
Ch. 43 - Pergi kencan terlebih dahulu
Hari semakin sore di kota utahara, 10 Menit setelah Mereka memasuki sebuah terowongan rahasia, yang dibangun oleh komandan Qing sewaktu kecil. Terlihat terowongan itu sangat gelap, albara menyalakan senternya dan merasa penasaran dengan terowongan itu.
"Wah ... tidak aku sangka kau membangun terowongan sebesar ini ... bukankah ini pekerjaan yang sangat sulit?" Ia melihat-lihat dan merasa kagum melihat terowongan itu. Alisya merasa gugup saat masuk ke dalam terowongan itu. ia mengikuti albara dari belakang.
Komandan Qing memperhatikan dan melihat sebuah tangga serta jalan untuk masuk ke kota di terowongan itu, dengan penasaran ia berkata,"Kalian ... Sebelum kita pergi menyusup ke istana ... alangkah baiknya kita pergi berkeliling ke kota ini. ada urusan yang harus aku selesaikan. kita akan bertrmu lagi di sebuah penginapan. sampai jumpa."
Komandan Qing keluar dari terowongan itu. ia menaiki tangga itu dan keluar lewat lubang yang ada di atas terowongan itu.
Albara keheranan, ia sedikit curiga dan menjawab,"Baiklah ... aku dan asisten akan berkeliling. bagaimana menurutmu asisten?"
"Em! jika tuan ingin berkeliling ... maka aku juga ikut." Terlihat alisya sangat bersemangat berkeliling bersama albara. ia terlihat sangat senang dengan ajakan itu.
"Baik ... sudah diputuskan. ayo kita mencari informasi lagi."
Mereka menaiki tangga itu, dan keluar lewat sebuah lubang. "Huh ... akhirnya sampai juga di atas ..." Terlihat mereka sedang berada di tempat yang sangat misterius.
"Ha? kenapa tempat ini sangat sunyi? dimana komandan Qing berada?" albara memperhatikan tempat itu, ia menyadari jika tidak ada satupun orang yang lewat di tempat itu.
Alisya tidak lama ia keluar dengan melewati lubang itu, ia menyusul albara dan berkata,"Tuan ... apa kita sebaiknya kita pergi makan malam?"
Albara mengingat jika ia lupa untuk makan malam, dengan merasa keheranan ia menjawab,"Hehe ... maaf, aku lupa mengajakmu makan malam. sebaiknya kita pergi ke restaurant yang ada di kota ini ... bagaimana menurutmu?"
Alisya dengan senang menjawab,"Pergi ... makan ... malam dengan tuan. a-apakah tuan mengajakku kencan?"
Tap tap ...
"Cepatlah, aku ingin menyelesaikan misi ini dengan cepat." Tiba-tiba albara sudah berjalan cukup jauh dari alisya.
"Ha? tu-tunggu aku!" Alisya sangat kaget menyadari jika albara sudah berjalan cukup jauh. ia mengejar albara dan menyusulnya dengan berlari.
"Tunggu!" Albara berhenti, ia terlihat sangat keheranan setelah melihat sesuatu.
"Ha,"
Brug ... alisya tidak sengaja menabraknya dari belakang. ia terlihat sangat kesakitan karena menabrak albara.
"Aduh ... tuan, ma-maafkan aku. a-aku tidak sengaja ..." Terlihat alisya sedang meminta maaf kepada albara.
"Gawat! Asisten! kita harus bersembunyi!" Albara kaget karena ia menyadari sesuatu dan membawa alisya bersembunyi di semak-semak.
__ADS_1
"Ha? bersembunyi ... emmm ..."
Ia menutup mulut alisya dengan tanganya, dan memeluknya. albara terlihat sangat panik dan sedang memperhatikan sesuatu.
"Emm ..." Alisya, ia gugup dengan kejadian itu. wajahnya memerah, ia gemetaran menyadari jika albara melakukan itu kepadanya.
Tap tap ...
Tiba-tiba, beberapa tentara berjalan melewati tempat itu dengan membawa senjata. terlihat mereka sedang mendekati semak-semak tempat albara dan alisya bersembunyi.
Salah satu dari mereka berkata,"Hei! apa benar mereka berada di tempat ini?" terlihat mereka sedang mencari seseorang di tempat itu.
Seseorang kemudian menjawab, "Dasar ... kita harus menemukan orang itu! mereka pasti bersembunyi di dekat tempat ini. cepat cari mereka, aku yakin mereka pasti bersembunyi di semak-semak."
"A-apa?" Tidak sengaja, albara mengeluarkan suara.
