluh dan tidak mempermasalahkan dia yang sudah menamparku.

__ADS_1


Aku beranjak dari kantin dan melewati lapangan bola tiba-tiba ada seorang laki-laki menepuk bahuku. Aku tersentak kaget dan menghadap kebelakang. "Hei teman!" Aku langsung tunduk dan berkata "iya,ada apa ya kak?" tanyaku


"Aku anak baru disini panggil aku David. Oh ya apa yang kau lakukan disini?"Aku mulai menatapnya


"Aku sedang ingin melihat-lihat saja" David melihatku dari atas sampai bawah. Sepertinya kau bukan anak orang kaya? mohon maaf bukan sombong ya Ayahku adalah seorang pengusaha kelapa sawit oleh sebab itu aku bisa sekolah di sini. Bagaimana dengan dirimu? Oh ya siapa namamu?"


"Aku mendapatkan bea siswa olimpiade sains. Namaku Riki" David memberikan jempol nya. "Waah hebat kamu ya ki"


"Hehe jika kau tidak keberatan Vid bawakan ya hm. sambil tersenyum menyembunyikan wajah girangku.


hmm...dia pamer atau sedang baik hati sih? tapi tidak apa-apa lah lumayan ada seragam cadangan buat ganti-ganti.

__ADS_1


Seorang gadis datang dengan senyuman manis di bibir yang merah dan munggil itu.


"Dik kalian sedang apa disini? Ayo berkumpul bersama yang lain di aula!" David langsung menyambar perkataan gadis itu. "Kak kami sedang melihat -lihat. Kakak cantik sekali hari ini? tanya David dengan senyum tipis di bibirnya. Gadis tersebut tersenyum malu dengan meninggalkan wajah merah merona ketika melihatnya. "Adik ini bisa saja. Memangnya kamu sering melihat kakak sehingga baru kali ini kamu melihat kakak cantik?"


waduh kakak ini kok berkata begitu sih bukannya berterima kasih. Padahal aku mau pdkt loh sama kak. Apakah ini cinta pada pandangan pertama hihihi. David


Dasar David tanpa ada rasa malu dia menggoda gadis itu. Memang sih dia cantik banget kaya model. Riki


"Hehee bukan begitu kak. Ya sudah kami ke aula dulu." Stelah kami beranjak dari lapangan David mulai membuka pembicaraan. "Ki lihat saja nanti aku akan menjadi kekasihnya gadis itu."


*sial mengapa di hari pertamaku aku harus berteman dengan David.sepertinya dia laki-laki playboy. Huss jauh kau pikiran gila. Dia baik padamu buktinya dia mau memberikanmu seragam*nya untukmu.

__ADS_1


__ADS_2