
Keesokan paginya suasana dingin mencekam, aku bangun dan melihat matahari yang masih malu-malu untuk muncul. Ku buka jendela terlihat udara pagi segar menyelinap masuk dan menerpa tubuhku. Terasa dingin yang menyelimuti pagiku. Aku keluar kamar menyelesaikan tugas dan kewajibanku dirumah yang mengerikan ini. Aku lihat mobil memasuki rumah dan terlihat seseorang mengetuk pintu.
tok tok tok
Krekk paman Aman membukakan pintu
"Ada apa nona datang kesini?" suara lembut paman yang baru pertama kali ku dengar di rumah ini. "Saya mencari Riki. Beraninya dia membuat kotor bajuku" amarah gadis tersebut yang tidak lain adalah kak Sarah.
"Riki! Riki! Cepat kemari!" suara paman meninggi membuatku lari dari dapur ke hadapan paman. "Beraninya kau!" satu tamparan di wajahku.
ya tuhan, begitu teganya paman itu terhadap Riki tanpa berunding dan membicarakan terlebih dahulu dia langsung saja menampar. Maafkan aku Riki. Sarah
"Paman tenang lah, aku ingin membawa Riki dan menghukumnya" wajah paman semakin geram. "Tidak usah repot-repot nona aku yang akan menghajar anak tidak tahu di untung itu. lagi pula dia masih banyak pekerjaan" kak Sarah menggelengkan kepala. "Tidak usah paman, aku dan orang suruhanku yang akan menghukumnya"
"tuan aku mohon! biarkan aku dirumah, aku takut terhadap hukuman nona itu"
" Baiklah Riki kau ikut dengan nona itu biar kau tahu akibatnya" gelak tawa paman sepertinya dia sangat suka sekali aku tersiksa. "Baikalah paman aku butuh dia dalam satu hari penuh."
Aku diseret masuk ke dalam mobil aku meronta ronta tidak ingin masuk namun, kedua pria yang bertubuh tegap tetap menyeretku. Wajah senyum girang terpapar di wajah paman.
"Riki ektingmu ciamik sekali" puji kak Sarah padaku. "Hehe tapi kak, pipiku sakit setelah ditampar" sambil memegang pipiku kak sarah memberikan obat, dan terasa dingin di pipiku, dia menyentuh pipiku benar-benar lembut. "Masih sakit dek?" aku tersenyum tipis dengan memandang wajahnya yang imut. "Sudah mendingan kak"
Mobil tersebut berhenti di sebuah restauran termewah. Kak Sarah memesankan makanan "Ayo dek di makan!" Aku makan dengan lahapnya kak Sarah memperhatikanku dengan cukup lama dengan senyum dan menahan sedikit tawanya. "Kau mau lagi? Makan saja punyaku, aku tidak masalah" dia tertawa dan menutup mulutnya. "Memangnya semalam kau tidak makan ya? lahap sekali kamu memakan makanan itu" tundukku malu sambil menganggukkan kepala.
Setelah makan,mobil kak Sarah menuju kesebuah taman yang cukup indah. Kami duduk di bangku yang terbuat dari kayu. Angin menerpa dari segala penjuru.
"Ayo ceritakan semua kisahmu bukannya kau sudah berjanji?"
__ADS_1
"hem aku bingung kak harus mulai dari mana?" kak Sarah berpikir "dari awal saja sebelum ayah dan ibumu meninggal"
"nona ini dua eskrimnya" Supir kak sarah memberikan eskrim dan kak Sarah memberikan satu padaku.
"keluargaku adalah keluarga terpandang. Ayahku seorang pengusaha tambang batubara. Aku hidup serba berkecukupan. Aku hidup dengan penuh kemewahan sama sepertimu kak. Ibuku adalah seorang disainer terkenal dan cukup kaya, dia adalah ibu yang terbaik dalam hidupku. Namun tragedi mengerikan terjadi. Mobil ayah menabrak pengendara bermotor. Aku tidak ingat pasti apa yang terjadi pada saat itu. Aku pingsan, setelah aku sadar aku melihat jerit tangis keluargaku termasuk paman dan bibiku yang aku tinggal dirumahnya"
"oh jadi kamu yang selamat sendiri? harta ayahmu kan banyak kemana semua?"
