Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Perlombaan


__ADS_3

Aku dan David duduk terlihat jelas wajah David sangat pasrah untuk duduk karena perintahku. Kemudian Andrian sang ketua osis menghampiri dengan wajah sok manisnya membuat kak Sarah yang pacarnya terpersona.


"Hei kenapa masih disini?"


Sedang apa ketua osis gila itu kesini. Batin David


"memangnya mengapa kak?"jawabku


"Ada pengumuman di aula ayo pergi dari tempat ini!"


Aku, David, kak Sarah dan ketua osis itu menuju aula sekolah dan benar sudah ramai berkumpul untuk mendengarkan arahan dari kepala sekolah.


"Siswa dan Siswi SMA International school. 7 Wakil terbaik dari sekolah ini akan mewakili lomba berenang di Sma merci. Jadi, karena alasan ini kalian pulang lebih awal dari biasanya. Sekilan dan terima kasih"


Semua siswa dan siswi bersorak girang mendengar pengumuman kepala sekolah tersebut aku kemudian menuju kelas membereskan tasku dan pulang bersama David.


...


Sesampainya di rumah aku masih merasa sangat khawatir apa bila aku kalah nantinya. Sosok Adrian yang populer dan terkenal tidak dapat di pungkiri dia adalah orang yang hebat. Satu sekolah tidak mengherankan akan kehebatan ketua osis itu.


"Assalamualaikum"


kak Sarah memecah lamunanku yang merasa khawatir dan gelisah. Aku menggelengkan kepala untuk melupakan pikiranku tadi.


"Waalaikum salam kak"


"Dik kamu kan ikut lomba, perginya bersama kak ya!"


"Baiklah kak"


Aku mengunci pintu dan mengikuti langkah kak Sarah menuju garasi. Perlombaan yang aku ikuti sangatlah bergengsi sampai-sampai orang tua kak Sarah ikut menemani. Sesampainya di perlombaan tepatnya di sekolah SMA merci aku duduk termenung dan masih menghawatirkan segalanya termasuk akan di tendang dari sekolah yang aku impikan.

__ADS_1


"Riki kamu sudah lama disini?" tanya kak Dini


"Sudah kak"


"Semoga berhasil ya dek" ucapnya tersenyum


Aku masih duduk di kursi suporter menunggu David, tidak lama David menghampiriku


"Riki ayo kita keruang peserta"


"Baiklah"


Aku keruang peserta aku melihat Adrian dan Tio tersenyum licik sudah menerka akan kekalahanku. David yang melihat mereka tersenyum merasa tidak suka berada di dekat mereka. Dia menggepalkan tangannya dengan geram.


Kata sambutan berkumandang kepala sekolah memberikan penghormatan kepada para hadirin dan tamu kehormatan kemudian berdiri tegak Ayah David dan tentunya ayah Adrian juga dengan gagah sebagai seponsor dari perlombaan tersebut.


"Kepada para hadirin sekalian saya Hardi Mulya selaku seponsor dari perlombaan ini. Saya sangat bahagia dan senang karena anak saya Adrian dan David akan berjuang untuk memperebutkan juara 1."


"Jadi David dan Adrian kakak adik. Mengapa Adrian tidak memberi tahuku" ucap pacar Adrian yaitu Sarah


"Adrian dan David kakak tapi kenapa tidak akrab ya?" Ucap pacar Andrian juga yaitu Laura


Banyak para hadirin terkejut mendengar pengakuan Hardi Mulya karena pada dasarnya Adrian dan David tidak begitu akrab satu sama lain dan terlihat seperti orang tidak dikenali.


"Ini adalah ajang yang sangat bergensi dimana mempertemukan 10 sekolah terkaya dan terhebat. Ajang perlombaan ini juga sebagai suatu dorongan untuk melahirkan bibit generasi renang yang akan mewakili negara kita dikancah Internasional. Demikian pidato singkat saya. Saya ucapkan terima kasih"


Semua orang bersorak bahagia mendengar pidato dari Hardi Mulya dan dapat melihat langsung pengusaha terkaya di kota ini.


Perlombaan pun segera dimulai dengan instruksi dari kepala sekolah Merci.


Aku mengganti pakainanku dengan baju renang dan mulai menghampiri kolam tersebut bersama David. Semua orang melihat tubuhku yang berisi dan tegap tersebut.

__ADS_1


"wah badan Riki bersi dan keren" puji juni


"David juga tidak kalah keren"


Kami bersiap siap untuk melakukan renang.


David, aku, Adrian, dan Tio melirik sedikit kearah lawan. Kami benar benar menjadi lawan dan bukan teman. Aku berdoa sebelum mulai.


Priittt


Suara pluit juri terdengar Aku berenang dengan kecepatan yang maksimal. Aku menutupi semua kekuatanku dari Adrian maupun David. Ini bukan sebuah kecurangan tapi strategi untuk mengalahkan lawan. Karena aku menyadari Adrian selalu memperhatikanku ketika latihan kemudian aku berpura pura buruk dalam berenang. David melihatku dan dia sangat terkejut dengan kecepatan berenangku. Dan tiba lah aku di finish pertandingan. Semua melihatku berdecak kagum termasuk paman dan bibiku yang juga ikut menonton pertandingan.


Setelah peserta putra kemudian giliran peserta putri yang memulai pertandingan. Aku melihat Adrian sangat marah atas kekalahannya atas diriku. Aku berdoa kepada tuhan agar kak Sarah yang menang. Aku melihat pertandingan dan ternyata kak Dini yang unggul di finish. Dini tersenyum bahagia melihat kemenangannya dan dia dihampiri orang tuanya. Hardi Mulya terlihat kesal dam emosi melihat anaknya hanya menepati posisi dua dan tiga. Posisi dua ditepati oleh David dan posisi tiga ditepati oleh Adrian.


"Para hadirin sekalian kita telah menemukan juara satu putra yang dulunya diduduki oleh Adrian namun, sekarang adalah Riki Wiranata.


Teriak juri bahagia


"Wiranata? bukannya itu nama belakang orang terpandang?" tanya Juni penasaran pada sahabatnya Moni


"Selamat Riki, juara dua diduduki oleh.... David Mulya anak pak Hardi Mulya dan juara ketiga ditempati oleh Adrian Mulya anak pak Hardi Mulya juga. Teriaknya dengan bahagia


"Bagi yang putri pemenangnya adalah juara bertahan tahun lalu Dini Amanda." teriak sang juri yang memekakkan telinga


"Juara kedua ditempati oleh Sarah Wijaya"


"Juara ketiga ditempati oleh Laura Wiranata" sambung juri tersebut


Aku terlihat senang ternyata rencanaku berjalan dengan lancar. Akhirnya aku bisa mendapatkan kak Sarah dan tidak dikeluarkan dari sekolah ini. Adrian wajahnya sangat kesal dan geram. Baru pertama kali dia terkalahkan di depan semua orang prinsipnya telah ternodai atas kekalahannya. Juri kemudian memberikanku hadiah berupa uang tunai 40 juta dan mendapat sertifikat.


Aku tersenyum bahagia atas pencapaian usaha dan rencana terselebungku. Ingatlah mengalahkan lawan bukan hanya tentang strategi tapi bagaimana lawan merasa kita lemah dan tidak berdaya padahal kita jauh lebih hebat darinya dia akan lengah dan hal itu sebagai kesempatan emas.

__ADS_1


__ADS_2