Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 46 - Misteri Serangan Artileri


__ADS_3

Ch. 46 - Misteri Serangan Artileri


Tap ... tap ...


Tidak lama setelah itu, terlihat mayor jenderal sah fei berjalan menuju ke arah kamar itu. ia dengan tenang mencoba masuk k dalam ruanan itu, akan tetapi ia dihalangi oleh 2 orang penjaga itu.


"Maaf tuan ... anda tidak diizinkan masuk ke dalam. silahkan anda pergi dari tempat ini."


Sah fei merasa kesal karena ia tidak diizinkan masuk ke dalam, ia dengan kesal berkata,"Beraninya kalian melarangku masuk ke dalam?! apa kalian tau siapa aku?! siapa yang berani tidak mengizinkan aku masuk ke dalam?!"


2 penjaga itu keheranan, mereka terlihat sangat senang mendengar perkataan jenderal sah fe. salah satu dari mereka berkata,"Tuan ... tuan muda Kei melarang anda untuk masuk ke dalam. silahkan pergi sekarang juga!"


Jenderal sah fei kebingungan, ia dengan keheranan menjawab, "A-apa? tidak ada yang namanya Kei di tempat ini! dan juga siapa orang itu? aku tidak mengenalnya!"


2 Penjaga itu merasa kebingungan, salah satu dari mereka berkata,"Tuan ... apa kau yakin tidak mengenalnya? dia adalah cucu dari seorang jenderal, yaitu jenderal Se!"


Jenderal sah fe sangat kesal mendengar perkataan penjaga itu, ia menarik pedangnya dan berkata,"Kalian! apa kalian tau siapa jenderal se? dia adalah musuh kita! kenapa kalian membiarkan penyusup masuk ke dalam ruangan ini?"


2 Penjaga itu tersenyum, mereka secara bersamaan menjawab,"Karena kami bekerja untuk komandan Qing!"


"Komandan Qing?"


Duar ...


Terjadi sebuah ledakan besar di tempat itu. kabut asap tebal muncul di tempat itu, Sirine keamanan berbunyi, para tentara berlarian untuk pergi ke lantai lima.


Ting! Tung! Ting!


"Hei! Sirine kemanan berbunyi! cepat! ada penyusup di istana ini! cepat pergi ke istana! " Sirine terdengar sampai ke semua sudut kota utahara, tentara yang berjaga di benteng berlarian pergi masuk ke dalam istana itu.


Tap tap tap ...


"Cepat berkumpul, amankan lantai lima! jangan biarkan mereka kabur dengan mudah! cepat!"


Terlihat puluhan tentara berlarian untuk mengamankan setiap sudut istana itu. terlihat mereka semua sangat panik mendengar suara sirine itu.


"Disini penembak dari menara 1 ... lapor! tidak ada pergerakan yang mencurigakan! ganti ..."


Seseorang berbicara lewat alat komunikasi, ia menjawab,"Tim menara 1! jangan biarkan mereka kabur! tembak jika diperlukan! ganti ..."


"Laksanakan! dimengerti kapten!"

__ADS_1


Para penembak jitu mengawasi setiap sudut istana dengan senapan mereka. pasukan penembak jitu di menara mereka semua terlihat sangat panik dengan ledakan itu.


Mereka mendapat perintah untuk menembak siapa saja yang mencurigakan. terlihat mereka terus mengawasi jendela, ruangan serta bangunan di sekitar istana.


Terlihat, albara, alisya dan rein, berjalan di lorong dan bertarung melawan musuh yang mengincar mereka. mereka berada di dekat taman istana dan tidak jauh dari terowongan rahasia itu. ia melihat kejadian dan mengamati sekitar istana itu dan ia menyadari jika mereka ketahuan.


Albara melihat kekacauan yang terjadi di tempat itu menggunakan teropong miliknya. mereka kemudian bersembunyi di sebuah ruangan di istana itu, terlihat jumlah musuh mereka sangatlah banyak. bisa dipastikan, peluang mereka untuk kabur hanyalah sedikit.


"Asisten ... sepertinya kita ketahuan! mereka bergerak dengan cepat! kita harus segera pergi dari tempat ini!"


Terlihat rein diikat oleh mereka, sebenarnya rein memberontak dan tidak ingin pergi bersama mereka karena ia tidak menyadari jika mereka adalah albara dan tidak percaya dengan perkatan mereka.


Ia dengan kesal berkata,"Kalian! Emm ... lepaskan aku! aku tidak akan pergi bersama kalian!"


