
Ch. 45 - Saatnya untuk menyelamatkan!
"HOI! APA KAU BERCANDA! ISTANA ITU DIJAGA OLEH 200 ORANG! APA KAU INGIN KAMI BERDUA MENGALAHKAN MEREKA?"
Albara sangat kesal kepada komandan Qing, ia dengan kesal berteriak mengatakan itu. komandan Qing mengepalkan tanganya, ia dengan kesal kemudian melakukan serangan sambil berteriak,"Dasar kau! Bisakah kau tidak berisik!"
Buak ...
Albara menerima pukulan yang sangat kuat dari komandan Qing. ia terpental akibat menerima pukulan.
Brug ...
"Uhuk ... aduh, sakit sekali. he-he ... mengerikan sekali dia." Albara terlihat sangat keheranan, ia berbaring sambil merasa kesakitan.
"Ha? Tu-tuan ... a-apa kau baik-baik saja?" Alisya mendatangi albara, ia dengan khawatir melihat kondisi albara sambil menanyakan itu.
Terlihat albara kemudian duduk, ia dengan kesal menjawab,"Aku baik-baik saja asisten ... tapi pukulan itu sangat mengerikan."
Komandan Qing kemudian berkata,"Sudah cukup! saatnya membahas rencana penyelamatan ini! dengar baik-baik, istana itu dijaga oleh 200 tentara khusus, kita harus bisa masuk tanpa ketahuan."
Albara dengan penasaran menjawab,"Apakah hanya 200 orang yang menjaga istana itu? apa mereka adalah tentara terbaik dari negara skar?"
Komandan Qing dengan khawatir menjawab,"Jumlah ini belum tentu benar. kami sedang mencari informasi penjagaan istana itu ..."
Albara memperhatikan peta itu, ia melihat tempat dimana menara pengawas dibangun dan juga melihat taman di istana itu. ia dengan penasaran berkata,"Komandan Qing ... apa menara ini diisi oleh para penembak jitu? kita tidak mudah untuk memasuki istana ini tanpa mengalahkan mereka."
Komandan Qing merasa perkataan albara ada benarnya, ia dengan senang menjawab,"Kau memang benar ... ada 5 menara yang dibangun mengelilingi istana ini. semua menara itu diisi oleh para penembak jitu musuh ... tetapi kau jangan khawatir, aku bisa mengatasi mereka."
Albara memperhatikan kamar yang ada di istana itu. ia penasaran dan ingin mengetahui lokasi dimana rein berada sekarang, ia bertanya,"Apa kau sudah tau dimana rein berada? apa kau bisa memberitau dimana adikmu itu berada saat ini?"
Komandan Qing tersenyum, ia menjawab, "Hm ... pertanyaan yang cukup bagus. adikku sekarang berada di kamar lamanya ... setidaknya kamar itu memiliki sebuah jendela yang mengarah ke taman istana ... tunggu, jangan-jangan kau akan-"
Albara menyela, ia tersenyum dan menjawab,"Kita akan masuk lewat jendela dan menerobos dari taman. bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
Komandan Qing keheranan, ia berkata,"Ini terlalu berbahaya, apa kau yakin bisa melakukanya? apa kau tau akibatnya jika kau gagal menyelamatkanya?"
"Aku tau komandan ... di taman itu, terdapat banyak tempat untuk bersembunyi. di taman itu juga, terdapat banyak pepohonan yang bisa menghalangi penembak jitu mengetahui keberadaanku. ini adalah tempat yang sangat bagus, dan juga aku ingin kau menjemput kami menggunakan helikopter! ataupun kendaraan lain!"
Albara terlihat sangat serius dengann perkataanya. ia dengan berani mengatakan itu tanpa ada keraguan di dalam perkataanya.
Melihat albara sangat yakin dengan rencanaya, komandan Qing tidak bisa menghentikan rencana albara. ia menghela napas dan dengan keheranan berkata,"Huh ... Baiklah, apa boleh buat. aku percaya kepada kalian. jika kalian menyelamatkan rein, aku akan menyelamatkan ayahku. berjanjilah kalian harus kembali bersama rein dengan selamat!"
Albara berdiri, ia dengan senang berkata,"Serahkan saja padaku, komandan. aku berjanji akan menyelamatkan adikmu!"
