
Ch. 42 - Kota Utahara
Tidak lama kemudian, Albara merasa sangat kesal kepada komandan Qing, ia kemudian berkata,"Hoi ... kenapa kau mengikat kami seperti ini? lepaskan kami!"
Alisya merasa sangat khawatir, ia menjawab,"Benar ... tolong lepaskan kami."
Mereka diikat disebuah ruangan yang ada di desa itu. terlihat Komandan Qing sedang memperhatikan mereka. ia duduk di sebuah kursi tepat di depan mereka dan berkata,"Kalian ... meskipun aku percaya kepada kalian, tapi aku tidak ingin ada yang kalian sembunyikan dariku."
Albara merasa keheranan, ia kemudian berkata,"Hoi ... jujur saja, kau tidak mempercayai kami kan? kami adalah orang asing ... oleh karena itu, kau tidak percaya kepada kami."
Komandan Qing tersenyum, ia kemudian menjawab,"Itu memang benar, aku tidak mempercayai kalian sepenuhnya. kau pintar juga penjelajah."
Albara tertawa setelah mendengar itu, ia tersenyum sambil berkata,"Haha ... kau hebat juga bisa mengikat kami seperti ini ..."
Komandan Qing berdiri, ia kemudian mendekat albara dan menjawab,"Ini sangat mudah bagiku. aku selalu melakukan ini, karena ini adalah pekerjaanku."
"Jadi ... apa tujuanmu?" Albara penasaran dengan tujuan sebenarnya komandan Qing. ia terlihat sangat serius saat mengatakan itu.
"Tentu saja untuk menyelamatkan Ayah dan keluargaku dari orang itu! untuk itu, aku ingin meminta bantuan darimu."
Albara keheranan dengan perkataan komandan Qing. ia dengan senang menjawab,"Jadi? kenapa kau mengikat kami? seharusnya kau tidak melakukan ini, kan? ini hanya akan memperburuk keadaan."
Komandan Qing tersenyum, ia menjawab,"Aku tau ... tapi, aku hanya ingin mengetahui informasi dari kalian. cepat beritau, apa yang kau ketahui mengenai adikku?"
"Baiklah ... aku akan katakan." Albara tersenyum, ia menceritkan kejadian sebelum ia sampai ke desa ini. ia terpaksa menceritakan kejadian itu agar ia bisa dipercayai oleh komandan Qing.
Komandan Qing merasa keheranan setelah mendengar cerita itu, ia menjawab,"Jadi adikku mencari kalian selama ini? Dasar ... dia berjuang sendiri selama ini! kenapa dia melakukan itu!"
Albara keheranan, ia menjawab,"Aku juga bertanya kepadamu. kenapa utahara bisa dikuasai oleh mereka? bagaimana ini bisa terjadi?"
Komandan Qing duduk, ia menghela napas dan menjawab,"Huh .... Ini semua terjadi setelah adikku mendengar jika aku dan ayah harus membawa kalian ke utahara. setelah dia menghilang, beberapa bulan setelahnya, mereka menyerang wilayah ini dan menghancurkan semuanya. kau tau kan betapa kejamnya mereka ... "
__ADS_1
Albara merasa sedikit terbawa suasana saat mendengar perkataan komandan Qing, dengan penasaran dia menjawab,"Aku tau, sebab aku sudah pernah melawan mereka. jadi ... kenapa kalian tidak mencari rein?"
Komandan Qing menghela napas, ia menjawab,"Huh ... karena ayah tidak mengizinkanya. dia bilang jika kami harus fokus dalam pertempuran ini ..."
Albara merasa penasaran, menjawab,"Jadi ... apa tujuan mereka? kenapa mereka menguasai wilayah ini?"
Komandan Qing merasa khawatir saat menjawab, ia menghela napas dan menjawab,"Ini semua karena libe, batu pembuka gerbang."
"Ha ..." Alisya tertegun, begitupun dengan albara, mereka mendapatkan sebuah informasi mengenai Libe.
Albara tersenyum begitupun dengan alisya, ia kemudian berkata,"Benarkah? Apa libe disimpan di wilayah ini?"
Komandan Qing menjawab,"Aku tidak tau ... hanya Ayah yang mengetahuinya. tunggu dulu, kenapa kau menanyakan itu?"
Tiba-tiba, tali yang mengikat albara terbuka. albara berhasil melepaskan tali itu dan berdiri. komandan Qing sangat kaget melihat kejadian itu, ia kemudian berkata,"Ka-kau? kenapa kau bisa ..."