Seorang tentara mendengar suara itu dan berkata,"Hoi! apa kau mendengar suara yang aneh di tempat ini? aku mendengar suara di semak-semak."
Seseorang menjawab,"Hoi ... cepat periksa di semak-semak itu! mereka pasti bersembunyi di semak-semak itu!"
Tap tap ...
Mereka mencari albara dan alisya ke semak-semak itu. albara sedang mengeluarkan pistol yang ia bawa, ia bersiap untuk menembak dengan senjatanya.
Ting ... Tung ...
Tiba-tiba, Suara panggilan dari alat komunikasi mereka berbunyi. salah satu dari mereka kemudian berkata,"Iya pak, kami sudah mencari mereka di tempat ini, tapi tidak berhasil menemukan mereka."
Seseorang yang menghubungi lewat alat komunikasi itu menjawab,"Kalian diminta untuk kumpul di markas! lupakan misi pencarian itu!"
"Baik pak ..."
Atasan mereka memerintahkan mereka untuk kembali ke markas. salah satu dari mereka berkata,"Perintah dari komandan ... ayo kita pergi ke markas."
"Hoi! bukankah ini adalah misi yang sangat penting? kenapa kita harus kembali?"
Dengan keheranan tentara itu menjawab, "Lupakan tentang misi ini! kita harus menuruti perintah dari atasan kita! ayo pergi!"
"Baiklah ..."
Tap tap tap ...
__ADS_1
Mereka pergi meninggalkan tempat itu. kini, albara bisa bernapas lega karena ia berhasil bersembunyi dengan aman bersama dengan alisya.
Dengan merasa lega, ia kemudian berkata,"Huh ... Syukurlah mereka pergi. asisten ... apa kamu baik-baik saja?"
Wajah alisya memerah setelah kejadian itu. ia dengan sangat gugup menjawab,"Tu-tuan ... me-mereka siapa? ke-kenapa kau tiba-tiba melakukan itu?"
Dengan merasa gugup albara menjawab,"Asisten ... maafkan aku, aku melakukan ini agar kita tidak ketahuan menyusup ke tempat ini. mereka pasti adalah tentara yang diperintahkan untuk mencari kita."
"Tuan ... sekarang kita harus bagaimana?" Alisya terlihat sangat penasaran dengan rencana mereka selanjutnya.
Albara terlihat sangat senang dan menjawab,"Tentu saja kita akan makan malam bersama. ayo, sekarang sudah aman ... saatnya kita makan."
Tap ... tap ...
"Em! baik."
Setelah 10 menit berlalu.
Mereka menemukan sebuah restaurant yang berada tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya.
Krek ...
Mereka kemudian masuk ke dalam restaurant, dan membuka pintu. terlihat restaurant itu sangat ramai dikunjungi oleh banyak orang. kebanyakan dari mereka adalah seorang penjelajah yang makan malam di restaurant itu.
Terlihat, saat mereka masuk lewat pintu itu. hampir semua pengunjung memperhatikan kedatangan mereka dengan tatapan yang sangat aneh.
Albara merasa sedikit curiga karena diperhatikan seperti itu. ia kemudian memegang tangan alisya dan berkata,"Asisten ... sebaiknya aku memegang tanganmu supaya kau tidak pergi jauh dariku."
"Ha ... me-memegang tanganku? Em ... ba-baik. a-aku ti-tidak keberatan." Terlihat, alisya sangat gugup karena tanganya dipegang oleh albara.
"Tatapan mereka ... kenapa mereka terlihat sangat waspada saat kami memasuki tempat ini? tapi ... aku yakin mereka tidak mengetahui tentang kami."
Kemudian, Mereka duduk di sebuah tempat dan memesan sebuah makanan. Terlihat seorang pelayan di restaurant itu mendatangi mereka dan bertanya,"Tuan ... Ada ingin pesan makanan apa?"
Albara dengan senang ia memprhatikan alisya dan berkata,"Asisten ... kau bebas memilih makanan yang kau suka. karena ini adalah kencan antara kita berdua."
Alisya sangat senang sekaligus gugup dengan perkataan albara. ia terlihat sedikit malu dan menjawab,"Tu-tuan ... bo-bolehkah kalau aku memesan makanan yang aku suka? a-apa tuan serius?"
"Em! tentu saja, kau bebas memilih makanan yang kau suka."
Dengan merasa senang alisya menjawab, "Tuan yang baik sekali padaku. aku senang bisa memilih makanan yang aku suka, hore ..."
__ADS_1
"Hehe ... kau terlihat sangat senang."
Bersambung ...