Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Usaha untuk mendekati Franz


__ADS_3

Aku keluar dan masuk kelas dalam keadaan sangat kesal. Dengan beraninya dia mau menjual kak Sarah untukku. Memang betul apa yang dikatakan David kalau Adrian sangat brengsek.


"Ki! kau kenapa?" tanya David yang mulai penasaran dengan ekspresiku yang kesal. "Tidak, aku hanya tidak ingin berbicara." David malah kesal. "Kau mau menyembunyikan apa dariku?" David mulai mengerutkan dahinya memasang wajah kesal. "Sebaiknya kita tidak membahas ini David" ucapku kesal. "Apa yang terjadi? Ayo katakan! jangan anggap aku orang lain." Aku mulai menenangkan diri, menarik nafas panjang dan membuangnya sangat keras. "Kakakmu Adrian sudah gila!" teriakku sampai teman-teman melihat kami kemudian kembali pada urusan mereka dan tidak memperdulikan pembicaraan kami.


"Kenapa dengan ketua osis gila itu?" tanya David sambil membuang nafas keras. "Dia menawarkan padaku bergabung dengan geng The Troble Maker kemudian dia menawarkan uang 2000 dolar perbulan dan memberiku tahta kehormatan di sekolah ini" David mendengus kesal. "Jadi kau menerimanya?" tanya David sangat kesal sampai wajahnya merah padam karena takut aku menerimanya. "Ya tidak lah, kau pikir aku gila harta dan tahta yang lebih membuatku marah dia mau memberikan kak Sarah padaku secara cuma-cuma. Dia sudah gila! dia mau menjualnya begitu demi membuatku bergabung dengan geng dia" Marahku berkobar kuat. "Syukurlah kau menolaknya." ucap David lega. "Sebaiknya kita buat strategi, agar si ketua osis itu tidak kurang ajar." ucapku yang masih emosi. "iya baik, aku semakin tidak suka padanya." Sambung David untuk menutup pembicaraan.


Bel masuk berbunyi, semua murid masuk ke kelas masing-masing. Menerima pelajaran dan mulai fokus dengan apa yang diajarkan. Namun, berbeda denganku dan David kami masih terlihat kesal dan marah. Namun guru yang masuk di kelas kami tidak begitu memperhatikan. Bel istirahat berbunyi, aku dan David menuju kantin membahas masalah yang baru saja kami hadapin.

__ADS_1


.....


Di perpustakaan Franz mulai membaca buku, mencari sumber-sumber ilmu pengetahuan yang baru untuk menambah wawasan. Lia masih saja berpikir perkataan Franz yang dulu bahwa Franz suka padanya. Dia mengikuti Franz dan mencoba mendekatinya.


"Franz, boleh aku duduk disampingmu?" gumam Lia pelan karena dia sedikit gemetaran. "Hem" ucap Franz singkat. "Apa yang kamu baca?" tanya Lia yang mulai basa-basi. "Ini lihat saja sendiri" ucap Franz cuek.


Cuek banget si guman Lia dalam hati

__ADS_1


Lia mulai ingin beranjak dari perpustakaan, merasa dirinya tidak dihargai sama sekali. Namun alangkah terkejutnya Lia ketika tangan Franz menarik tangannya. "Temani aku membaca!" ucap Franz dingin, seketika Lia begitu berbinar bahagia seakan mendapat kesempatan. "Baiklah" Lia duduk disamping Franz dengan bahagia tetapi sedikit ada rasa takut dan ngilu karena Franz begitu dingin. "Cari buku yang menurutmu menarik" Ucap Franz masih sangat dinginnya. "Hem" Lia beranjak dari tempat duduk, dan mulai mencari buku kegemarannya. Walaupun dia tidak begitu suka membaca. namun dia harus mulai menyukainya karena untuk mendapatkan hati Franz. Semoga.


"Kenapa buku tentang cinta?" tanya Franz bingung. "Kamu tidak suka aku baca buku ini? ya sudah aku kembalikan ketempatnya." Franz mulai sedikit melirik "kenapa malah mau mengembalikannya? Aku juga ingin membacanya" Franz tersenyum tipis sebagai kode bahwa dia juga masih sangat sayang pada Lia. Setelah membaca beberapa lembar Lia mulai memberanikan diri.


Apa aku tanya saja ya? ya sudah dari pada penasaran.


"Franz, sejak kapan kamu suka padaku?" tanya Lia yang sudah sangat penasaran. "Hem" jawab Franz singkat. Sangkin kesalnya Lia memukul meja dengan keras karena pada dasarnya Lia adalah anak murid yang pemberani. "Sejak kapan!" teriak Lia sampai memenuhi ruang perpustakaan. Lia juga tidak sadar sekeras itu dia berbicara. "ehem, Lia kecilkan suaramu! ini perpustakaan, kau mau diusir dari sini!" Marah guru penjaga perpustakaan. "Iya pak maaf" Lia tampak kesal namun, Franz tertawa kecil melihat ulah Lia yang begitu penasaran padanya.

__ADS_1


__ADS_2