Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 22 - Gadis itu kembali


__ADS_3

Ch. 22 - Gadis itu kembali


Tetapi, setelah beberapa detik, semua orang yang berada di kedai itu tidak lagi memperhatikan mereka.


Kedai itu sangat ramai, mereka berjalan menuju tempat memesan makanan yang ada di kedai itu.


Tap ... tap ... tap ...


"Alisya, kau harus tetap bersamaku. jangan pergi tanpa seizinku," ucap albara, dengan merasa sangat khawatir.


"Ba-baik," ucap alisya, dengan merasa sangat gugup.


Seorang gadis yang memiliki kedai itu menyapa mereka, ia berkata,"Selamat datang di kedai kami. perkenalkan, namaku adalah Rein, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya rein, yang ternyata pemilik kedai itu, dengan merasa penasaran.


"Oh, kami hanya ingin membeli dua makanan untuk makan siang. dan juga, apa anda tau tempat apa ini?" tanya albara, dengan merasa penasaran.


"Tuan, ini adalah desa penjelajah kerajaan kami. apa anda adalah seorang penjelajah?" tanya rein, dengan merasa penasaran, saat sedang mengatakan itu.


"Desa penjelajah? aku tidak pernah mendengarnya. sebenarnya kami adalah penjelajah. apa pernah ada penjelajah dari Grup BluEx yang datang ke kedai ini?" tanya albara, dengan merasa penasaran.


"Grup Penjelajah BluEx, aku pernah mendengar tentang penjelajah itu. mereka berada di wilayah Utahara. tetapi, sangat sulit untuk pergi ke wilayah itu, " ucap rein, dengan merasa sangat gugup, saat sedang mengatakan itu.


"Be-benarkah? a-apa kau tau dimana mereka? " tanya alisya, dengan merasa sangat penasaran.


"Heh ... I-itu aku mengetahuinya dari seseorang. Grup penjelajah BluEx pernah datang ke wilayah itu," ucap rein, dengan merasa sedikit gugup.


"Benarkah? bisakah kau memberitau dimana wilayah itu? di peta, aku tidak dapat menemukan lokasinya," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.


"Utahara adalah tempat yang sangat rahasia. hanya penjelajah terbaik yang boleh pergi ke tempat itu. katanya, tempat itu sangat berbahaya," ucap rein, dengan merasa sedikit gugup, saat mengatakan itu.


"Be-benarkah?" tanya alisya, dengan merasa gugup saat sedang mengatakan itu.


Tetapi, dengan percaya diri, albara berkata, "Tidak peduli, meskipun tempat itu sangat berbahaya. aku sudah berjanji kepada asisten jika aku akan menemukan orang tuanya. sekarang cepat katakan dimana tempat itu!" ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.


"Hehe, baik. aku akan membantu kalian. tapi jangan katakan kepada orang lain jika aku sudah memberitau tempat itu. berjanjilah kepadaku," ucap rein, dengan merasa gugup saat sedang mengatakan itu.


"Baik, tenang saja. kami pandai menjaga rahasia. benarkan asisten?" tanya albara, dengan merasa percaya diri saat sedang mengatakan itu.

__ADS_1


"Be-benar ... a-aku mohon bisakah anda membantu kami?" tanya alisya, dengan merasa sangat pensaran.


"Baiklah ... dengarkan perkataanku ini," ucap rein, dengan merasa sedikit gugup, saat sedang mengatakan itu.


"Baik, kami mendengarkan," ucap albara dan alisya, dengan merasa penasaran saat sedang mengatakan itu.


"Baik," ucap rein, dengan sedikit waspada.


Tetapi. krek ... seorang gadis membuka pintu kedai itu. dengan merasa sangat senang, ia berkata,"Hahaha, akhirnya aku menemukan kalian! setelah bersusah payah melewati barikade itu, sekarang ... bersiaplah untuk menyerah! " ucap gadis itu, dengan merasa sangat senang biaa menemukan albara.


"Dia lagi. kenapa dia selalu saja mengganguku?" tanya albara, dengan merasa sangat keheranan.


Semua pengunjung yang ada di dalam kedai. merasa terggangu karena gadis itu membuat keributan di tempat itu. semua orang memperhatikan gadis itu, mereka menatap secara bersamaan.


"Heh? kenapa kalian semua menatapku?" tanya gadis itu, dengan merasa penasaran.


