
Ch 25 - Masa lalu rein yang kelam
Dengan merasa sedikit gugup, rein berusaha untuk menceritakan masalah yang ia hadapi. ia berkata,"Sebenarnya, aku ingin menyelamatkan kakak."
Albara dan Alisya kaget, kemudian, Albara menjawab,"Ha? kakak? jadi kau meminta bantuan kami untuk bisa menyelamatkan kakakmu?" tanya albara, dengan merasa penasaran.
"I-itu ... hm ... kau memang benar, aku sebenarnya ingin meminta bantuan kalian. A-aku mohon, bantu aku menyelamatkan kakakku!" ucap Rein, sambil meminta bantuan, dan juga memohon dihadapan mereka.
Albara memperhatikan rein, ia memikirkan apa yang harus ia lakukan. "I-ini semakin sulit saja. sebelumnya aku hanya ingin membantu Alisya menemukan keluarganya. tapi, sekarang muncul lagi masalah. apa yang harus aku lakukan? aku sebenarnya tidak ingin terlibat dalam masalah gadis ini," ucap albara, di dalam pikiranya, sambil memperhatikan rein.
Alisya merasa penasaran dengan jawaban albara. ia memperhatikan albara, dan sesekali menganggukan kepalanya, sambil merasa penasaran dengan jawaban albara.
Albara merasa keheranan melihat alisya, ia merasa khawatir saat akan mengatakan jawabanya.
ia berkata," Huh ... Baik, aku akan membantumu!" ucap albara, dengan merasa sangat percaya diri, saat mengatakan itu.
Rein dan alisya kaget mendengar jawaban albara, mereka berkata,"Sungguh? a-apa kau yakin?"
"Tentu saja, tapi dengan satu syarat," ucap albara, dengan merasa sangat percaya diri.
"Hm ... syarat apa? " tanya rein, dengan merasa penasaran, saat mendengar perkataan albara.
"Hehehe, syaratnya, Kau harus menurutiku. dan juga termasuk kau asisten, kalian berdua harus menurut kepadaku. entah apa yang akan terjadi setelah ini, ini semua demi keamanan kita! apa kalian setuju?" tanya albara, dengan merasa penasaran, saat akan mendengar jawaban mereka.
Alisya langsung menjawab perkataan albara, dengan merasa percaya diri, ia berkata,"Aku setuju! heheh ... aku akan menuruti semua perkataanmu!"
Rein merasa sangat kaget mendengar itu, ia berkata,"Heh ... cepat sekali kau menyetujuinya? a-apa kau percaya kepada pria ini? apa kau tidak curiga kepadanya?"
"Hm ... a-aku sangat percaya kepada tuan penjelajah. a-aku akan selalu percaya kepadanya,"
"Ha? a-apaaa? "
Dengan merasa sedikit khawatir, albara menyela dan berkata,"Huh ... kau setuju atau tidak? jika tidak, katakan saja. aku tidak ingin bersama orang yang tidak percaya kepadaku. aku senang asisten mengatakan kalau dia percaya kepadaku."
Alisya merasa sedikit malu saat mendengar perkataan albara, ia berkata, "A-aku memang sepenuhnya percaya kepadamu. kita sudah melewati banyak hal bersama."
"Itu memang benar, aku juga percaya kepada asisten. tapi, apa kau juga akan percaya kepada kami? pikirkan ini baik-baik."
Rein merasa sedikit gugup saat akan menjawab perkataan mereka. dengan merasa sedikit khawatir, ia menjawab,"Huh ... baiklah, aku percaya kepada kalian, tapi jika kalian berani menipuku! maka aku akan menghajar kalian!"
__ADS_1
"Apa kau tidak percaya kepada kami? hm ... mana mungkin aku menipumu, kita sekarang adalah teman, jadi harus saling mempercayai"
"Ha? teman? sejak kapan? aku mengira kau hanya kenalanku saja,"
"Apaa? sudah sejauh ini? kau tidak mengangap kami sebagai temanmu? haduh ..."
"Hm ... baik, mulai sekarang kita berteman. kalian juga harus berjanji untuk membantu menyelamatkan kakak! berjanjilah! "
"Kami berjanji, benarkan asisten?"
Alisya, dengan merasa sangat percaya diri, ia menjawab,"Em! tentu saja, kami berjanji!"
