Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Kecelakaan


__ADS_3

Keesokan harinya aku bersiap untuk ke sekolah seperti biasanya cuaca agak mendung namun, belum hujan. Aku menatap langit sambil memasukkan beberapa makanan ke dalam mulutku. Setelah makanan habis aku mengambil tas dan sepatu. Aku memakai sepatu dan melihat kearah depan rumah. Aku mendengar klakson mobil Adrian. Itu benar-benar suara mobil Adrian batinku. Aku mulai heran aku mengamati gerak gerik Adrian yang mulai menunggu di depan gerbang rumah. Kak Sarah keluar dan menemui Adrian. Setelah mereka melakukan percakapan singkat yang tidak bisa aku dengar karena jaraknya jauh. Adrian membuka pintu jendela mobil dan mempersilahkan kak Sarah masuk.


"Tumben jemput aku" senyum kak Sarah manja di depan pacar kesayangannya


"Iya sekali-sekali aku pergi ke sekolah bareng kamu" senyumnya membalas senyum kak Sarah sambil menyetir mobil.


Aku bingung karena baru pertama kali aku melihat ketua osis itu menjemput kak Sarah.


Aku langsung menuju sekolah dengan mengendarai sepeda kesayanganku. Setelah lelah menggayuh pedal sepeda aku merasa sedikit khawatir aku tidak melihat kak Sarah. Tapi pikiranku positif mungkin dia berada di kelasnya. Aku duduk ditemani Rara dan Nia sambil berbicara ringan membahas hal-hal kurang penting namun sangat kami gemari.


Bel masuk berbunyi aku masuk ke kelas dan duduk disamping David teman semejaku karena kami pisah bangku satu meja.


.....


"Adrian kita kemana? ini bukan jalan ke sekolah" Kak Sarah bingung sekali melihat jalan dan suasana yang asing dari matanya.


"Kamu tenang saja sayang" suara Adrian" terdengar misterius


"Sayang kembali ke sekolah yuk! Aku takut" kak Sarah merasa kesal dan marah


"Sayang kita bolos sekolah sekali saja, aku ingin berduan denganmu" senyum Adrian licik.


"Sayang aku tidak mau" kak Sarah menggelengkan kepalanya dan mencoba membuka pintu


"Kenapa? kamu takut" Adrian memegang lembut kepala kak Sarah.


Kak Sarah mengangguk mobil mulai melambat Adrian tangannya mulai tidak bisa di kontrol dia sepertinya sangat bernafsu.


Aku tidak ingin Riki merebutmu. Walaupun aku tidak mencintaimu tapi aku tidak mau kalah dalam hal apapun. Batin Adrian


"Adrian jangan seperti itu lepaskan aku!" kak Sarah mulai panik dia mencoba membuka pintu mobil paksa dengan kedua tangannya. "aku tidak akan melepaskanmu sayang!" Adrian mulai melancarkan aksinya ingin mendapatkan yang dia inginkan walaupun itu dosa besar dia tidak perduli itu sama sekali.


"Adrian lihat jalan" teriak kak Sarah


Adrian yang sangat bernafsu sampai tidak melihat situasi. Mobil yang ia kendarain diluar kendali dan menabrak pengendara motor. Adrian dan kak Sarah pingsan seketika. Para warga panik dan segera menyelamatkan mereka. Adrian dan kak Sarah dibawa kerumah sakit terdekat.


Di sekolah bel istirahat berbunyi aku duduk dan merasa khawatir ada rasa tidak enak dihatiku.


"David aku tadi melihat kak Sarah di jemput kak Adrian ini baru pertama kalinya aku melihat kak Adrian jemput kak Sarah."


"Apa! Serius? Aku tidak melihat kak Adrian dari tadi"


"Ada yang tidak beres nih" ucapku khawatir bercampur takut.

__ADS_1


Aku dan David memutuskan untuk ke kelas mereka dan memastikan mereka ke sekolah atau tidak.


"Ngapain kalian kesini?" tanya pria Atletis yang tidak lain Tio sahabat sekaligus orang kepercayaan Adrian


"Kami mencari kak Sarah" ucapku dengan wajah sangat khawatir.


"Sarah tidak masuk kelas" ucap Tio dingin tanpa ekspresi


Ada yabg tidak beres. Batinku


"Terus kak Adrian mana?" tanya David


"Adrian juga tidak masuk kelas, sudah sana pergi!" usir Tio dengan melambaikan tangan


Aku berjalan lesu hatiku mulai was was apa yang terjadi pada kak Sarah?


