
David pergi dalam keadaan kesal kemudian ia menuju toilet sekolah membersihkan wajahnya dengan air. iya menatap wajahnya sambil tersenyum tipis. kemudian ia kesal kembali
Dasar gemuk seenaknya saja menciumku tanpa minta ijin terlebih dahulu
Setelah merasa bersih David keluar toilet kemudian dia ingat padaku dan mulai menunjukkan wajah cemas.
Oh iya Riki kan sakit, dia pasti belum keluar kelas, sebaiknya aku beli makanan untuknya.
David tampak sangat peduli padaku. Dia masuk ke kantin membeli mie sup kesukaanku. Kemudian dia melangkah ke kelas dia menoleh ke kanan dan ke kiri karena tidak menemukanku. Wajahnya menunjukkan kepanikan. Dia bertanya pada semua penghuni kelas. Apakah mereka melihatku pergi ke mana?
"Hendri, kau lihat Riki kemana?" tanya David dengan panik
"tidak, aku tidak melihatnya"
Dengan wajah paniknya dia berteriak menanyakanku pada mereka.
"Wooi, kalian lihat Riki tidak?" semua orang membisu, tidak ada satu pun yang mau menjawab dengan segera David keluar kelas. Namun, ada suara lembut yang memberi tahu David tentang diriku
__ADS_1
"David! Riki di bawa Adrian pergi, tapi aku tidak tahu kemana?" ucap Rara lembut untuk menenangkan David yang panik. Namun, David masih tetap panik dia menendang meja. "Mengapa tidak ada yang mencegahnya?" David sangat emosional dia memukul dinding karena kesalnya. menggaruk kepalanya. "Maaf David kami tidak berani membantah ketua osis itu." ucap Dodi dengan gemetaran. "Bodoh kalian semua, kalau terjadi apa-apa pada Riki aku tidak akan memaafkan kalian semua" Davd memegang kerah baju Dodi karena emosi kemudian dia mendapat ide, dia melepas cengramannya kemudian menelpon kak Sarah dan kak Dini.
Bodohnya aku kenapa ku tinggalkan Riki. Kalau terjadi apa-apa pada dirinya bagaimana? David cemas dan sedikit emosi
David mencariku dengan panik sesekali dia menendang angin dan menggaruk kepalanya sangkin paniknya.
........
Di suatu tempat disudut gudang sekolah aku di pukul habis-habisan oleh anak buah Adrian. Adrian tergelak tertawa melihatku menderita.
"Ini lah yang pantas diberikan kepada orang ketiga. Hahaha gelak tawanya memenuhi ruangan dan di ikuti oleh teman-temannya.
"Kak Adrian hentikan! aku sedang sakit!" aku mencoba menyelamatkan diriku namun, tidak bisa karena tubuhku yang lemas dan lunglai tetapi aku beberapa kali menghindar dan menepis pukulan anak buah Adrian
"Hentikan semua! dia sudah tidak berdaya, aku sudah puas melihatnya tersiksa." senyum licik misterius Adrian
"Riki yang baik hati, hahaha. Semua orang takut padaku bahkan tidak berani mengangguku. Tapi dirimu yang miskin ini, beraninya kau mendekati Sarahku." Sambil menunjuk-nunjuk keningku. "Maaf kak aku bukan bermaksud mengambilnya darimu tapi, aku bersamanya karena aku membalas budi padanya." Adrian kesal "omong kosong! Kau pikir aku percaya hah? pernah melihat film joker? aku lah joker di sekolah ini. Tapi joker yg di film itu bodoh! bukan sepertiku. Aku sangat hebat disini di depan guru dan kepala sekolah aku paling mulia. tetapi nyatanya aku brengsek hahaha." gelak tawa Adrian. "Kak mengapa kau cemburu padaku bukannya kau tidak mencintai Sarah?" Aku meluapkan keberanianku mengatakan itu padanya. "Aku tidak cemburu tapi Riki, aku muak melihatmu bersamanya. Itu tandanya kau mau menggagalkan rencanaku dan mencoba menentangku." teriak Adrian menggelegar.
