
Ch. 41 - Salah paham
Melihat keberanian alisya melindungi albara, membuat komandan Qing keheranan. ia merasa sangat heran kepada alisya karena berani melakukan itu.
Tidak lama kemudian, dengan merasa keheranan melihat keberanian alisya, komandan Qing berkata,"Hehe ... dimana kau menemukan gadis ini? kelihatanya, dia sangat menyukaimu. aku kagum dengan keberanianya."
Albara tersenyum setelah mendengar perkataan komandan Qing, dengan senang ia menjawab,"Kakak ... jangan panggil dia dengan gadis, panggil dia dengan namanya! dia adalah asistenku. jika kau berani menyakitiku, asistenku tidak akan mengampunimu. hehehe ..."
Komandan Qing merasa sangat heran mendengar jawaban dari albara. ia menghela napas dan menjawab,"Huh ... baik, aku akan melepaskanmu ... tapi tidak dengan asistenmu. hiyaa!"
Wussh ... Tanpa peringatan, Komandan Qing menyerang alisya dengan sebuah pukulan.
"Ha? dia?" alisya sangat kaget, ia tidak bisa menghindar. ia gemetaran karena komandan Qing tiba-tiba menyerangnya.
Plaak ...
Akan tetapi, albara berhasil melindungi alisya dengan menghentikan pukulan itu. dengan kesal ia kemudian berkata,"Dasar kau ... beraninya menyerang asistenku! aku tidak akan mengampunimu!"
Komandan Qing merasa senang, ia kemudian menarik pedangnya dan berkata,"Ha? Kalau begitu! ayo kita bertarung!"
Wush ...
Komandan Qing menyerang, ia menyerang dengan sangat cepat. meskipun albara berhasil menghindar,ia terlihat sangat percaya diri dengan kemampuanya.
"Haha, meleset!" menyadari jika akan terjadi pertarungan, Albara kemudian menarik pedangnya, pertarungan sengit akan segera dimulai.
"Heh ... ternyata kau benar, seranganku tadi meleset. tetapi tidak untuk seranganku yang berikutnya!" Komandan Qing memperhatikan albara, ia menatap albara dengan sangat percaya diri.
Krek ...
Albara membuka pintu, ia keluar dari ruangan itu sambil berkata,"Asisten! biarkan aku mengatasi orang ini! kau urus sisanya!"
Tap tap tap ...
"Dasar! beraninya kau keluar!" Komandan Qing keluar dari ruangan itu.
Wush ...
Iakl kemudian menyerang dengan sangat cepat. Alisya mendengar perkataan albara, dengan cepat dia berlari keluar dari tempat itu. ia sempat berkata, "Baik tuan serahkan saja sisanya padaku."
Plang ...
"Haha ... lumayan juga untuk seorang remaja berusia 18 tahun." Komandan Qing merasa sangat bersemangat setelah mengatakan itu.
Albara tertegun, ia kemudian menjawab,"Lumayan juga untuk seorang gadis seperti dirimu!"
Buak ...
Melihat komandan mereka bertarung melawan albara, membuat beberapa anak buah komandan Qing merasa khawatir.
"Hiyaa! rasakan ini!"
Salah satu dari mereka berkata,"Lihat! komandan sedang bertarung dengan orang asing!"
Seseorang menjawab,"Hoi! jangan hanya diam saja! kita harus membantu komandan!"
__ADS_1
Tap tap ...
Mereka mendekat tempat pertarungan itu. Komandan Qing mengetahui jika pasukanya ingin membatu dirinya, ia kemudian berteriak,"Kalian! biarkan aku melawanya! kalian diam saja! jangan membantuku!"
"Ha? tapi komandan."
Albara tersenyum, ia menyela,"Haha ... aku pikir kau akan memerintahkan anak buahmu untuk menyerang! tapi kau justru memudahkanku untuk mengalahkanmu! rasakan ini!"
Wussh ...
Plang ...
Terjadi pertarungan hebat di tempat itu, banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertarungan itu.
Terlihat ada beberapa orang yang sangat mencurigakan muncul di tempat itu. akan tetapi orang lain tidak menyadarinya.
Buak ...
Albara berhasil menyerang, Qing menerima serangan dari albara. ia terpental akibat menerima serangan itu.
Brug ...
"Uhuk ... dasar kau! pasukan! jangan biarkan mereka kabur!" dengan amarahnya, komandan Qing memerintahkan pasukanya untuk menyerang albara.
"Baik komandan!"
Mereka mengepung albara dan membuatnya terpojok. albara tertawa, ia berkata,"Hahaha ... apa kalian semua ingin melawanku?"
Seorang tentara berkata,"Hoi nak! kau jangan bicara lagi! cepat menyerahlah! minta maaf kepada komandan!"
Ia kemudian berkata,"Kenapa dia sangat berani? padahal dia terpojok dan terkepung oleh pasukanku. ada yang aneh darinya."
Dengan merasa sangat khawatir, komandan Qing berkata,"Kalian! cepat beri dia pelajaran! kalian harus menghancurkan kesombonganya!"
"Baik komandan! Hiyaaa! rasakan ini!"
Mereka berlari untuk menyerang albara. albara tersenyum, ia berkata,"Asisten ... saatnya untuk beraksi!"
