Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 34 - Pembicaraan yang menegangkan


__ADS_3

Ch. 34 - Pembicaraan yang menegangkan


Lia merasa senang saat membaca surat itu. ia tertawa dan tersenyum memperhatikan albara, ia berkata,"Em ... jadi kau ingin aku menjadi istrimu? Kau sebaiknya bilang saja dari awal ... aku tidak kebera-"


Albara menyela, ia mengelus rambut lia dan berkata,"Heh ... itu hanya salah paham. ibu hanya bercanda, ayo kita pergi gadis kecil."


Lia menjawab,"Em ini apa katamu? ... gadis kecil?"


"Benar ... kita akan pergi kemana? apa kita pergi ke museum terlebih dahulu?"


Lia merasa bingung, ia kemudian berkata,"Museum? apa itu ..."


Albara menjawab,"Tentu saja tempat dimana benda-benda yang ditemukan oleh penjelajah disimpan. ayo kita pergi ..."


Mereka menaiki mobil dan pergi ke museum di ibu kota. terlihat, jalanan dipenuhi dengan mobil serta padat penduduk.


Mereka melakukan perjalanan hampir selama 1 jam. terlihat, mereka sudah sampai di museum dan turun dari mobil itu.


Krek ...


Albara turun dari mobil, ia menghela napas dan melihat sekeliling tempat itu. kemudian, ia berkata,"Hm ... berkendara selama satu jam ... rasanya sangat melelahkan. lia ... kita sudah sampai, ayo turun."


Krek ...


Lia turun, tapi ia tidak kelihatan baik-baik saja. ia terlihat sedang mabuk kendaraan


Tiba-tiba,"Hm ... a-aku ..."


Albara memperhatikan lia, ia kemudian berkata,"Hei ... apa kau baik-baik saja? kenapa kau terlihat sangat pusing? jangan-jangan, kau mabuk kendaraan?"


Lia memjawab,"Apa katamu? A-aku mabuk kendaraan? he he ... tidak, mana mungkin!"


Brug ...


Ia terjatuh karena sangat pusing. albara memperhatikan lia dan menggendongnya,"Kau ini ... merepotkan saja."


Lia menjawab,"Em ... ini lebih baik. ayo kita pergi!"


Kemudian, seorang kakek tua lewat. ia memperhatikan albara dan berkata,"Gadis muda ... kenapa kau tadi terjatuh? apa kau baik-baik saja?"


Albara menjawab,"Kakek ... dia baik-baik saja."


"Benarkah? jaga adikmu anak muda. baik, kakek pergi dulu. sampai jumpa ..."


Lia menjawab,"Apa? adik?"


"Ssssttt ... diam ..."

__ADS_1


"Hmph ..."


Albara kemudian berkata,"Lia ... sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu. kau terlihat sangat pusing ... apa kau baik-baik saja?"


Lia melompat, dan berjalan menuju ke arah museum, ia berkata,"Aku baik-baik saja. ayo kita pergi!"


Tap tap tap ...


Albara menjawab,"Astaga ... baik, tunggu aku!"


Mereka pergi ke museum itu, dan melihat barang-barang yang dipamerkan. terlihat, barang-barang kerajaan banyak yang disimpan di museum itu.


Mereka berkeliling, dan bersenang-senang serta menikmati hari itu bersama. setelah selesai, mereka kemudian keluar dari museum. Lia berkata,"Kenapa semua benda itu sebagian besar ditemukan olehmu? em ... apa kau sehebat itu?"


Albara merasa sedikit senang, ia berkata,"Itu ... memang benar, museum ini dimiliki oleh kakek ... ini adalah museum khusus untuk menyimpan benda-benda yang berhasil ditemukan oleh penjelajah."


Lia berkata,"Benarkah?"


"Em! tentu saja."


Tap tap tap ...


Tiba-tiba, seseorang datang dan menemui albara. ia berkata,"Permisi tuan penjelajah ... perkenalkan, saya adalah perwira militer yang dikirim untuk mencari anda. Panggil saja saya dengan jenderal Ali ... suatu kebetulan kita bisa bertemu di tempat ini."


Lia merasa sangat kebingungan, begitupun dengan albara. mereka berdua kebingungan, albara menjawab,"Ada yang bisa saya bantu? kenapa anda diminta untuk mencariku?"


Lia merasa kaget mendengar itu, albara kemudian menjawab,"Kota yang hilang? sepertinya ini menarik ... dimana aku bisa menemui Komandanmu?"