Alisya memperhatikan albara, ia dengan senang menjawab,"Tuan ... kenapa bisa ada sebuah ledakan di tempat ini? siapa pelakunya?"


"Aku juga tidak tau kenapa ada sebuah ledakan besar yang terjadi di istana ini! mungkinkah ini perbuatan komandan Qing?" Albara penasaran, ia memikirkan kejadian itu dan tidak tidak mengetahuinya.


Duar ...


Lagi-lagi, ledakan besar kembali terjadi di tempat itu. kali ini ledakan itu terdengar sampai ke semua penjuru kota. entah apa yang akan terjadi setelah itu? itu yang mereka pikirkan.


Tap tap tap ...


Salah sau dari mereka berkata,"Hahaha! kalian mau pergi kemana? lawan kami terlebih dahulu! atau serahkan gadis yang kalian bawa!"


Albara tersenyum, ia dengan senang menjawab,"Hei paman! apa kau tidak tau siapa gadis yang kami bawa? dia adalah teman kami!"


Rein dengan kesal berkata,"Hei! siapa yang kau sebut dengan teman? aku tidak mengenali siapa kalian! kalian ini!"


Albara terlihat sangat bersemangat, ia dengan senang berkata,"Rein ... kau akan tau siapa kami setelah pertarungan ini!"


Wussh ...


Albara menyerang, ia menarik pedangnya dan langsung mengalahkan semua musuhnya.


Brug ...


Terlihat beberapa orang itu berbaring, mereka berhasil dikalahkan dengan cepat oleh albara. rein sangat kagum dengan kemampuan albara, ia tertegun dan tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat.


"Uhuk! si-siapa kau sebenarnya? ke-kenapa kau sangat kuat?" Terlihat salah satu dari orang yang menghadang albara bertanya, ia sangat keheranan melihat kemampuan albara.

__ADS_1


Albara tersenyum, ia menjawab,"Aku adalah seorang penjelajah! namaku adalah, albara!"


"A-albara? a-apa- ka-kau?"


Buak ...


Albara memperhatikan tempat itu, ia mengamati tempat itu dan berkata, "Asisten! cepat kita pergi dari tempat ini! sekarang sudah aman! ayo kita kembali ke terowongan!"


"Ba-baik tuan ..."


Tap Tap tap ...


Alisya membawa rein bersamanya, terlihat mereka berlari menuju ke taman dengan menerobos tanpa takut.


Seseorang melihat mereka berlari menuju ke taman. ia dengan panik berkata,"Hei! siapa orang itu?! semuanya! cepat! jangan biarkan mereka kabur!"


Tap Tap tap ...


Beberapa orang mendengar perkataanya, ereka kemudian berlari untuk mengjar albara, alisya dan rein. terlihat ledakan juga terjadi di taman itu. ledakan itu sedikit besar seperti sebuah tembakan dari artileri.


Duar ...


Kini, mereka harus menerobos tempat itu walupun ledakan terjadi di tempat itu. mereka yakin akan bisa keluar dari istana itu.


"Asisten! jangan takut! kita pasti akam bisa selamat dari ledakan ini! kau percayalah kepadaku!"


"Tuan! aku percaya kepadamu! aku yakin kita akan baik-baik saja!" Alisya percaya kepada albara, ia yakin dan percaya jika mereka akan bisa keluar dari istana itu.


Rein keheranan, ia dengan khawatir berkata,"Huhuhu ... kenapa aku bisa berakhir seperti ini? huhuhu ... apa kalian yakin akan bisa keluar dari tempat ini dengan selamat?"


"Percayalah kepada kami! karena kami tidak akan kembali tanpa dirimu!benarkan asisten?" ucap albara.


Alisya menjawab, "Em! kau benar tuan!"


Rein kagum dengan mereka, ia mulai menyadari jika merka adalah albara dan alisya, dengan penasaran ia tidak mengatakan apapun dan memilih untuk tetap diam sampai mereka mengatakan siapa mereka.


Duar ...


"Uhuk! lapor! kami tertembak! diulangi! menara 1 hancur!"


"Lapor! uhuk ... menara 2 dan 5 hancur! ganti ... "

__ADS_1


Dari 5 Menara yang ada di istana itu, 3 diantaranya meledak. terlihat kekacauan terjadi di istana itu. ledakan terjadi dimana-mana. terdengar suara tembakan entah berasal dari mana.


Bersambung ...


__ADS_2