Albara mendekat, ia menjawab,"Tenang ... tujuanku sudah tercapai. aku tidak akan menyakitimu."
Albara tersenyum, ia menjawab,"Benar ... semuanya sudah sesuai dengan perhitungan kami. misi kami adalah untuk menemukan Libe ... kau bantu aku mencarinya dan aku akan menyelamatkan keluargamu, bagaimana?"
Komandan Qing tersenyum, ia kemhdian menjawab,"Jadi ... apa kau ingin aku terlibat dalam rencanamu? kau ini ... dasar."
Albara tertawa, ia menjawab,"Haha ... kau sudah mengetahuinya, apa kau ingin bekerja sama dengan kami?"
Komandan Qing berdiri, dengan senang ia menjawab,"Dasar ... baiklah, kita akan berada di pihak yang sama. aku setuju, tapi ingat dengan apa yang kau katakan!"
Albara tersenyum, ia menjawab,"Kau juga harus mengingat perkataanmu, komandan."
"Terserah ..."
Di sisi lain, tepatnya di istana pemanah. terlihat lia mendapatkan sebuah surat yang dikirimkan oleh seekor burung kepadanya.
__ADS_1
Ia mengambil surat itu dan membacanya,"Untuk putri Lichen ... kami memintamu untuk menghadiri pertemuan para pengendali, atau dikenal dengan sebutan 7 pengendali dunia. aku ingin kau datang dan menghadiri pembicaraan itu ... "
Lia tersenyum setelah membaca surat itu, ia terlihat sangat percaya diri setelah membaca surat itu. sambil tersenyum, ia berkata,"Hm ... sepertinya seseorang ingin menemuiku. aku tidak bisa menolak undangan ini."
Wussh ... Setelah angin bertiup sangat kencang di tempat itu. lia tiba-tiba menghilang dari istana itu. sepertinya ia pergi untuk menghadiri pertemuan itu.
Di tempat lain, terlihat albara bersama dengan alisya dan Komandan Qing mengamati sebuah tempat menggunakan teropong milik mereka. Mereka berada di atas bukit dan mengamati sebuah kota dari atas bukit itu.
Dengan merasa sangat keheranan, albara berkata,"Inikah kota utahara? sepertinya tempat ini dijaga sangat ketat oleh ratusan tentara."
Komandan Qing mengamati gerbang menuju kota itu, ia kemudian menjawab,"Kau tidak perlu khawatir. aku sudah memiliki seorang teman yang akan membantu kita untuk masuk ke dalam kota itu."
Alisya merasa sangat penasaran, ia berkata,"Nona, kota ini sangat besar. apa bangunan itu adalah sebuah istana?"
Komandan Qing menjawab,"Benar ... tapi itu dulu, sekarang mereka sudah menguasai kota ini! aku akan merebut kembali wilayah ini dan mengakhiri semua ini."
Albara berkata,"Kakak ... apa kau memiliki jalan rahasia untuk masuk ke dalam istana itu? jika kita masuk lewat gerbang, maka bisa dipastikan kita akan ketahuan."
Komandan Qing menjawab,"Tentu saja ... aku menetahui sebuah jalan rahasia untuk masuk ke dalam istana itu. ada sebuah terowongan bawah tanah rahasia yang aku bangun bersama dengan rein ... kita bisa menggunakanya."
Albara berdiri, ia kemudian menjawab,"Tidak aku sangka kau berguna juga. aku sempat khawatir jika tidak ada jalan untuk masuk ke istana itu. ternyata jalan yang kau bangun berguna juga ..."
Komandan Qing tersenyum, ia menjawab,"Apa kau sekarang tidak meragukan kemampuanku?"
Tiba-tiba, albara dan alisya berjalan pergi menuju terowongan itu. albara memperhatikan komandan Qing dan berkata, "Hoi ... jangan menunggu lagi, ayo ... saatnya kita menyelamatkan adik kesayanganmu!"
Komandan Qing keheranan, ia kemudian berjalan berkata,"Dasar ... tunggu aku! kalian ... jangan meninggalkanku!"
"Hoi ... jangan berisik nanti kita bisa ketahuan!" albara keheranan, ia memperhatikan Komandan Qing sambil mengatakan itu.
"Hmph ... biarkan saja!"
__ADS_1
Bersambung ...