"Riki ada yang tidak beres" ucap David yang ikut khawatir terlihat dari ekspresinya


Seketika David di telpon orang tuanya.


"David kakakmu Adrian kecelakaan" suara ibu David terlihat tergesa gesa aku merasa gelisah dan takut ada apa yang terjadi? Pikiran buruk menghampiriku


"Apa! Kak Adrian kecelakaan?" David tampak lesu mendengar berita memilukan


"Iya sayang, mama akan menjemputmu ke sekolah kita lihat kak Adrian bersama"


"Riki ini tante mama Sarah, Sarah kecelakaan Riki. Tante akan menjemputmu sekarang kita lihat kondisi Sarah."


"kak Sarah kecelakaan. Iya tante, secepatnya tante ke sekolah."


Ibu Sarah menutup telponnya. Aku dan David menuju kantor guru untuk minta ijin pulang lebih awal. Guru awalnya tidak percaya peristiwa tersebut sampai akhirnya ibu Adrian dan ibu Sarah menjelaskan. mobil ibu Sarah dan ibu Adrian beriringan menuju rumah sakit. Aku merasa sangat khawatir dan ibu kak Sarah memelukku aku melihat wajah ibu Sarah sangat khawatir dan terlihat air mata jatuh di pipi wanita tersebut.


sesampainya di rumah sakit kami menuju ruang kak Sarah. Aku duduk dengan menopang dagu dengan kedua tanganku keringat dingin terasa di tubuhku. Dokter keluar dari ruangan ibu kak Sarah tergesa gesa bertanya sangkin khawatirnya.


"Bagaimana dokter keadaan anak saya?" tanya ibu Sarah khawatir


"Anak ibu baik baik saja sekarang namun berat saya katakan pada ibu"


"Apa dokter katakan!"


"Anak ibu lumpuh"


"Apa" ibu kak Sarah memelukku menangis karena tidak kuasa menahan rasa sedihnya.

__ADS_1


"Ibu tenang saja pasien lumpuh sementara mungkin paling cepat sembuh 6 bulan itu kalau rajin terapi dan pengobatan."


"Bagaimana saya bisa tenang anak saya satu satunya lumpuh seperti itu" marah ibu kak Sarah dengan melepaskan pelukan kepadaku


"Tante tenang dan bersabarlah ini mungkin ujian buat kita. Kita berdoa untuk kesembuhan kak Sarah."


"Apakah kami boleh melihat Sarah?"


"Boleh bu silahkan, pasien masih belum siuman"


Aku dan ibu Sarah masuk keruang tersebut kami duduk menunggu kak Sarah siuman.


Kak Sarah menggerakkan tangannya dan membuka matanya perlahan.


"Ibu, Riki aku dimana?"


"Di rumah sakit sayang" senyum ibu kak Sarah senang melihat anaknya sadar


"Adrian mana?"


Kak Sarah kenapa bertanya tentang Adrian. Padahal ini semua terjadi karena ulahnya.


"Dia di ruang sebelah" senyumku


"Bagaimana keadaannya?" tanya kak Sarah khawatir


"Tidak tahu kak"


"Riki cari tahu keadaannya sekarang aku mohon" matanya berbinar meminta tolong padaku


"Baik kak"


Aku menuju ruang Adrian dan masuk dokter menjelaskan Adrian hanya luka ringan dan bisa pulang hari ini. Mendengar penjelasan dokter aku ke ruangan kak Sarah.


"Kak, kak Adrian baik-baik saja. Hari ini juga dia bisa pulang"


"Sukurlah dia baik-baik saja" senyumnya.


Kak Sarah berusaha duduk namun, merasakan rasa sakit di kaki dan sangat lemah. Kalinya tidak bisa ia gerakkan sebagaimana mestinya.


"Ma ada apa dengan kaki ku?" tanya cemas akan kondisi kakinya


"Tidak apa-apa sayang" ucap ibu Sarah walaupun tidak bisa menutupi kesedihan

__ADS_1


"Kenapa ma?"


"Kakak lumpuh sementara" jawabku melihat ibu kak Sarah tidak sanggup menjawab pertanyaan putri kesayangannya.


__ADS_2