
Setelah pelajaran matematika bel istriahat berbunyi aku menuju kantin dan menyantap makanan disana. Namun, hendri terus memperhatikan aku dan David.
"Kalian kagum dengan Riki?"
Tatapan mata semua orang menuju Hendri yang tiba tiba berbicara di depan semua orang yang tadinya hening menjadi banyak orang bicara dan bertanya tanya.
"Ya kagum lah" ucap Dodi siswa yang culun namun, baik hati.
"Bodoh kau!"
Semua orang heran mendengar ucapan Hendri termasuk diriku yang mulai kehilangan selera makan.
"Apa maksudmu" teriak David yang mulai tidak nyaman dengan ucapan Hendri
"Sebenarnya lomba berenang ini bukan hanya lomba tapi ajang untuk memperebutkan kak Sarah" teriaknya
"makaudmu apa?" Teriakku padanya
"Jangan sok polos kau, kau ikut lomba hanya untuk mendapatkan kak Sarah kan?
Aku bukan ingin mendapatkan kak Sarah tapi ingin menyelamatkan dia dari pacarnya.
"Bukan seperti itu" teriakku murka
"Itu semua benar" Adrian datang di hadapan semua orang sepertinya ucapan Hendri telah direncanakan
"Apanya yang benar?" Tanya adit pura pura bingung
__ADS_1
"Riki mencintai Sarah, dan bertaruh padaku untuk mendapatkan Sarah?" Adrian tertawa lepas dan menunjukkan rekaman suara percakapanku dan dia pada saat menangih janji.
"Wooo Riki dasar kau perusak hubungan orang"
"tidak punya perasaan"
"rendah sekali dirimu!"
Dia merekamnya kurang ajar, aku hanya ingin kak Sarah jauh dari Adrian yang brengsek itu
aku tidak berniat untuk memilikinya walaupun aku mencintainya karena aku tahu siapa aku. Batinku
Semua orang berkata yang tidak tidak tentangku sampai akhirnya kak Dini termakan perkataan Adrian.
"Jadi Riki lomba itu untuk mendapatkan Sarah bukan tantangan dari Adrian untuk bertahan atau keluar dari sekolah?"
"Kak Dini dengarkan Riki dulu dia tidak seperti itu tantangannya bukan itu percaya pada kami kak Dini" ucap David
"aku sadar diri kak aku anak orang miskin yang numpang hidup dari kak Sarah" aku gelisah bingung mau menjelaskan apa pada mereka yang tidak tahu sebenarnya
"Ini buktinya apa?" Teriak Adrian
"Kalian salah paham jangan percaya pada ketua osis gila itu" marah David
"Aku percaya pada Riki, aku percaya tujuan Riki itu untuk menyelamatkan Sarah dari kekejian Adrian." Sahut kak Saidah
wah kak Saidah punya keberanian sekarang. Batinku
__ADS_1
Karena dulunya Saidah orang pendiam tertutup dan menghabiskan waktu di mussholla. Sekarang dia sudah berani untuk membantu menegakkan kebenaran.
"Kau sudah berani Saidah ikut campur urusan ini. Kau mau di keluarkan dari sekolah seperti Arfan pacar kesayanganmu itu."
"Aku tidak takut Adrian, mungkin jika Riki membentuk geng aku akan bersama Riki"
Aku tersenyum bahagia ternyata kak Saidah mulai berbicara dan menyelamatkanku.
"Kau sudah berani" Adrian teriak sekuat tenaga
"Aku mata mata di sekolah ini, aku hanya diam dan kaku karena ketidakadilan dirimu Adrian tapi sekarang tidak. Aku mengintai kalian dan aku beri tahu pada Riki dan asal kau tahu Adrian aku sudah tahu semua tentang rencanamu dan apa selanjutnya yang mau kau lakukan. Aku juga memberi tahu Riki atas segala rencanamu"
Pantas saja aku selalu kalah dari Riki ternyata ada wanita ini yang selalu menolongnya.
"Dini jangan pernah kau dengarkan kata-kat Adrian kau tau dia siapa"
"Iya aku percaya pada Riki"
Sial kenapa jadi seperti ini?
"David lihat gelang Hendri itu kan gelang The Trouble Maker ini pasti rencana kakakmu"
"Iya benar gelang yang menandakan aggota Ttm"
Pantas saja dia berulah batin David
Seketika siswa dan siswi tidak menghiraukan keributan dan memilih berada digolongan mana aku atau Adrian. Sekolah ini menjadi seperti ajang tantangan, kekuasaan, kekayaan, kehebatan dan lain-lain.
__ADS_1
Adrian dan teman-temannya pergi meninggalkan kantin yang sempat membuat keributan bahkan keributan tadi tidak bisa diceraikan bahkan pemilik kantin tidak bisa berbuat apa-apa. Maklum saja takut pada Adrian orang terkaya di kota ini.