Tap ... tap ... tap ...


Rein mendekati gadis itu. ia berkata,"Permisi nona, apa anda bisa berhenti membuat keributan. pengunjung kami sangat tergangu," ucap rein, dengan merasa sedikit khawatir, serta meminta agar gadis itu berhenti membuat keributan.


Gadis itu merasa keheranan. dengan percaya diri, ia menjawab,"Ha? memangnya aku peduli? aku hanya ingin mengalahkan orang itu saja. dia sudah berani-"


Duar ... gadis itu terpental jauh akibat menerima serangan kuat itu.


Plak ... buak ...


"Gawat, ini semakin buruk saja. jujur saja ini sangat berlebihan. dia bahkan sampai menyerang gadis itu," ucap albara, dengan merasa sangat khawatir, melihat rein menyerang gadis itu.


"Hmm ... gawat, bagaimana ini?" tanya alisya, dengan merasa sangat khawatir melihat itu.


Semua pengunjung yang ada di kedai, melihat kejadian itu. mereka tidak membantu gadis itu, dan hanya menonton saja. mereka hanya terdiam serta terlihat tidak peduli dengan gadis itu.


Sementara itu, gadis itu merasa sangat kesakitan karena menerima serangan kuat itu. "Uhuk ... uhuk ... A-aduh, sakit sekali," ucap gadis itu, dengan merasa kesakitan karena menerima serangan dari rein.


Rein mendekat, ia menatap gadis itu dengan wajah yang sangat marah. Tap ... tap ... tap ...


Scring ... Ia mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


Tap ... tap ...


Dengan merasa sangat kesal, ia berkata,"Hei kau gadis kecil! beraninya menggangu calon pelanggan kedaiku! dalam peraturan kedai ku. jika ada seseorang yang berani membuat keributan dan menakuti pelangganku! maka aku akan menghajarnya, sampai dia minta maaf kepada pelangganku! cepat minta maaf kepada penjelajah ini, dan aku akan mengampunimu!" ucap rein, sambil merasa sangat kesal dengan sikap dari gadis itu.


Gadis itu kemudian berdiri. ia terlihat sangat percaya diri. dengan percaya diri, ia berkata,"Haa? boleh juga. aku akan bertarung melawanmu!" ucap gadis itu, dengan merasa sangat percaya diri.


"Heh ... nyalimu ternyata lebih besar dari perkiraanku. karena kau sudah mengatakan itu, aku tidak perlu ragu lagi untuk menyerangmu!" ucap rein, dengan merasa sangat percaya diri.


"Bersiaplah untuk kalah!" ucap gadis itu, dengan merasa sangat percaya diri.


Scring ... gadis itu mengeluarkan pedangnya.


"Haha, seharusnya aku yang mengatakan itu!" ucap rein, dengan merasa sangat bersemangat untuk bertarung.


Albara merasa sangat khawatir,ia berkata,"Gawat, apa mereka akan serius untuk bertarung?" tanya albara, dengan merasa sangat keheranan melihat kejadian itu.


"Ka-kalian, jangan bertarung," ucap alisya dengan merasa sangat gugup, saat sedang melihat kejadian itu.


Tetapi, mereka tidak mendengarkan perkataan alisya. mereka bersiap untuk bertarung.


"Asisten, mereka tidak mendengarkanmu. sebaiknya kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini," ucap albara, dengan merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi.


"Hm ... a-apa semuanya akan baik-baik saja? Tuan penjelajah, lakukan sesuatu untuk menghentikan pertarungan ini," ucap alisya, dengan merasa sangat khawatir melihat kejadian itu.


"Tidak, aku tidak ingin terlibat dalam pertarungan ini. kau sebaiknya duduk dan lihat saja apa yang akan terjadi," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.


Tiba-tiba, Push ... Gadis itu mulai menyerang rein. ia menyerang cukup cepat.


"Haha, rasakan seranganku ini!" ucap gadis itu, dengan merasa percaya diri.


Pling ...


Plang ...


Rein berhasil menghindar dan bertahan dari serangan itu. dengan percaya diri, ia berkata,"Serangan lemah seperti ini, tidak akan bisa melukaiku!" ucap rein, dengan merasa sangat percaya diri.


"Apaa! beraninya kau!" ucap gadis itu, dengan merasa sangat kesal.

__ADS_1


(Bersambung ... )


__ADS_2