
Keesokan paginya aku sangat merasa tidak enak badan akan tetapi aku masih bersemangat untuk sekolah. Aku keluarkan sepeda kemudian kak Sarah menghampiriku
"hei Riki, wajahmu pucat sekali" wajah kak Sarah sepertinya panik. "Benarkah? aku memang tidak enak badan kak." Kak Sarah menempelkan tangannya di keningku "panas dek, kamu jangan sekolah ya!" perintah kak Sarah. "Kak kalau aku tidak sekolah bagaimana nanti? aku kesepian jika di rumah terus" wajahku menunjukkan ekspresi sedih.
"Yaudah jika kamu memaksakan untuk tetap sekolah. Ayo pergi bareng denganku"
*Riki kamu ini kenapa sih ingin ke sekolah aku tidak tega melihatmu pucat begitu.
Kak Sarah makin hari makin perhatian kepadaku, kak berhentilah perhatian padaku jantungku mau meledak kalau begini jadinya*.
"Kak kerumah dulu sebentar ya menggambil obat penurun panas dan kamu makan dulu ya!" Kak Sarah kemudian berjalan menuju rumahnya. "Kak, tidak usah repot-repot aku baik-baik saja" teriakku pada kak Sarah.
__ADS_1
Dasar Riki masih saja sok bilang baik-baik saja, tapi kenyataannya kau sangat menghawatirkan.
Setelah menggambil obat dan makanan dirumahnya kak Sarah keluar kemudian menghampiriku
"Dek makan dulu, kemudian minum obat!"
aku menggelengkan kepala " Tidak usah kak, aku sudah makan" Kak Sarah menjadi kesal
Kak bawa aku ke dokter sekarang dan periksakan hatiku, mengapa setiap kali melihatmu aku merasakan hatiku sangat berdebar kencang kak.
"Ayo buka mulut bukannya begong" kesal kak Sarah. Aku membuka mulutku kemudian kak Sarah memasukkan makanan kemulutku dengan perlahan. Aku menatapnya lama.
__ADS_1
Kak berhentilah menyuapiku, kakak membuatku deg,degkan tahu.
"Dek makan yang banyak dong!" Kak Sarah menyuapi kembali hingga makanan habis ku makan. setelah itu dia memberikan minuman padaku dan memberikan obat. "Dek minum obatnya!" Aku tersenyum tipis "iya kak"
Kemudian Aku dan kak Sarah menuju garasi, aku berjalan lunglai karena masih merasakan tidak enak badan. "Dek kamu masih sakit tuh, udah jangan sekolah dulu!" khawatir kak Sarah. "Gak papa kok kak, aku baik-baik saja ini udah enakan setelah minum obat" kak Sarah kemudian mengecek suhu tubuhku dengan tangannya yang ia tempelkan di keningku. "panasnya mulai turun dek, ayo segera naik ke mobil nanti kita terlambat. "Iya kak" Aku menjawab lemas
Setelah itu mobil berjalan dengan kecepatan sedang menuju sekolah. Kemudian Aku turun di depan gerbang kak Sarah berjalan di sampingku karena dia khawatir kalau nanti aku ambruk karena sakit.
"ihhh lihat tuh Riki dia makin menjadi-jadi mendekati Sarah pacar Adrian. Ucap Lia sewot. Lia adalah anak murid international school yang sangat hobi bergosip. Sampai- sampai gosip terhangat di sekolah international school pun dia diluan yang tahu.
dia anak kelas 12 lebih tua dari kak Sarah setahun dan lebih tua dariku dua tahun. Gosip bergosip adalah rutinitasnya. Dia sekelas dengan kak Frans, hartanya wahh jangan di tanya. "Wiih bagus dong itu tandanya ada permainan baru buat Adrian. Kita tunggu aja tanggal mainnya Adrian dan Riki" ucap kak Novi. Mendengar ucapan itu kak Sarah semakin emosi. "maaf tidak sopan pada kak Lia dan kak Novi, kak kalian ini bisa gak sih gak usah ngurusin hidup orang. Aku tidak selingkuh dengan Riki kak, dia udah aku anggap sebagai adikku sendiri." kak Sarah mengucapkan seluruh isi hatinya agar mereka tidak salah paham. Aku masih diam dan tidak ikut campur "Kalau tidak selingkuh terus itu apa namanya kalian jalan berdua, belanja berdua, dia tinggal di rumahmu yang di belakang kan, kau selalu perhatian padanya dari pada Adrian. Kalau bukan selingkuh jadi itu apa namanya. semalam kau bersama Adrian sekarang bersama Riki. Dasar wanita murahan" ucap kak Lia menyakitkan hati kak Sarah. kak Sarah ingin melayangkan tangannya ke wajah kak Lia yang sejak tadi banyak bicara namun, aku segera mencegah tangan kak Sarah " Sudah kak, kendalikan dirimu!" aku mencoba menenangkan kak Sarah. "ingat satu hal" sambil menunjuk kak Lia dengan jari tulunjuknya. "jangan pernah bilang aku selingkuh! aku tidak sekeji itu" kak Sarah menarik ku untuk segera meninggalkan mereka. Kak Lia bungkam atas ucapan kak Sarah yang sangat penuh makna.
__ADS_1
Kak Sarah kau sangat setia walaupun kau tidak tahu bahwa kak Adrian telah berhianat padamu, aku berusaha menyimpan ini semua karena aku tidak mau kebahagiaanmu sirna. walaupun aku tahu orang yang kau cintai sama sekali tidak mencintaimu.