Jenderal ali menjawab,"Kita bisa pergi menggunakan mobil. sudah kami siapkan sebuah mobil, dengan pengawalan yang sangat ketat."


Tiba-tiba, beberapa mobil militer datang. mereka membawa senjata. puluhan tentara datang dan mengawal mereka.


Lia merasa keheranan, ia berkata,"Ini? benda apa ini?"


Jenderal ali menjawab,"Ini adalah mobil yang sudah kami siapkan. nona, anda pasti adalah adik dari tuan penjelajah. nona muda, silahkan masuk ke dalam mobil."


Lia menjawab,"Hm ... adik? aku ..."


Albara menyela,"Ayo ... cepat! kita harus segera menemuinya!"


Lia menjawab,"Baik, aku mengerti, jangan dorong aku."


Brum ...


Mereka pergi ke rumah komandan militer. terlihat, jalanan sangat ramai. jarak kediaman dengan museum tidak lebih dari 200 kilometer. mereka harus berkendara selama beberapa jam menuju ke kediaman komandan itu.


Brum ...

__ADS_1


Selama kurang dari 3 jam pergi menuju ke rumah komandan. mereka akhirnya sampai, terlihat, gerbang masuk menuju rumah itu terbuka. Ratusan tentara menunggu mereka dan berbaris. terlihat, seorang komandan menunggu kedatangan mereka.


Krek ...


Albara dan lia turun dari mobil itu, mereka kemudian disambut baik oleh para petinggi militer.


Seorang Komandan berkata,"Keponakanku ... aku sudah lama menunggu kedatanganmu. aku ingin membicarakan mengenai masalah penting denganmu."


Ia adalah seorang komandan sekaligus paman dari albara. mereka satu keluarga, hubungan mereka sangat dekat.


Albara menjawab,"Paman ... kau tidak perlu repot-repot mencariku. aku sendiri akan pergi ke rumahmu jika kau memanggilku."


"Haha ... aku juga tidak ingin menggangu penjelajahanmu. sekarang ayo kita pergi."


Lia keheranan melihat sekeliling tempat itu, ia berkata,"Ini? tempat apa ini? kenapa disini sangat ramai?"


Komandan menjawab,"Hoh ... siapa gadis kecil yang sangat imut ini? apa dia adalah pacarmu?"


Albara menjawab,"Bukan ... aku hanya temanya. paman, kau jangan berfikiran yang aneh-aneh."


Lia merasa sedikit malu, ia merasa gugup. tiba-tiba, albara mengelus rambut lia, ia berkata,"Lia ... pegang tanganku. karena tempat ini sangat ramai, kau tidak boleh pergi tanpa sepengtahuanku."


Lia menjawab,"Hm ... aku mengerti."


Kemudian mereka masuk ke rumah itu. terlihat, puluhan tentara mengikuti mereka. mereka adalah pengawal yang melindungi mereka.


Mereka masuk ke sebuah ruangan dan duduk di ruangan itu. Komandan kemudian berkata,"Baiklah ... sebelum aku memulai ini, perknalkan, namaku adalah Lucfier ... aku adalah paman sekaligus saudara dari ayah albara. Gadis kecil, siapa namamu?"


Lia menjawab,"paman ... namaku adalah lia. kau jangan panggil aku gadis kecil."


Albara mengelus elus rambut lia. ia berkata,"Kau ini ... bisakah kau bersikap lebih sopan ..."


"Haawahawa ... baik-baik ... aku mengerti. He-hentikan ..."


Komandan Lucfier merasa senang, ia kemudian berkata,"Kalian berdua terlihat sangat dekat. tetapi, apa kalian tau berita mengenai kota yang hilang sudah ditemukan?"


Albara merasa kaget, ia kemudian berkata,"Paman? apa kau serius? dimana kota yang hilang itu berada?"


Komandan Lucfier menjawab,"Keponakanku ... paman mendapar berita ini dari Tim penjelajah BluEx. tetapi bisa saja ini berita bohong."


Albara berkata,"Paman ... bukankah Tim penjelajah BluEx sudah hilang? bagaimana mungkin mereka bisa membertau kita jika mereka sudah menemukan kota yang hilang itu?"


Komandan Lucfier menjawab,"Benar ... tapi menurut intelijen. mereka mendapatkan informasi jika jenderal se menyembunyikan sesuatu dariku."


Albara menjawab,"Paman ... kakek memang selalu menyembunyikan banyak rahasia. tidak heran jika dia selalu menang."


Komandan Lucfier menjawab,"Keponakanku ... aku ingin kau untuk segera menemukan kota yang hilang itu!"

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2