Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 31 - Gadis di istana


__ADS_3

EXPLORER: KOTA YANG HILANG


Ch. 31 - Gadis di istana


Setelah mengetahui jika alisya dan Rein berada di istana pemanah. Albara berlari dan pergi untuk mencari mereka ke dalam istana itu.


"I-ini? istana ini sangat besar ... aku tidak menyangka akan melihat istana sebesar ini ... tempat ini sejujurnya belum pernah aku kunjungi. banyak misteri di balik ini. aku merasa penasaran!" Ia merasa sangat bersemangat saat melihat istana itu, ia memperhatikan istana itu dengan penuh penasaran.


Tap tap tap ...


ia pergi menuju jalan untuk masuk ke dalam istana itu. Akan tetapi, jalan masuk ke istana, terdapat sebuah pintu besar yang menghalanginya. ia harus mencari cara untuk melewati itu. ia berpikir dan mengetahui cara masuk ke istana itu.


Di dalam istana, terlihat seorang gadis sedang menunggu albara untuk datang masuk ke dalam ruangan itu. ia terlihat sangat senang dan juga tersenyum menunggu kedatangan albara.


Ia berkata,"Albara ... orang yang aku sukai ... aku tau kau akan datang ke tempat ini."


Krek ...


Pintu itu berhasil dibuka. terlihat, juga albara berada dihadapan gadis itu. ia kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan itu.


Syus ... Angin bertiup sanga kencang tepat setelah pintu itu terbuka. terlihat, albara datang dengan merasa bersemangat.


Ia kemudian berkata,"Namaku adalah albara ... penjelanjah terkenal dan juga penjalah terbaik di dunia ... aku sudah menemukanmu! sekarang kau tidak bisa kabur dariku lagi!"


Syuss ... Angin semakin kencang, terlihat dedaunan beterbangan.


Gadis itu tersenyum, ia merasa senang dengan kedatangan albara. ia kemudian berkata,"Aku sudah menunggumu ... akhirnya kau datang juga penjelajah ..."


Tap tap tap ...


Sreett ...


Albara berhenti, ia kemudian menjawab,"Aku juga senang bisa melihatmu! tapi ... kau akan aku kalahkan!"


Push ... Albara melompat dan menyerang gadis itu.


"Hm ... jadi kau ingin bertarung?" Gadis itu terseyum, ia kemudian mengambil pedangnya dan bertarung melawan albara.


Push ... Mereka berdua melompat secara bersamaan. terlihat, pertarungan akan segera terjadi.


Pling ...

__ADS_1


Mereka berdua bertarung dengan sangat gigih. pertarungan mereka seimbang, tapi albara merasa sedikit kelelahan.


Sreett ...


"Huh ... ternyata kau bisa bertarung menggunakan pedang. aku tidak menyangka kau bisa mengalahkanku ... tapi kenapa kau tidak melakukanya?" Albara menghela napas, ia merasa sangat bersemangat saat bertarung melawan gadis itu.


Gadis itu tersenyum, ia kemudian menjawab,"Hm ... Apa kau mengira aku akan kalah dengan serangan seperti ityu? sejujurnya ... aku ingin kau bersamaku selamanya!"


Albara merasa sangat kebingungan dengan apa yang baru saja ia dengar, ia merasa penasaran dan menjawab,"Apa maksudmu? kenapa kau ingin aku bersamamu?"


Gadis itu menjawab,"Karena ... aku menyukaimu ... "


Albara merasa kaget, ia kemudian menjawab,"Maaf ya ... aku sudah menyukai seseorang ... dia selalu ada untukku ..."


Gadis itu merasa sedikit kesal, ia kemudian menjawab,"Hmph ... jadi begitu? tapi aku tidak akan kalah dari orang itu!"


Albara merasa senang, ia kemudian berkata,"Apa kau serius menyukaiku? kau terlihat sangat muda ... bahkan aku tau kau lebih muda dariku ... kau pasti berumur 15 tahun kan?" albara merasa penasaran saat mengatakan itu, ia memperhatikan gadis itu dan merasa yakin dengan perkataanya.


Gadis itu tersenyum. ia kemudian menjawab,"Em ... kau benar. tapi kau juga terlihat sangat muda, apa kau mau menjadi suamiku?"


Albara merasa kaget saat mengatakan itu, ia kemudian menjawab,"Apa maksudmu? aku sebenarnya akan segera menikah ... "


Gadis itu merasa bersemangat, ia kemudian menjawab,"Sayang sekali ... tapi aku tidak akan menyerah sampai kau mau menikah denganku."


