
Setelah kak Sarah menghantarku sampai kelas. Aku duduk di samping David. Tubuhku lemas dan lunglai tidak seperti biasanya.
"Kamu sakit Ki? tanya David panik karena tidak biasanya aku seperti itu. "Tidak Vid, aku hanya tidak enak badan hari ini"
itu sama saja Riki jangan menyembunyikan rasa sakitmu.
"Mau ku hantarkan ke uks (unit kesehatan sekolah)?" aku menggelengkan kepala tanda tidak ingin. "Tidak usah Vid, aku baik-baik saja bentar lagi juga baikkan kok" senyum tipisku agar David tidak khawatir. "Baiklah, jika kau merasakan sakit secepatnya bilang padaku" aku merasa terhibur dengan ulah David yang begitu perhatian padaku. "Iya Vid, aku kan di sampingmu tentu saja aku akan mengatakannya padamu terlebih dulu"
Kau sangat menghawatirkan Riki, semoga cepat sembuh teman. batin David
Tidak berapa lama bel masuk berdering, guru masuk ke kelas memberikan pelajaran. Buk Vania masuk ke kelas kami untuk memberikan pelajaran, dia menjelaskan secara detail dan mudah untuk di pahami. Mata pelajaran yang ia bawakan adalah bahasa inggris. "Nak kamu sakit? tanya bu Vania padaku yang masih lemas. "Tidak bu, hanya sedikit lemas" Bu Vania menunjukkan ekspresi khawatir terhadapku. "Nak kalau sakit, lebih baik ke UKS biar cepat ditangani agar kamu sembuh nak!". aku menggelengkan kepala "Tidak usah bu, aku hanya sedikit lemas. Aku masih ingin belajar, kalau di UKS nantinya aku ketinggalan pelajaran bu." Ibu Vania takjub dengan semagat belajarku. mungkin dia mulai mengakui prestasiku sebagai juara olimpiade sains. "Baik lah nak, keputusannya ada pada dirimu"
Setelah Ibu Vania memberikan pelajaran. Bel istirahat berbunyi. Pasukan murid-murid kelaparan menuju ke kantin. Akan tetapi tidak dengan diriku. Aku tidak sanggup untuk berjalan ke kantin karena badanku masih sangat lemas.
"Ki ke kantin yuk!" ajak David padaku, Aku menggelengkan kepala dan menyilangkan tanganku di meja dan membenamkan wajahku di tanganku. Kemudian David keluar kelas sendiri. Dia membeli beberapa makanan di kantin akan tetapi dia merasa ada yang kurang, iya sudah pasti diriku. Aku yang selalu bersamanya di kantin. Dia memakan makanan tidak selahap biasanya. ia mulai khawatir padaku namun, kekhawatirannya sirna karena kak Katrina datang.
"Vid aku mau bicara sebentar padamu!" kak Katrina menarik tangan David
"Mau bicara apa sih gemuk, aku lagi tidak mau membahas apapun" ucap David kesal
"Sebentar saja" sambil menarik-narik tangan David.
Kak Katrina mengajak David ke sebuah taman di sekolah. Iya semua orang mengagumi kemegahan dan kehebatan fasilitas yang di tawarkan di SMA International School yang menjadi dambaan tiap anak sekolah.
"Mau nngomongin apa sih gemuk" tanya David kesal. "Aku mau bilang sesuatu!" sambil menyatukan dua telunjukknya berulang-ulang
"Mau bilang apa?
Dasar bodoh, bodoh. Aku jatuh cinta saja. kau tidak tahu. Tapi kan gak mungkin aku katakan samamu kalau aku cinta padamu. ya gengsi lah. oh iya, iya. ucapan terima kasih, iya itu dia. pikir kak Katrina mendapatkan ide berilian
__ADS_1
"Ayo lah gemuk katakan aku tidak punya banyak waktu" wajah David makin kesal
"Aku mau ngucapin terima kasih padamu Vid sudah membantuku membungkam mulut pembuly itu" senyum Katrina dengan pipi yang seketika merah merona. "Bukannya kau sudah berterima kasih. Mengapa berterima kasih lagi?"
Dasar bodoh, bodoh, bodoh, Apa sih yang ada di otakmu itu David? ini alasan biar bisa menatapmu lama. Memangnya kau tidak sadar aku sangat sayang padamu. Kesal kak Katrina dalam hati.