__ADS_1
"Apa rencanamu?" tanyaku dengan beraninya. "Kau tidak perlu tahu anak bodoh, aku tidak sepertimu yang mencintai Sarah. Rela mati demi dirinya, rela berbuat sesuatu agar dia bahagia. ahhh itu bukan karakterku. Aku hanya mencintai diriku sendiri." ucap Adrian dengan bangganya. "Apakah kau tidak mencintai orang tuamu?" tanyaku untuk memastikan apa yang dikatakannya benar. "Sudah ku bilang aku hanya mencintai diriku sendiri, orang tuaku tidak ada artinya dalam hidupku" Davd memukul dadanya kuat agar terlihat jagoan. "Bagaimana dengan David adikmu?" aku tersenyum misterius. "Jangan pernah sebut nama anak yang cengeng itu aku sangat membencinya." Adrian memukul wajahku karena kesal dengan pertanyaanku.
"Kau pengecut Adrian" Aku tertunduk mengelap darah di bibirku dengan tanganku. Sontak anak buah Adrian ingin memukulku namun, Adrian mengangkat tangan, isyarat untuk mereka jangan memukul. "Apa maksud ucapanmu itu?" Adrian bertanya dengan wajah merah padam. "Kau hanya berani memukul orang dalam keadaan lemah dan sakit. Kau beraninya main keroyokan, nyalimu kuat karena bersama temanmu yang payah ini. Ayo kita buktikan dalam perlombaan yang lebih bergengsi. Agar kita tau siapa jagoannya" Aku mengatakan semua yang ada dihatiku, jika aku mati ya sudah. Setidaknya aku mati tidak membawa kalimat itu yang terpendam. "ini kesempatan bagiku Ki bisa memukulmu dalam keadaan sakit. Hahaha. Oke, Ayo kita buktikan Ki! lomba ini akan menunjukkan siapa yang lebih hebat" sambil menunjukkan brosur. "Ayo teman-teman tinggalkan dia.
Setelah Adrian pergi kemudia David, kak Dini dan kak Sarah muncul dari hadapanku
"Ki kau sangat mengerikan, kau bercucuran darah ini semua ulah siapa?" tanya kak Dini
Aku masih diam karena masih merasakan sakit. "Siapa lagi kalau bukan ketua osis yang pengecut itu." Jawab David kesal. "Maksudmu Adrian? tanya kak Sarah tidak percaya perlakuan pacarnya. Kak Dini dan kak Sarah heboh bukan main. Mereka membawaku ke UKS mencoba mengobatiku bahkan mereka sempat bertengkar cuma gara-gara bingung obat apa yang lebih baik untukku agar cepat sembuh. Aku tersenyum geli melihat kelakuan gadis-gadis di depanku ini. "Kak Sarah bisa gak sih kak? didik pacar kakak yang gila itu!" David masih sangat kesal. "Kakak masih tidak percaya itu perbuatan Adrian. Adrian itu baik pasti ini ulah teman-temannya."
Kak Sarah kau dibutakan cinta. Adrian tidak sebaik yang kau bayangkan. batin David
"Kak Sarah ku minta kakak keluar dari ruangan ini sekarang!" suara David dengan intonasi kuat. "Vid jangan gitu, dia mau mengobatiku" ucapku untuk meluluhkan David. "Tidak usah, cukup kak Dini saja yang mengobatimu." David menunjukkan ekspresi masam. "kenapa vid?" tanyaku pada David.
"Aku tidak suka padanya Ki, dia tidak percaya padamu Ki untuk apa dia ada bersama kita. Ketua osis itu tidak sebaik yang kau bayangkan kak"
Kak Sarah keluar dari ruangan UKS dengan wajah cemberut dan masam. Dia sangat kesal dengan usiran David namun, malah kak Dini sangat bahagia.
__ADS_1