Kemudian, gadis itu menjawab,"Em ... apa kau ingin aku menyelamatkan mereka? mereka? sebaiknya kau tidak melawan kakak."


Albara merasa sedikit khawatir, ia kemudian menjawab,"Apa maksudmu? apa kau tidak terlibat dalam masalah ini? kenapa kakakmu membawa mereka pergi?"


Gadis itu mendekat ke arah albara, ia memegang dagu albara dan menjawab,"Jika kau ingin mengetahuinya ... maka kau harus melakukan sesuatu untukku ..."


Albara merasa sangat gugup, ia kemudian menjawab,"Ka ... kau sedang apa? ke-kenapa kau melakukan ini? apa yang bisa aku lakukan?"


Gadis itu semakin mendekat, ia kemudian berkata,"Em ... wilayah kerajaanku sedang dimasuki oleh penyusup ... aku ingin kau membantuku menjaga perbatasan ... "


Albara kemudian menjawab,"Aku tau ... aku akan meminta kakek untuk mengirim pasukan serta membangun pangkalan militer di dekat kerajaanmu ... apa kau puas sekarang? cepat bantu aku ... "


Gadis itu merasa senang, ia tersenyum dan berkata,"Itu sudah cukup bagiku ... tapi, aku ingin kau mengalahkan penyusup yang datang ke tempat ini sekarang!"


Duar ...


Terlihat, beberapa orang serang masuk ke dalam istana itu lewat jendela dan pintu masuk. mereka bersenjata pedang. terlihat, mereka pasukan yang berbahaya.

__ADS_1


Mereka mengelilingi albara dan mengepungnya. albara merasa sanga khawatir, ia mengambil pedangnya untuk bersiap bertarung.


"Hei ... kenapa aku harus terlibat masalah kerajaanmu gadis kecil?"


Gadis itu menjawab,"Em ... kaulah yang sudah membawa mereka ke istanaku ... sekarang kau harus mengalahkan mereka!"


"Tapi ... apa kau tau mereka siapa? mereka adalah ahli pedang dari negara skar ... apa kau pikir aku bisa mengalahkan mereka?" Albara merasa sedikit bersemangat, tapi ia khawatir bertarung melawan mereka.


Gadis itu menjawab,"Em ... apa kau ingin menjadi lebih kuat? baiklah ... aku akan memberimu pedang kerajaanku ... "


"Apa?"


Tiba-tiba, cahaya terang menyinari albara. sepertinya, ia diberikan pedang khusus oleh gadis pemanah itu.


Ia mengambil pedang itu, kemudian, ia menjawab,"I-ini? apa kau yang melakukanya? siapa kau sebenarnya?"


Gadis itu menjawab, ia kemudian berkata,"Sudahlah ... aku memberimu pedang sakti itu ... sekarang kau tidak terkalahkan, bahkan mereka tidak akan bisa melukaimu."


Albara merasa bersemangat, ia kemudian menjawab,"Benarkah apa kau serius ingin memberikan senjata ini?"


"Aku serius ... tapi pedang itu hanya bisa digunakan di wilayah kerajaanku saja ... jika kau menggunakan pedang itu diwilayah lain, maka kau tidak akan bisa mengalahkan musuhmu."


"Baiklah, ini lebih dari cukup untuk mengalahkan mereka!"


Pasukan musuh merasa kebingungan, mereka kemudian berkata,"Apa yang mereka sedang bicarakan? kenapa tiba-tiba ada pedang yang muncul?"


Salah satu temaya berkata,"Apa kau sedang bercanda! jangan biarkan mereka bicara lagi! cepat kita kalahkan mereka!"


Push ... mereka semua melompat dan menyerang albara.


Albara memperhatikan mereka, ia kemudian menyerang mereka.


Buak ...


Pertarungan sangat sengit, tetapi albara berhasil mengalahkan mereka. sekarang, ia terlihat sangat kelelahan setelah bertarung melawan mereka.


"Huh ... akhirnya aku bisa mengalahkan mereka ... tapi ada apa denganku? kenapa aku sangat pusing sekali? i-ini kenapa? kenapa semuanya berputar? ada apa ini?"


Ia terlihat agak lemas, kemudian ia terjatuh dan pingsan.


Brug ...

__ADS_1


Plang ...


Bersambung ...


__ADS_2