"Dan kau juga harus berjanji kepada kami. kau harus membantu kami menemukan Grup penjelajah BluEx. berjanjilah,"
"Ya, aku akan membantu kalian. sebelumnya aku sudah mengatakan jika mereka berada di utahara, tempat dimana kakak berada! mungkin ada hubunganya dengan penjelajah ini."
"Benar juga, wilayahnya sama. berarti bisa saja mereka berada di wilayah itu."
"Aku ingin tau, apa kalian sedang pacaran?"
Alisya gugup saat mendengar itu, ia merasa sangat malu, dan juga merasa sedikit khawatir.
"Ha? apa maksudmu? kami sebenarnya akan menikah!"
Rein dan alisya sangat kaget mendengar perkataan albara, ia berkata,"Uhuk ... Me-menikah? apa kau bercanda? apa kalian akan menikah di usia muda?"
"I-ini se-sebenarnya kami ... " ucap alisya, dengan merasa saga gugup.
"Ha? memangnya kau peduli? apa urusanmu menanyakan ini?"
"Heh ... bukan- bukan, a-aku hanya kebetulan bertanya saja. hehe."
"Sudahlah, fokus kepada misi. aku bertanya kepadamu, sebenarnya apa pekerjaan kakakmu? kenapa dia bisa berada di wilayah itu?"
"Hm ... itu adalah pertanyaan yang bagus. sebenarnya, kakak adalah seorang putri bangsawan kerajan di wilayah utahara."
"Bangsawan? jadi kau juga ... "
"Benar, aku adalah seorang bangsawan. sejak kerajaan ini diserang oleh negara lain. setelah kalah perang, wilayah kerajaan ini dibagi menjadi 10 wilayah kekuasaan. salah satunya adalah wilayah kekuasaan negara atlan dan negara skar. negara atlan menguasai sebagian besar wilayah kerajaan ini. kami, semua diincar oleh orang jahat karena kerajaan kami kalah berperang melawan negara asing."
__ADS_1
"Itu sebabnya dia pandai bertarung menggunakan pedang. dia juga terlihat sangat sopan." ucap albara, di dalam pikiranya, sambil memperhatikan rein.
"Jadi, kau diincar oleh banyak orang, dan mereka terus mencarimu sampai saat ini?"
"Itu memang benar, tapi sekarang aku aman berada di tempat ini. sebenarnya aku hanya ingin hidup seperti ini selamanya, tetapi aku sangat ingin menemukan kakak."
"Sekarang, dimana ayahmu?"
"Ayah ... a-aku tidak tau dimana mereka berada sekarang. yang aku tau, ayah adalah penguasa di wilayah utahara. ia adalah seorang pemimpin yang menguasai wilayah itu, setelah negara skar menyerang, kami semua harus pergi dari tempat itu. yang aku tau, aku diselamatkan oleh ayah dan kakak."
"Jadi, kau adalah putri seorang penguasa wilayah utahara. jadi, raja acis dia berada dimana saat ini?"
"Raja ... a-aku sebenarnya hanya tau jika dia berada di kota yang hilang. setelah ibu kota diserang, yang mulia kabur dan pergi menuju sebuah danau bersama sisa pasukanya. sekarang aku tidak tau mereka berada dimana."
"Jadi begitu, aku sekarang mengerti. itu sebabnya istana kerajaan acis ditinggalkan."
"Aku merasa ini ada hubunganya dengan Grup penjelajah BluEx."
"Ha? apa?" tanya alisya dan rein, dengan merasa penasaran.
"Ya, kalian tidak salah mendengarnya. keluargamu pasti sudah menemukan kota yang hilang! "
"Tuan penjalajah? a-apa kau yakin? be-berarti kita harus bisa pergi ke kota itu."
"Tunggu dulu asisten. ini tidak semudah yang kau bayangkan. dan aku ingin menanyakan satu hal kepadamu rein."
Rein menjawab, dengan merasa sedikit takut dan gemetaran," A-apa? ka-kau ingin menanyakan apa?"
Tanganya gemetaran, ia merasa takut, ia menundukan kepala, dan memejamkan matanya.
Dengan merasa percaya diri, Albara berkata,"Rein ... kau berbohong!"
Alisya merasa sangat kaget mendengar itu, ia berkata,"Apa? berbohong?"
"Benar asisten. dia berbohong kepada kita. sayang sekali rein. padahal aku hampir mempercayaimu, tapi aku tidak menyangka kau akan membohongi kami,"
"Zzzz" gadis itu tidur.
Rein merasa sangat gugup, ia tidak menyangka albara akan mengatakan itu.
__ADS_1