Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Penasaran


__ADS_3

Keesokan paginya aku sudah sedikit bugar walaupun masih ada rasa nyeri di tubuhku akibat ulah ketua osis yang sok jagoan tersebut. Aku mulai memasak makanan sebisaku yang simple. Setelah aku menyantapnya dengan lahap aku mendengar ketukan pintu aku harap-harap bahagia. Dalam hatiku mungkin kak Sarah karena aku sangat merindukannya hari ini.


"Assalamualaikum Ki"


Kok seperti suara laki-laki dan aku sangat mengenal suara ini. Pasti David, yaaa.. padahal aku sudah berharap kak Sarah yang datang.


"Walaikum salam tumben pagi-pagi datang" aku merasa heran jarang sekali David datang sepagi ini. "Aku hanya ingin berangkat sekolah bersamamu" senyum David menghangatkan suasana "terima kasih Vid kau banyak membantu" aku membalas senyuman tipis di wajahku. "Ki, aku bawakan sandwich dari rumah untukmu, ayo makan!" David menawarkan sandwich padaku


"Vid terima kasih ya tapi aku sudah makan"


David tampak kesal. "aaaaa. aku ingin melihatmu makan sandwich ini agar hatiku tidak khawatir." aku tersenyum manis di wajahku. "Kalau aku gemuk bagaimana? aku benar-benar sudah makan." David makin kesal

__ADS_1


"Riki kau gak bakalan jadi gemuk setelah makan sandwich. yang gemuk itu pacarku."


Aku tertawa geli melihat ucapan David kemudian aku berpura-pura kanget "Apa!"


Waduhh kenapa keceplosan gini, Ini akibat dari kesalku padamu Riki. Aduhhh bodoh sekali dirimu David.


"Riki, ayo makan sandwichnya" David mengalihkan perhatianku "David kau sudah punya pacar ya, kenapa tidak memberitahu?" tanyaku penasaran. "Tidak, aku tidak punya pacar"


"Serius! aku menaikkan alis mataku tanda penasaran. "Iya loh.. Sudah lah jika tidak mau makan sandwichnya biar aku saja yang makan." kesal David karena aku menolak makan sandwichnya. Dia makan sandwichnya untuk membubarkan pikiranku dari pertanyaan tentang pacarnya. "David kalau kau punya pacar beri tahu aku ya?" sambil senyum- senyum lucu melihat gelagat David yang gemeteran


Riki Kau membuatku kesal, tidak mungkin kan aku katakan pacarku gemuk, aaaa itu sama sekali tidak mungkin ku katakan. Bahkan kami ini sepasang ke kasih yang tidak saling mencintai.

__ADS_1


"iya, kau tenang saja Ki kau orang pertama yang ku beri tau" senyum David. Ayo berangkat barsamaku! mobilku sudah di gerbang menunggu kita."


Aku dan David menuju mobil, mobil berjalan dengan kecepatan sedang menuju sekolah SMA International School.


"Lihat itu" sambil menujuk-nunjuk David. "David makin hari makin ganteng ya" kak Moni kagum dan ada warna merah malu di pipinya.


"Riki juga makin ganteng tuhh" ucap kak Juni kagum. "heh! apanya yang ganteng?"


"Bodoh sekali dirimu Moni, dia semalam habis dipukulin dan dia sekarang masih sanggup ke sekolah. dia benar-benar pria tangguh. laki-laki idaman. Bagiku pria tangguh adalah pria yang paling ganteng" sambil menopang pipinya. "Heh jomblo, jangan melirik laki-laki dong, ayo segera gebet mereka." ucap Anita. "Dasar Juni bodoh, pria miskin disukai ihh" sewot kak Laura seketika. kak Juni marah karena laki-laki yang dia sukai di hina "Laura jangan sewot deh, kalau dia miskin memangnya kenapa? tanpa orang miskin gak bakalan ada tuh namanya orang kaya." ucap kak Juni kesal. "Memang susah ya ngomong sama orang yang jatuh cinta. Udah tahu miskin, masih aja disukai" ucap kak Laura menambah keributan. "Heh dari pada kau. perebut pacar orang!"sewot kak Juni. "Dasar wanita-wanita bodoh yang lagi jatuh cinta" ucap kak Anita cekikian. "Heh sudah lah kita gebet orang yang kita sukai mulai sekarang! tidak peduli dengan statusnya apa, yang penting kita mendapatkan apa yang kita inginkan." semua tampak tersenyum "setuju. ucap mereka serentak


"Novi, itu Riki bukan sih? kok dia makin hari, makin ganteng aja" ucap kak Lia senyum. "lihat wajahnya lebam begitu kau bilang ganteng. Aneh sekali dirimu." ucap kak Novi membantah ungkapan kak Lia. "Bagiku laki-laki tangguh adalah laki-laki ganteng, kau tau tidak semalam dia membungkam Adrian. Walaupun dia habis di pukulin tapi dia buat rencana keren loh. Sampai-sampai Adrian mau buat starategi untuk ngalahin Riki" kak Novi berbinar "Wahh benarkah itu? dapat gosip dari mana? Keren sekali Riki jika itu benar-benar kenyataan. Belum ada seorang pun yang berani menantang Adrian kecuali Riki." ucap kak Novi kagum " Novi, kau jangan ikut-ikutan suka ya. Aku tidak rela" ucap kak Lia untuk menumbangkan lawannya. "heh! dia kan jomblo, kita berdua masih punya kesempatan" ucap kak Novi bersemangat. Kak Dini mendengar perkataan mereka "ihh tua-tua mau pacaran sama adik kelas. Memangnya di kelas kalian, tidak ada laki-laki yang bisa kalian pacarin." kak Lia makin sewot. "Dini adik kelasku yang tomboy, kau kan seperti laki-laki mana bisa kau suka sama laki-laki. Ayo ubah dirimu pasti kau bakalan merasakan kesemsem sama Riki kayak kami."

__ADS_1


Sudah gila kurasa mereka, dulu menghinanya. eeeh sekarang malah mereka jatuh cinta. Dasar wanita-wanita bodoh


__ADS_2