"Apa?" Komandan Qing sangat keheranan mendengar itu.
DUAR ...
Tidak lama kemudian, terjadi ledakan besar di tempat itu. kabut tebal menutupi pandangan mereka.
Komandan Qing kebingungan, ia berkata,"Uhuk ... k-Kau! kau pergi kemana? jangan kabur! Uhuk ..."
Buak ...
"Aaaaaa ..."
Terdengar suara teriakan di tempat itu. komandan Qing merasa sangat khawatir, ia kemudian berkata,"Aku peringatkan kau! jangan bersembunyi! atau aku akan!"
Albara menyela, ia berkata,"Tuan putri ... sebaiknya kau menyerah saja. aku memberimu kesempatan untuk menyerah! akan aku beritau kau, aku adalah seorang penjelajah yaitu albara!"
Komadan Qing sangat kaget mendengar itu, ia merasa keheranan dan menjawab,"A-albara? i-ini? a-apa benar kau penjelajah albara?"
__ADS_1
Wussh ...
Albara muncul, ia menyerang dan berkata,"Apa aku terlihat sedang berbohong?"
Pling ...
Komandan Qing berhasil menahan serangan itu, ia menjawab,"Bagus! kau muncul juga! aku akan membawamu dan menyelamatkan wilayah ini, hahaha ..."
Albara dengan senang ia menjawab,"Jika kau berani melakukan itu! maka bersiaplah untuk kehancuran yang akan datang! aku beri kau kesempatan untuk menyelamatkan adikmu!"
Komandan Qing merasa sangat kesal, ia menghela napas sambil memperhatikan albara. ia dengan khawatir menjawab,"Kau ini ..."
Albara merasa senang, ia menjawab,"Jadi ... apa kau setuju? semua anak buahmu sudah dikalahkan ..."
Komandan Qing merasa sangat keheranan, ia memperhatikan sekeliling tempat itu dan melihat seluruh anak buahnya dikalahkan dengan mudah.
Tap tap tap ...
Alisya datang menemui albara, ia tersenyum dan berkata,"Tuan ... semuanya sudah aku kalahkan."
Albara mengelus rambut alisya dan memperhatikanya. ia menjawab,"Em! kerja bagus asisten, aku sangat senang kau bisa melakukan itu."
Melihat Komandan Qing semakin terpojok menghadapi albara, ia menghela napas dan berkata,"Baik ... aku akan menurutimu. tapi, aku ingin kau membantuku untuk menyelamatkan adikku."
Albara tersenyum, ia menjawab,"tujuanku memang menyelamatkan temanku, rein. tapi entah kenapa kau menyerangku, kau bersikap sangat tidak sopan kepada tamu."
Komandan Qing mengepal tanganya, dengan sangat kesal ia menjawab,"Jadi ... apa yang kau inginkan dariku? kenapa kau mencariku?"
Albara menjawab,"Sejujurnya ... Aku ingin tau kenapa mereka mengincarku? dan juga, aku ingin kita bisa berteman."
"Ha? berteman?"
"Em! benar."
Dengan merasa sangat khawatir, komandan Qing menjawab,"Kenapa kau ingin menjadi temanku? aku tidak ingin kita bisa berteman ... tapi-"
Albara menyela, ia menjawab,"Tapi ... kau harus melakukanya demi menyelamatkan adikmu, benar kan?"
Komandan Qing menghela napas, ia kemudian menjawab,"Huh ... Kau benar, tidak aku sangka kau bisa melakukan ini. aku berjanji akan membantumu."
Albara keheranan, ia memperhatikan komandan Qing dan menjawab,"Ha? benarkah? apa kau serius?"
Dengan senang, komandan Qing memegang pundak Albara, ia kemudian menjawab, "Dasar kau ini ... aku sudah salah menilai kalian. kau memang benar, aku seharusnya tidak melakukan itu. maafkan kesalahanku, aku mengira jika kalian ingin membocorkan informasi mengenai diriku."
Albara merasa senang setelah mendengar itu. ia memperhatikan wajah komandan Qing sambil menjawab,"Aku tau kau hanya bercanda tadi. aku tau semua ini adalah ujian darimu ... sekarang kau tidak meragukan kemampuanku, kan?"
Komandan Qing tersenyum, ia kagum melihat albara saat mendengar itu. dengan senangnya, ia menjawab,"Albara, tidak aku sangka bisa bertemu denganmu di tempat seperti ini, aku sangat menghormatimu. kau memang benar, tadi aku hanya memastikan jika kau adalah penjelajah itu. sekarang rasa penasaranku sudah terjawab, kau lebih hebat dari yang aku kira."
"Dasar ... sekarang, apa yang akan kau lakukan?" Albara memperhatikan komandan Qing, ia penasaran dengan apa yang akan dilakukan komandan Qing setelah pertemuan pertama mereka.
Komandan Qing, dengan senangnya ia menjawab,"Tentu saja ... pergi menyelamatkan adik kecilku."
Syusss ... Tepat setelah komandan Qing mengatakan itu. angin bertiup sangat kencang, dedaunan beterbangan, albara sangat bersemangat mendengar perkataan itu.
Bersambung ...
__ADS_1