
Setelah kami makan roti, kami langsung balik kerumah. Mengerjakan tugas-tugas yang hendak dikerjakan dan mengerjaan PR (Pekerjaan Rumah) dari sekolah.
Keesokan paginya aku bangun dengan mengucek kedua mataku, aku langsung mandi dan membersihkan tubuhku, aku melihat ada beberapa telur yang ada di kulkas. Aku memasaknya dan melahap habis telur ini. Aku kemudian bersiap-siap untuk berangkat. Kak Sarah tidak pergi bersamaku kali ini, dia dilarang pacarnya Adrian untuk mendekatiku.
Aku pergi mengendarai sepeda dan sampai sekolah tepat waktu. Memarkirkan sepedaku dan aku mulai berjalan menuju kelas
"Hei!" Adrian berteriak kencang. Aku sama sekali tidak mengubris panggilannya karena pada dasarnya namaku bukan hei. Aku melihat wajah Adrian yang begitu emosional. Dia berlari mendekatiku.
"Kau tuli ya?" teriak Adrian. Aku hanya diam dan tidak mendengarkannya. Aku bingung dengan sikapku itu. Aku cemburu atau bagaimana aku tidak mengerti. Adrian mulai emosi di mendorongku dengan kuat sampai aku terjatuh.
"Kau memang benar-benar bodoh. Aku tidak akan menyiksamu. Aku hanya ingin memberi brosur perlombaan ini. Ambillah!" suara Adrian kuat. Aku bangun dan mengambilnya. Aku membaca brosur tersebut dan mengamatinya. "Aku tahu kau pengecut." hahaha" gelak tawa Adrian. Adrian memegang kerah bajuku "Aku bertaruh padamu, jika kau mengalahkanku Sarah milikmu dan jika kau kalah. Keluarlah dari sekolah ini!" bentaknya padaku. Aku tersenyum tipis. "Aku akan menerima tantanganmu
Aduh... bagaimana ini jika aku kalah aku bisa masuk daftar hitam. Tidak ada sekolah mana pun yang mau menerimaku.
"Bagus" Adrian melangkah pergi dari hadapanku. Aku mulai melangkah ke kelas. Aku duduk disamping David. Tidak beberapa lama bel masuk berdering. guru memberikan pelajaran sejarah tidak selang beberapa lama Ada seseorang mengetuk pintu kelas
"Permisi bu" ucap Adrian. Para gadis langsung senyum-senyum memandang ketua osis yang menurut mereka tampan itu. Ada yang berbisik membicarakan dia termasuk David
__ADS_1
"Mau apa ketua osis payah itu kesini" tanya David heran dan geram
"Ntah lah, mungkin lagi menjilat guru sejarah. Dan ini brosur perlombaan dari ketua osis aneh kita" Aku sambil menunjukkan brosur
"Dia menantangmu?" Aku menoleh ke David dan mengatakan " Tentu saja" David geram dan sedikit gelisah "Aku muak melihat tingkahnya yang sok hebat itu." Aku tidak mendengarkan yang David katakan. Aku mengamati ketua osis tersebut yang sedang berbicara dengan guru sejarah yang bernama Dwi. Setelah pembicaraan selesai Adrian permisi sopan keluar dari kelas kami.
"ehem" dehem bu dwi. "Anak-anak, tadi ketua osis datang dan menyampaikan pesan kepala sekolah untuk mengadakan pemilihan ketua kelas. Ibu mau kalian menunjuk bakal calon ketua kelas. David mengacungkan tangan tanda bersedia dan mengatakan "Ibu saya mau jadi ketua kelas dan Riki menjadi wakilnya". Ibu dwi tersenyum "oke, Ada lagi yang mau?" Hendri berdiri dengan gagahnya "saya mau bu dan Fauzan yang akan menjadi wakil saya" ibu itu tersenyum dan menanyakan "Ada lagi" Restu berdiri dan mengatakan dia juga bersedia dan menunjuk Wandi sebagai wakilnya.
"Baiklah" ibu memberi satu nomor pada masing-masing calon David mendapatkan nomor satu, Hendri mendapatkan nomor 2 dan restu mendapatkan nomor 3. Semua murid bingung harus memilih siapa karena mereka belum begitu mengenal teman mereka. Namun kebanyakan memilih David yang sudah terkenal dan juga tampan sebagai poin plusnya. Semua murid meletakkan kertas yang digulung berupa nomor ketua kelas yang mereka pilih. Ibu dwi membuka satu demi satu kertas tersebut. Pemenangnya sudah dapat dipastikan David dan Aku.
David merasa bahagia karena dia menjadi ketua kelas dan tentu saja David dan aku yang akan mengatur kelas.
Ihhh wanita ini tidak melihat batasan. Dia memilih duduk bersama laki-laki. padahal banyak bangku kosong yang terdapat disana. David
"Ki, aku dengar Adrian mau menantangmu lomba berenang?"
"iya kak, bagaimana kakak tahu" aku heran
__ADS_1
"tentu saja aku tahu, aku kan bekas anggota TTM." Aku tersipuh malu, lupa dengan statusnya dulu
Aduhh wanita ini bergaya layaknya pria. Anggun sedikit kenapa. Kesal David
"iya brosur lomba itu bertebaran dimana-mana. Apakah kau bisa berenang" tanyanya khawatir. "Tentu saja bisa, sejak dari SD, aku sering berenang dan di SMP aku pernah ikut lomba tapi sayangnya aku kalah." Kak Dini menarik nafas panjang dan melepaskannya "Kau mau tidak ku ajarin berenang" senyum kak Dini "Tentu saja kak, aku mau."
Seketika datang seorang siswa dan mendekati kami. "Ketua kelas 10 dipanggil oleh guru kesiswaan mau ada pendataan" David berdiri dan mengikuti langkah siswa tersebut.
"Dia ketua kelas?" tanya kak Dini heran
"Tentu saja kak, banyak yang memilihnya selain di terkenal dia juga tampan" senyumku padanya
"Kau juga tidak kalah tampan dek" senyum kak Dini lembut
"Terima kasih kak"
"Hei lihat David?" tanya Katrina membuatku terkejut karena dia tiba-tiba datang
__ADS_1
"Tadi dia di panggil guru kesiswaan. Mungkin dia ada di kantor" Katrina cemberut kemudian meninggalkan kami.