
Ch. 24 - Apa tujuanmu?
"Syuh ... syukurlah kalian tidak melakukan apapun kepadaku," ucap rein, sambil merasa lega mengetahui dirinya baik-baik saja.
"Apa? memangnya kami akan melakukan apa? kami bukan orang jahat," ucap albara, sambil merasa percaya diri dengan perkataanya.
"Aku tau kalian bukan orang jahat. oh ya, dimana gadis itu sekarang?" tanya rein, dengan merasa penasaran, saat bertanya.
"Oh, kami sudah mengurus gadis itu. kami sudah mengikatnya di sana. dia tadi menyerang kami, kami terpaksa melakukan itu. benarkan asisten?" tanya albara, sambil menunjukan tempatnya.
"Hm ... benar," ucap alisya, dengan merasa sangat gugup.
Rein memperhatikan itu, ia melihat gadis itu diikat dekat ia berada saat ini. Ia merasa senang karena albara melakukan itu, ia berkata,"Haaha, saatnya aku balas dendam!" ucap rein, dengan merasa sangat percaya diri.
"Hmph ... ba-balas dendam? ja-jangan!" ucap gadis itu, dengan merasa sangat khawatir.
"Hahaha, tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu!" ucap rein, sambil merasa percaya diri.
Tetapi, albara menyela, ia berkata,"Tunggu rein. kau boleh balas dendam nanti saja ... tapi sekarang cepat beritau aku dimana wilayah utahara. Wilayah itu tidak ada di peta, aku membutuhkan bantuanmu untuk bisa membatu menemukan grup penjelajah BluEx," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.
"Aku mohon, beritau kami," ucap alisya, sambil memohon kepada rein.
"Huh ... Baik ... aku mengerti, tetapi ini adalah informasi rahasia ... jangan kau beritau siapapun jika aku memberitau kalian, berjanjilah!" ucap rein, dengan merasa sangat khawatir.
"Aku berjanji, kami pandai menjaga rahasia. cepat katakan saja," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.
"Wilayah itu ... adalah tempat berbahaya. disana, terdapat banyak monster yang meguasai wilayah itu," ucap rein, dengan merasa sangat gugup.
"Ha? monster?" tanya alisya, dengan merasa sangat gugup mendengar perkataan rein.
"Hanya itu saja bahayanya? haha, apa kau pikir aku takut?" tanya albara, dengan merasa sangat percaya diri.
"Benar, kau tidak salah mendengar. dan juga aku tau jika kau pasti akan mengatakan itu. tapi ... monster ini sangat berbahaya ... aku pernah mendengar jika monster ini adalah makhluk yang memakan apa saja yang ia temukan," ucap rein, dengan merasa sedikit gugup saat menceritakan itu.
"Hahaha ... apa kau bercanda, mana mungkin ada makhluk seperti itu," ucap gadis itu, sambil tertawa mendengar perkataan rein.
__ADS_1
"Berisik! bisakah kalian menutup mulut gadis ini!" ucap rein, dengan merasa sangat kesal.
"Oh, kami bisa. tapi biarkan saja dia tertawa. lanjutkan saja ceritanya," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran dengan kelanjutkan cerita itu.
"Benar ... aku penasaran," ucap alisya, sambil merasa sedikit gugup.
"Haha ... baiklah, dulu ... pernah ada pasukan besar yang menjelajah ke wilayah itu. mereka disebut sebagai pasukan atla," ucap rein, dengan merasa sedikit gugup, menceritakan itu.
"Tunggu! pasukan atla? apa kau serius? kenapa pasukan atla bisa masuk ke wilayah itu?" tanya albara, dengan nerasa penasaran.
"Ha? aku tidak tau apa yang kau bicarakan. aku hanya tau itu dari berita. sudahlah, dengarkan baik-baik ... aku akan memberi kalian peta menuju wilayah itu. tetapi aku punya satu syarat," ucap rein, dengan merasa sedikit senang saat mengatakan itu.
"Ha? apa? apa yang kau inginkan?" tanya albara, dengan merasa penasaran.
"Haha, mudah saja ... aku ingin ikut bersama kalian pergi menjelajah. sebagai gantinya, aku akan memberikan kalian peta wilayah itu," ucap rein, dengan merasa sangat percaya diri.
"Hm ... bagaimana menurutmu asisten? apa kau setuju dia ikut bersama kita?" tanya albara, dengan merasa penasaran.