"oke ku lanjut ya kak" sambil berkaca-kaca aku menceritakannya. "Semua orang menangis dihapanku, aku juga ikut larut dalam kesedihan walaupun aku masih kecil. setelah Ayah, ibu dan adikku di makamkan aku tinggal bersama nenekku. Namun setelah satu tahun, nenekku menyusul ayah, ibu dan adikku. tapi ketika dia hidup aku selalu bertanya nek, mana ayah, ibu, dan adik mereka kenapa tidak bersama kita?.
Nenekku selalu menangis ketika aku bertanya pada nenek mengenai hal itu. Namun, tanpa bosan aku selalu bertanya seperti itu."
pak supir datang membawakan roti lapis coklat. "nona ini rotinya"
"Baik letak di situ saja ya"
"baiklah kak"kak sarah memegang tanganku "ayo! lanjut ceritanya"
"ketika nenek meninggal, aku tinggal bersama pamanku. karena harta ayah dan ibu sudah mereka bagikan dan tidak ada tersisa sedikit pun untukku. Awalnya paman dan bibiku baik namun, setelah 3 hari aku tinggal bersamanya semua berubah dia sering memukulku, menghukumku dan menyiksaku"
Sedih sekali kisahmu, aku bahkan selalu membentak orang tuaku. Namun, dirimu berharap agar orang tuamu masih bersamamu. Sarah
Hari mulai sore, kak Sarah memerintahkan anak buahnya untuk menulis surat perjanjian. Setelah anak buahnya menyerahkan surat tersebut. mobil kak Sarah menuju rumah paman.
"Permisi"
tok tok tok
__ADS_1
kak Sarah mengetuk pintu. "Nona silahkan masuk!" kak Laura menatap gadis yang dipersilahkan ayahnya untuk masuk. "Hemm kamu Sarah kan? Ayo silahkan duduk! kamu kok bersama Riki? Kak Sarah menjentikkan tangan." berikan surat ini pada mereka"
"Baik nona"
Paman aman, bibi Reni dan kak Laura membaca isi surat tersebut secara bergantian "Saya akan membeli Riki untuk saya jadikan pembantu di rumah saya, selama mungkin sesuai dengan yang saya tentukan. kepada pihak yang bersangkutan Aman Wiranata Dan Reni Damayanti dengan harga 25 juta rupiah.
"penghinaan apa ini?" teriak paman Aman
"saya tidak bermaksud menghina tapi setelah saya hukum Riki dan ternyata saya belum puas menyiksanya. Jawab kak Sarah
"Sudah mas kita terima saja uangnya. Bukankah kita membencinya? Biarkan saja dia tersiksa" bibi memecah keributan.
"Baiklah, bawa dia" jawab paman Aman.
Kak Sarah memerintahkan paman Aman menanda tangani surat perjanjian. Anak buah kak Sarah mengambil baju dan semua peralatan penting bagiku.
Aku dibawa ke mobil dan salah satu anak buah kak Sarah menyerahkan uang tersebut. Kak Laura dan Bibi Reni sangat bahagia mendapatkan uang yang begitu banyak tanpa usaha.
"tidak sia-sia mama memungut anak itu setelah kita kuasai hartanya sekarang kita mendapatkan uang banyak dari wanita bodoh itu" gelak tawa bibi Reni
"Benar ma, habis ini kita belanja apa?"
"kita bakal belanja sepuasnya" senyum bibi Reni
Mobil tersebut membawaku ke rumah Sarah.
Aku dipersilahkan turun dan telah disedikan Rumah belakang yang lumayan bagus, Aku diberikan kunci dan dipersilahkan tinggal disini. Akan tetapi kak Sarah menjadikanku tukang kebun sebagai alasan kepada paman dan bibiku agar nanti mereka tidak curiga padaku"
__ADS_1
Inilah awal mula Aku jatuh cinta pada kak Sarah, benih-benih cinta tertanam dihatiku. Tergores indah nama Sarah di hatiku. jantungku berdetak menyebut nama Sarah tanpa hentinya dan di setiap doaku selalu ada namanya. Ini bukan tanpa alasan aku jatuh cinta padanya. Selain dia cantik, dia punya hati yang mulia menambah plus kecantikannya.