Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 32 - Keturunan terakhir


__ADS_3

Ch. 32 - Keturunan terakhir


Setelah beberapa jam berlalu.


Albara membuka matanya. terlihat, ia sedang berbaring. ia perlahan membuka matanya, melihat sekeliling ruangan itu.


Ia berkata,"Aduh ... Apa aku pingsan? tunggu ... kenapa sangat empuk? em ... rasanya aku sedang berada di pangkuan seseorang ... "


Kemudian, tiba-tiba gadis itu berkata,"Memang benar ... kau sedang di pangkuanku. kau akhirnya sadar juga ... aku sudah lama menunggu kau bangun ... "


Albara merasa kaget, ia menoleh ke atas, dan melihat ia sedang tidur di pangkuan gadis itu. ia merasa sangat kaget dan berkata,"Ka-kau? heeh?! kenapa kau membiarkan aku tidur di pangkuanmu?"


Gadis itu tersenyum, ia kemudian menjawab,"hehe ... karena aku menyukaimu ... kau terlihat sangat manja, apalagi saat sedang tidur."


Albara menjawab,"Apa aku terlihat begitu? ini sangat memalukan!"


Gadis itu menjawab,"Hehe ... tidak ada yang memalukan ... kau beruntung bisa tidur di pangkuanku ... hanya orang yang beruntung bisa tidur di pangkuan gadis yang sangat cantik ... kau tau itu kan?" Gadis itu mendekatkan kepalanya. ia mengelus rambut albara, dan memegang dagunya.


Albara merasa sangat gugup, ia kemudian menjawab,"Kau benar ... tapi kenapa aku bisa pingsan? apa kau sengaja membuatku pingsan?"


Gadis itu tersenyum, ia kemudian menjawab,"Em ... bisa dibilang tenagamu tidak cukup untuk menggunakan pedang sataka ... "


Albara merasa sedikit penasaran, ia kemudian menjawab,"Pedang sataka? jadi itu nama pedangmu? terdengar cukup aneh jika aku kehabisan tenaga saat menggunakanya ..."


"Memang benar kau kehabisan tenaga saat menggunakan pedang itu. hanya keturunan dari keluarga kami yang bisa menggunakanya."


Albara kemudian menjawab,"Keturunan? apa kau adalah ... "


Kemudian, gadis itu menyela,"Benar ... aku adalah keturunan yang tersisa dari keluarga ini ..."


Albara kemudian bangun, ia berkata,"Keturunan terakhir? Jadi ... siapa kau sebenarnya? kenapa kau memiliki kekuatan seperti itu?"


Gadis itu berdiri, ia pergi keluar istana itu. albara merasa keheranan, ia mengikuti gadis itu keluar.


Gadis itu memperhatikan pemandangan alam yang indah. bunga-bunga bermekaran di sekitar tempat itu. Angin bertiup sangat kencang, dedaunan beterbangan di tempat itu.


Gadis itu kemudian berbalik, ia tersenyum saat sedang memperhatikan albara. ia kemudian berkata,"Namaku adalah Lia Chen. aku adalah keturunan terakhir dari keluarga chen ... "


Syuss ...


Angin bertiup sangat kencang. saat Lia memperkenalkan dirinya. albara merasa sangat kagum dan merasa sangat penasaran, ia menjawab,"Jadi kau adalah keturunan terakhir dari keluarga chen ... Kenapa kau dikenal sebagai gadis pemanah?"

__ADS_1


Lia mendekat ke arah albara, ia memegang dagunya dan mendekatkan kepalanya. ia kemudian menjawab,"Karena aku dikenal sebagai gadis yang suka menjebak pria seperti dirimu."


Albara merasa sangat khawatir, ia kemudian menjawab,"Jadi? apa kau pikir aku akan terjebak? kenapa semua orang takut masuk ke dalam wilayahmu? kenapa mereka sangat takut saat sedang membicarakanmu?"


Lia berbalik, ia kemudian memperhatikan awan dan menjawab,"Karena mereka takut denganku. aku tau kau juga pasti akan takut kepadaku ..."


Albara menjawab,"Ha? kenapa aku takut kepadamu? jalas kau gadis yang menurutku sama seperti gadis lain. tapi, kenapa kau begitu ditakuti?"


Lia berbalik, ia kemudian menjawab,"Karena ... aku memiliki mata Iblis ..."


Syuss ...


Angin bertiup sangat kencang, saat lia mengatakan itu, dedaunan disekitar tempat itu beterbangan.