"Hm ... aku tidak keberatan. bagaimana menurutmu?" tanya alisya, dengan merasa penasaran.
"Hmph ... jangan khawatir tentang itu. aku tidak akan menjadi beban kalian! percayalah kepadaku!" ucap rein, dengan merasa sangat percaya diri.
"Hm ... apa kami bisa mempercayai perkataanmu?" tanya albara, dengan merasa penasaran.
"Hmph ... tentu saja. oh ya, kalian terlihat sangat muda! berapa usia kalian?" tanya rein, dengan merasa penasaran.
"Aku berusia 18 tahun," ucap albara, dengan merasa sedikit senang saat mengatakan itu.
"Aku berusia 16 tahun," ucap alisya, dengan merasa sedikit gugup.
"Ha? apaa? apa kalian serius? kalian berdua ... a-apa diizinkan tinggal bersama?" tanya rein, dengan merasa sangat keheranan.
"Aku tidak masalah. ibu memintaku untuk mencarikanya menantu, " ucap albara, dengan merasa sangat percaya diri.
"Ha? apa? dan kau, apa kau diizinkan bersama pria ini menjelajah bersama?" tanya rein, dengan merasa penasaran.
__ADS_1
"A-aku ... sejujurnya, aku diminta oleh ayah menjadi penjelajah sepertinya. jadi, ayah mungkin mengizinkanya," ucap alisya, dengan merasa sangat gugup saat sedang mengatakan itu.
"A-apaa? jadi ... ka-kalian tinggal bersama? " tanya rein, dengan merasa sangat kaget mendengar perkataan alisya.
"Benar," ucap albara, dan alisya, dengan merasa sangat percaya diri.
"Eh? " tanya rein, dengan merasa keheranan.
"Sudahlah, lupakan tentang itu. beritau kami alasan kau ingin ikut bergabung bersama kami? aku tau alasan kau bergabung ... kau ingin bergabung ... pasti ada satu tujuan, dibalik ini," ucap albara, dengan merasa yakin, dan percaya diri dengan ucapanya.
"Ha? tujuan? Be-benarkah tuan?" tanya alisya, dengan merasa kaget saat mendengar itu.
"Tentu saja benar ... bukankah kau ingin bergabung karena kau memiliki tujuan di balik ini?" tanya albara, dengan merasa sangat yakin dengan ucapanya.
Semua orang yang berada di ruangan itu merasa penasaran. mereka menunggu jawaban dari rein.
Dengan merasa senang, rein berkata,"Hahaha ... sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan ini. kau benar, aku memiliki sebuah tujuan di balik ini," ucap rein, dengan merasa sedikit gugup, saat mengatakan itu.
"Baik ... cepat katakan apa tujuanmu sebenarnya? aku tidak akan membiarkan kau bergabung tanpa menceritakan tujuanmu," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran, dengan tujuan rein.
"Hmph ... aku sebenarnya tidak ingin menceritakan ini kepada siapapun. tapi, demi menyelamatkan dia ... maka aku akan menceritakanya," ucap rein, sambil merasa sedikit gugup, dan juga merasa sedih saat akan mengatakan itu.
"Menyelamatkan dia? hm ... ini mungkin akan terasa sangat menyedihkan ... baiklah, kau tidak perlu kau menceritakan ini," ucap albara, albara, dengan merasa gugup saat sedang mengatakan itu.
"Benar, jika kau tidak bisa mengatakanya, lebih baik jangan menceritakanya," ucap alisya, dengan merasa sangat khawatir.
"Hmph ... menurutku kalian benar, haha ... ini pasti masalah yang cukup sulit," ucap gadis itu, sambil merasa perkataan albara dan alisya benar.
"Hmph ... kami tidak membutuhkan pendapatmu!" ucap albara, rein, dan alisya dengan bersamaan, sambil terlihat sedikit kesal.
"Heeeh? " ucap gadis itu, dengan merasa sangat kaget.
Dengan merasa sedikit gugup, rein berkata, "Tidak ... kau sudah memintaku menceritakanya. jadi, aku akan menceritakanya!" ucap rein, dengan merasa sangat gugup, saat akan mengatakan itu.
"Ha? apaa?," ucap albara, dan alisya, dengan merasa sangat kaget, dan juga keheranan.
__ADS_1
"Hehe, ini sangat menarik," ucap gadis itu, dengan merasa sangat senang dan juga tertawa.