"Memangnya salah mengucapkan terima kasih" cemberut kak Katrina
Sudah lah David si gemuk ini sudah gila. turutin apa yang dia inginkan. Lihat tuh.. dia menatapmu lama untuk apa coba? pikir David
"Tidak salah gemuk" ucap David
"Berhenti memanggilku gemuk" teriak kak Katrina dengan wajah cemberut.
Dia benar-benar membuang waktuku
"Iya maaf telah memanggilmu gemuk" ucap David memohon. "aaaaaa, sudah ku bilang jangan panggil gemuk!"
"Iya maaf" David sekali lagi memohon agar dimaafkan. "iya ku maaffin, intinya terima kasih telah baik padaku dan menolongku dari para pembuli itu" senyum Katrina malu-malu.
"iya sama-sama" senyum tipis di wajah David. Dengan girang dan reflek seketika tanpa sadar kak Katrina mencium pipi David. Sontak David kaget.
"Gemuk mengapa menciumku! David sangat emosi melihat kelakuan Katrina.
Bodoh, bodoh, bodoh. mengapa kau menciumnya. Aduuh gawat apa yang akan terjadi setelah ini?
"Maaf, aku tidak sengaja" Kak Katrina tertunduk lesu. "Kau tahu tidak pipiku ini masih suci, seenaknya saja kau mengambil kesucian pipiku ini. Kau orang pertama yang melakukan hal ini padaku" amarah David berkobar.
kau tidak ingat kau juga menciumku hari itu, kalau tidak salah di kening. iya di kening. pikir kak Katrina.
__ADS_1
"Heh David kau seenaknya saja mencium keningku waktu itu, memangnya kau siapa mengambil kesucian keningku ini" kak Katrina menunjuk-nunjuk keningnya. "mengapa mengungkit ungkit masa lalu? aku kan khilaf" cemberut David. "Aku juga, kita impas" marah kak Katrina membuktikan bahwa mereka seimbang. David berulang-ulang memegang pipinya. "pipi maafkan aku! kesucianmu telah hilang gara-gara si gemuk yang aneh itu."
Sudah gila ya dia? berbicara sendiri. gelak tawa kak Katrina dalam hati
"heh kau tidak mau bertanggung jawab dengan pipiku ini? dasar penghianatan." ucap David kesal
kenapa mengatakan aku penghianat, memangnya aku selingkuh?
"Aku harus bertanggung jawab seperti apa? tanya kak Katrina bingung
"Aku harus kau ijinkan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan tadi" senyum licik David
"Apa!" kak Katrina kaget luar biasa
Dia benar-benar sudah gila. Aku melakukannya reflek bukan di sengaja bodoh! ya tuhan selamatkan aku dari kegilaan dia. Aku juga bodoh hiks, hiks. Mengapa mencintai orang se aneh dia. pikir kak Katrina sambil menahan gelak tawa di hati namun, sedikit terlihat senyum-senyum yang di tutup-tutupin
Apa aku harus mengijinkannya? huh... ngenak-ngenakin dia lah itu. Sebel kak Katrina
"Wajahmu mengapa begitu? heh gemuk! memangnya aku mau melakukannya hah? ya tidak lah." Kak Katrina menarik nafas panjang karena lega. kemudian pura-pura ngambek agar David tidak marah padanya.
"Aku gambek ni karena kau permainkan!"
ucap kak katrina bete
"yaudah kalau mau ngambek ya ngambek aja. tapi janji jangan lama-lama. sambil memberikan jari kelingking David
"Iya janji gak lama kok gambeknya cuma bentaran aja." menyatukan jari kelingking David ke jari kelingkingnya. "Apaan sih kayak anak kecil tau. Udah lah buang-buang waktu saja." jawab David kesel. "Aku masuk kelas dulu ya!" David berbicara lagi. "Iya udah sana pergi!" usir Katrina walau dia tidak rela sebenarnya.
"Janji jangan lama-lama gambeknya!" teriak David dari jarak yang sedikit jauh. "iya" kak Katrina menjawab cemberut.
__ADS_1
Mengapa sih dia gak peka sedikit pun? ingin sekali rasanya ku pukul kepalanya agar dia sadar bahwa aku menyukainya.