Komandan Qing berdiri, ia tersenyum dan menjawab,"Panggil saja aku dengan namaku. namaku adalah Qing, senang bisa bekerja sama denganmu, albara."
Albara dengan senang menjawab,"Senang juga bisa bekerja sama denganmu Qing. baiklah, saatnya untuk menyelamatkan adikmu. Asisten! ayo!"
"Zzzz ..." Alisya tertidur di ranjang itu. ia sepertinya terlihat sangat kehelahan dan tidak sengaja tertidur.
"Astaga ... asistenmu ini memang merepotkan ..." Komandan Qing keheranan melihat alisya tertidur.
"Hehe ... sepertinya dia kelelahan ..." Begitupun dengan albara, merka keheranan, dan tidak menyangka jika alisya akan tertidur.
"Hm ... asisten, apa kau baik-baik saja? kelihatanya tempat ini tidak dijaga dengan ketat. saatnya untuk bergerak!"
"Em! Tunggu ..."
Albara keluar dari lubang itu, ia memperhatikan sekeliling taman itu dan tidak menemukan tanda-tanda kedatangan penjaga yang menjaga istana itu.
Ia mengamati istana itu dengan sebuah teropong dan menyadari tempat itu cukup aman untuk dilewati oleh mereka.
Alisya tidak lama kemudian keluar dari terowongan itu. ia dengan gugup berkata,"Tu-tuan ... ma-maafkan aku karena sangat lama keluar dari terowongan itu."
Albara dengan senang menjawab,"Asisten ... kau tidak perlu meminta maaf, aku seharusnya yang berterimakasih karena kau ikut dalam misi ini. bagaimanapun kau sangat istimewa ..."
Senang dengan perkataan albara, alisya tersenyum, ia dengan senang menjawab,"Tuan ... aku tidak akan megecewakanmu ..."
__ADS_1
"Aku akan selalu mengandalkanmu ... ayo, saatnya untuk menyelamatkan teman kita. persiapkan senjata kita." Terlihat albara mengeluarkan sebuah pistol, ia membawa pistol itu dan berjalan perlahan melewati taman itu.
"Baik tua .." Alisya kemudian mengikuti albara dari belakang, ia menyadari jika taman itu sangat sunyi tanpa ada penjaga sedikitpun yang berkeliaran.
Tap ... tap ... tap ...
Jarak kamar rein dengan taman ityu hanya berjarak 100 meter. mereka harus menerobos sampai 100 meter dan harus memanjat agar bisa sampai ke kamar rein lewat jendela.
Tap ... tap ...
Tiba-tiba beberapa penjaga berjalan di taman itu. mereka sepertinya sedang mengawasi tempat itu dan berpatroli pada malam itu.
"Asisten! gawat! cepat sembunyi!" Albara yang menyadari kedatangan mereka kemudian bersembunyi di semak-semak. mereka dengan gugup menunggu agar para penjaga itu melewati tempat itu.
Seorang tentara berkata,"Apa kau sudah memeriksa tempat ini? sepertinya tempat ini sangat mudah dilewati oleh penyusup."
Rekanya menjawab,"Heh ... kau tidak perlu khawatir, beberapa orang dari menara sudah mengawasi taman ini dan mereka tidak menemukan adanya pergerakan yang mencurigakan."
"Benarkah? kalau begitu kita tidak perlu khawatir lagi kan? sekarang kita bisa beristirahat."
Dengan senang rekanya menjawab,"Kau benar ... tetapi, misi kita adalah untuk mengawasi ruangan itu. tidak ada waktu untuk beristirahat, ayo kita pergi."
"Baiklah ..."
Mereka pergi dari taman itu. kini albara dan alisya bisa bernapas lega setelah kepergian mereka. Albara dengan gugup berkata,"Huh ... asisten, apa kau baik-baik saja? sepertinya mereka sudah pergi dari tempat ini."
Alisya dengan lega menjawab,"Tuan ... aku baik-baik saja. sekarang kita harus pergi untuk menyelamatkan rein!"
Albara dengan senag menjawab, "Kau benar ... saatnya untuk menyelamatkan tempat kita!"
Tap tap tap ...
Mereka berlari menuju ke kamar rein. terlihat pada malam itu langit disinari oleh cahaya bintang yang sangat terang.
__ADS_1
Bersambung ...