
Ch. 36 - Pertarungan sengit
Zhue terdiam setelah mendengarkan perkataan albara. ia berkeringat, tubuhnya gemetaran, ia memalingkan wajahnya.
Albara yang merasa curiga kepada zhue memperhatikannya. tidak lama setelahnya, datanglah seorang ahli pedang dihadapan mereka.
Tap ... tap ...
"Ada keributan apa ini? oh ... ternyata kalian yang sudah membuat keributan." Ia terlihat sangat menyeramkan, ia menatap dan memperhatikan mereka.
Albara yang merasa sangat kesal kemudian mendekat, ia mengeluarkan pedangnya dan berkata,"Dimana asisten berada?! siapa kau?! kenapa kau membantu rena?!"
Pria itu tersenyum, ia kemudian menjawab dengan perasaan bersemangat,"Namaku adalah Asaba ... aku adalah pelayan dari nona rena ... aku akan mengalahkanmu penjelajah terkenal!"
Albara tersenyum, ia merasa bersemangat mendengar perkataan asaba. ia mengangka pedangnya dan berkata,"Aku yang akan mengalahkanmu! bersiaplah untuk dikalahkan oleh penjelajah ini!"
Wussh ...
Ia melompat dan terbang saat menyerang asaba. terlihat, angin bertiup sangat kencang diluar. Pertarungan sengit terjadi di dalam maupun diluar istana. Entah apa yang akan terjadi, begitulah yang dipikirkan mereka saat bertarung.
Buak ...
Albara menyerang, asaba menerima pukulan itu. ia merasa keheranan dan menjawab,"Walaupun kau terlihat lemah, tapi kau ahli menggunakan pedang itu. aku sempat meremehkan kemampuanmu tapi aku tidak akan mengulanginya!"
Albara merasa senang, ia kemudian menjawab,"Penampilan bisa saja menipumu! jika kau hanya menilai seseorang dari penampilan luar saja ... maka kau akan menyesal! aku dulu dilatih oleh kakek! kau akan menyesal sudah meremehkanku!"
"Em ... menarik! baik ... tunjukan kemampuanmu penjelajah! aku penasaran, bagaimana kemampuanmu!"
Albara merasa bersemangat, ia kemudian kembali menyerang dan berkata,"Jika kau ingin dikalahkan! maka aku akan mengalahkanmu! kau sudah berani membantu orang itu! aku tidak akan mengampunimu! Hiyaa!"
Buak ...
Di sisi lain, pertarungan semakin antara Lia dan rena semakin sengit. mereka bertarung dengan sangat gigih dan penuh semangat.
Karena kekuatan Lia belum pulih sepenuhnya. ia tidak bisa bertarung dengan kekuatan penuh. berkali kali ia terpental akibat menerima serangan rena, ia terlihat sangat kelelahan saat bertarung melawan Rena.
__ADS_1
Duar ...
Ia menabrak dinding, pedangnya terlepas, ia berbaring serta memperhatikan Rena. Rena sangat senang berhasil membuat Lia seperti itu, ia kemudian menatap Lia dan memegang dagunya. ia berkata,"Ada apa adik? kenapa kau sangat lemah? oh ya ... kekuatanmu belum sepenuhnya pulih. aku bisa saja mengalahkanmu sekarang ... tapi tidak seru jika kau hanya berbaring seperti ini!"
Lia kemudian tersenyum, ia berkata,"Kakak ... jika kau mengalahkanku sekarang! maka tidak akan ada yang bisa menghentikanmu! kenapa kau tidak mengalahkanku sekarang juga?! aku selalu menyakitiumu kan?"
Rena merasa senang, ia kemudian menjawab,"Hm ... bukankah jika aku mengalahkanmu sekarang ... itu tidak menyenangkan. begini, menyerahlah dan aku akan menjadikanmu penguasa, bagaimana? apa kau setuju?"
Lia memperhatikan Rena, ia tersenyum mendengar itu dan berkata,"Kakak ... aku hanya ingin menjaga istana ini! aku tidak akan bergabung dengan aliansimu! kau adalah orang yang kejam! aku membencimu!"
Duar ...
Lia terpental, ia menabrak dinding. "Uhuk ... ini sangat menyakitkan ..." Lia terlihat sangat kesakitan. ia tidak bisa berdiri dan berbaring di lantai."
Rena sangat kesal mendengar perkataan Lia, ia mendekat serta mmegang kembali dagu Lia. ia menatap Lia dan berkata,"Lichen ... adikku yang polos! jaga ucapanmu! jika kau berani melewati batas lagi! maka ... hiyaa!"