Albara sangat kaget mendengat itu, ia kemudian menjawab,"Mata iblis? apa itu? kenapa aku tidak pernah mendengarnya?"


Lia menjawab,"Aku tidak bisa mengendalikan diriku jika mata ini muncul. saat aku dikendalikan oleh kekuatan ini ... aku akan menghabisi siapapun yang dianggap sebagai musuh. kau pasti mengerti bagaimana mengerikan diriku ini?"


Albara kemudian menjawab, "Bagaimana cara nengendalikan dirimu? apa kau tidak memiliki cara lain agar kau bisa mengendalikan kekuatanmu?"


Lia kemudian menjawab,"Hanya ada satu cara ... melawan kakakku!"


Albara merasa sangat penasaran, ia kemudian menjawab,"Kakakmu? apa dia juga terlibat dalam masalah ini?"


"Jadi ... kenapa dia menculik alisya dan rein? kenapa dia melakukan itu?"


Lisa kemudian menunduk, ia menjawab,"Itu ... mereka akan dijadikan sebagai pengikut kakakku ... kakak sangat kejam, dia akan mebentuk sebuah pasukan untuk menguasai dunia ini. aku minta maaf sebagai perwakilan kakaku ... aku mohon maaf."


Syuss ...


Tempat itu menjadi sangat gelap. terlihat, sebuah pintu gerbang besar tiba-tiba muncul dihadapan mereka. terlihat, seseorang berambut perak, keluar dari gerbang itu.


Albara merasa sanga kaget melihat kejadian itu, ia kemudian berkata,"A-apa itu? ke-kenapa tiba-tiba muncul pintu gerbang? siapa dia?"


Lia menjawab,"Dia sudah datang ..."


Albara menjawab,"Siapa? siapa yang sudah datang?"


"Kakakku ... Rena chen."


Albara merasa keheranan, ia kemudian menjawab,"Rena chen? jadi dia adalah kakakmu?"

__ADS_1


"Benar ... kau harus berada di belakangku jika kau ingin tetap hidup."


Lia berada di depan albara, ia melindungi albara. Rena terlihat sangat marah melihat albara, ia kemudian berkata,"Adikku ... kenapa kau meminta maaf? Apa aku sudah melakukan kesalahan?"


Lia menjawab,"Kakak ... kau sudah melakukan banyak kesalahan ... sebaiknya kau melepaskan gadis yang kau bawa!"


Wussh ... angin semakin bertup kencang. Dedaunan beterbangan, tempat itu menjadi sangat gelap karena kedatangan rena.


Rena tersenyum, ia kemudian menjawab,"Kalau begitu ... lawan aku bertarung! aku ingin melihat seberapa kuatnya kau sekarang!"


Sring ...


Rena menarik pedangnya, begitupun dengan lia. mereka saling memperhatikan, dan bersiap untuk bertarung.


Lia berkata,"Kakak ... aku akan mengalahkanmu hari ini! bersiaplah untuk kalah!"


Push ...


Lia melompat, ia terbang dan menyerang rena dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Pliang ...


Pertarungan dimulai, dua gadis dengan kekuatan yang sangat besar bertarung sambil terbang di langit. pertarungan mereka sangat sengit.


Albara merasa keheranan melihat pertarungan itu, ia ingin membantu lia tapi ia tidak bisa melakukan apapun.


"Ini sangat berbahaya! kenapa dia melakukan ini untukku? aku tidak bisa bertarung melawan mereka! apa yang harus aku lakukan?"


Buak ...


Lia menerima pukulan dari rena, ia terpental akibat menerima pukulan itu. albara melihat kejadian itu, ia merasa sangat khawatir melihat kejadian itu.


"Liaaaa! ini tidak mungkin? bagaimaa dia bisa sangat kuat dari lia? apa yang dia miliki? kenapa dia sangat kuat?"


Brug ...


Lia terjatuh, ia menabrak istana itu dan terluka akibat menerima serangan itu. albara berlari untuk melihat kondisi lia, ia merasa khawatir dan berkata,"Lia ... apa kau baik-baik saja? kau terlua cukup parah ..."


Lia tersenyum, ia memegang dagu albara, ia berkata,"Aku ... hm ... aku baik-baik saja ... hanya terluka karena aku tidak bisa mengalahkanya. kau jangan khawatir, aku akan baik-baik saja."


"Apa katamu?"

__ADS_1


Lia menjawab,"Karena kau berada didekatku ... aku baik-baik saja."


Bersambung ...


__ADS_2