"Kau!"
Duar ...
Bangunan di samping lia hancur, Rena yang merasa senang berkata,"Hahahah ... kau mengerti apa yang akan terjadi jika kau berani menentangku!"
Rena menyela,Ia memegang tangan lia dan berkata,"Aku berani! apa yang akan kau lakukan? menangis? kau adalah gadis yang lemah! kenapa kau bisa mewarisi mata iblis? aku merasa sangat kesal! kesal! kesal! karena kau berani melawanku!"
Lia menjawab, ia berkata,"Kakak ... apa karena ini kau berani melakukan ini? kenapa kakak, bukanya dulu kau orang yang sangat baik tapi sekarang-"
Rena menyela,"Sekarang aku menjadi seperti ini? hahaha ... aku sudah berubah adik kecil! kau sekarang tidak berdaya, aku akan mengampunimu! tapi jika kau berani melawanku! maka rasakan akibatnya ... kau mengerti? kan?!"
Duar ...
Ia melempar serta membuat kehancuran di tempat itu. terlihat, Lia yang tidak menyerah berkata,"Uhuk ... kakak, aku belum selesai! lawan aku! aku tidak akan menyerag!"
Ia berusaha berdiri, kakinya gemetaran, tubuhnya terlihat sangat lemah. ia mengambil pedangnya sambil memperhatikan Rena.
Rena tersenyum, ia menjawab,"Jadi adikku belum selesai bertarung? em ... kau belum kapok juga! baiklah! rasakan in! Hiyaaa."
__ADS_1
Buak ...
Di sisi lain, terlihat pertarungan antara albara melawan asaba. tetapi, kali ini, asaba berhasil menyerang dan membuat albara terpental beberapa kali.
Asab tersenyum, ia berkata,"Kenapa? kenapa kau tidak menunjukan kemampuanmu yang sebenarnya? apa hanya ini kemampuan yang dimiliki penjelajah?"
Albara merasa senang, ia kemudian menjawab,"Aku belum selesai, pertarungan jarak dekat sangat berbahaya! bagaimana dengan ini!"
"Hah?"
DOOR!
Albara menembakan pistol, tetapi asaba berhasil menghindarinya. ia bersembunyi dan berkata,"Aha ... bukan ide yang buruk menggunakan senjata seperti itu! baiklah, sekarang aku akan melawanmu dengan senapan mesin ini!"
Albara merasa kaget, ia menjawab,"Apa? senapan mesin?"
"Benar! aku menemukan senjata ini disebuah medan pertempuran! baiklah, rasakan!"
DuDuDu ...
Albara menghindar, ia berlindung dibalik tembok begitupun dengan Zhue. terlihat, amunisi senapan mesin itu sangat banyak. albara berkata,"Gawat! kenapa dia bisa memiliki senjata seperti itu?"
Zhue merasa sangat khawatir, ia menjawab,"Tuan ... bagaimana ini? kita akan kalah jika terus seperti ini. apa kau mempunyai rencana? tembok ini tidak akan bertahan lebih lama lagi!"
Albara tersenyum, ia menjawab,"Aku mempunyai sebuah rencana! apa kau ingin terlibat dalam rencana ini? bukankah kau berada dipihak kami? bagaimana? ini adalah cara untuk membuktikan jika kau memang dikirim oleh kakek!"
Zhue menjawab,"Tuan tidak perlu khawatir! aku akan membantu tuan dan membuktikan kesetianku kepada keluarga tuan! aku rela berkorban demi keluarga ini! berikan perintah anda tuan!"
Albara tersenyum, ia menjawab,"Kau tidak perlu berkorban! itu sudah cukup untuk membuktikan kesetiaanmu! baiklah, dengarkan baik-baik rencanaku! jangan sampai ada kesalahan, mengerti?"
Zhue menjawab,"Baik tuan, percayalah kepadaku! anda bisa memperyaiku!"
Blablabla ...
Albara menjelaskan rencanaya. Asab merasa keheranan, ia memperhatikan mereka dan berkata,"Ada apa? kenapa kalian bersembunyi? jika kalian terus seperti ini? hm ... bisa saja aku yang akan menang!"
__ADS_1
Melihat pertarungan Lia yang hampir saja kalah, begitupun dengan albara membuat posisi mereka sama-sama terpojok. akankah mereka bisa membalikan keadaan? bisakah mereka menang? begitulah yang mereka pikirkan. entah apa yang akan terjadi setelah ini.
Bersambung ...