Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 59 - Jebakan


__ADS_3

Ch. 59 - Jebakan


Menyadari jika albara dan alisya berhasil sampai ke seberang jurang itu, yumna tampak sedikit kesal kepada mereka. ia menyadari jika di tempat itu terdapat sebuah jembatan.


"Asisten, a-apa kau baik-baik saja? apa kita berhasil?"


Albara penasaran, ia tidak menyangka jika ide itu akan berhasil. ia dengan senang memperhatikan alisya.


"Uhuk ... tu-tuan, a-aku sedikit pusing. tapi, sekarang sudah baik-baik saja."


Alisya dengan senang mengatakan itu, tampak ia kembali bersemangat setelah kejadian itu.


Brum ...


"Hahaha! kalian tadi beruntung bisa selamat dari kejadian itu! tapi akulah yang akan mengambil libe!"


Tanpa mereka sadari, yumna dan pasukanya berhasil sampai di seberang sungai itu. tampak yumna sedang mengejar mereka.


"Gawat! kenapa dia bisa sampai ke tempat ini? bukankah jurang itu sangat berbahaya?"


Albara kebingungan, ia bertanya-tanya kenapa yumna bisa sampai ke tempat itu?


"Tuan, disana ada jalan menuju ke tempat ini. di sama ada jembatan, kenapa kita tidak melewati jembatan itu tadi?"


Alisya tampak keheranan, ia dengan sesikit kecewa menanyakan itu. ia menyadari jika terdapat sebuah jembatan di tempat itu.


"Tidak ada waktu untuk membahas itu! sekarang kita fokus pada misi kita! kita tidak boleh kalah!"


Bum ...


Menyadari jika yumna mengejar mereka, albara dengan semangat berusaha agar mereka bisa sampai sebelum yumna. mobil itu melaju dengan kecepatan penuh.


"Hm ... ternyata mereka berhasil melewati jurang itu. tapi, aku yakin mereka tidak akan bisa menghindari jabakan ku selanjutnya. hehe, kebetulan sekali ... aku memasang ribuan ranjau darat di tempat itu, apakah mereka akan selamat? aku menantikan itu."


Di istana, tampak yuna sedang mengamati mereka menggunakan sebuah teropong. ia sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk mereka.


5 menit sudah berlalu.


Di sebuah tempat yang dipenuhi dengan semak-semak, mereka kelelahan setelah bersaing untuk memperbutkan libe. tampak albara keluar dari mobil begitupun dengan yumna dan alisya.

__ADS_1


"Hem, rencanamu bagus juga. kita akan menerobos istana itu, pengendali itu pasti mengira jika kita bermusuhan, benarkan?"


Yumna tampak senang, ia menyadari jika mereka berhasil menipu yuna. kejadian itu, hanya bagian dari rencana mereka.


"Benar ... di buku ini, aku mendapatkan informasi jika libe dijaga oleh seorang pengendali. oleh sebab itu, kita harus berhati-hati kepada pengendali ini."


Albara mengamati istana itu dengan sebuah teropong miliknya. tampak ia melihat beberapa menara di istana itu.


"Jadi ... sekarang kita harus berjalan kaki ke istana itu. aku tidak tau berapa jebakan yang ia pasang jika kita kesana dengan kendaraan kita. di buku, istana ini dipenuhi dengan jebakan, dan bom. aku, asisten, dan kau akan bersama-sama menyusup ke istana itu, perintahkan pasukanmu untuk tetap mengawasi di tempat ini."


Albara menyadari jika tempat itu sangat berbahaya, ia menyadari jika di tempat itu terdapat ratusan bahkan ribuan jebakan yang terpasang.


"Baiklah. aku tidak sabar untuk pergi ke istana itu! ayo!"


30 menit sudah berlalu. albara, alisya, dan yumna, mereka diam-diam mendekat ke benteng yang mengelilingi istana itu. mereka dengan hati-hati masuk ke dalam kota itu.


"Hei ... apa kau berfikir jika rencana ini akan berhasil? kenapa kita harus pergi secara diam-diam? kita sudah berjalan selama 30 menit."


Yumna tampak keheranan dengan rencana itu, ia mengira jika albara terlalu berhati-hati.


"Dengar ... sekarang aku akan memanjat ke atas dinding itu! kalian pegang tanganku! kita akan segera naik!"


Albara dengan yakin mengatakan itu, ia melempar sebuah tali ke atas dinding itu, tampak tali itu sangat kuat untuk membawa mereka ke atas. dengan penuh ketegangan, mereka memanjat tembok itu secara diam-diam.


Yumna tampak ketakutan, ia memeluk albara dengan sangat erat. tampak mereka baru saja memanjat ke atas tembok itu.


"Tuan ... apakah kau yakin jika kita akan berhasil? apa kau tidak kelelahan? apa kita perlu beristirahat?"


Alisya mengkhawatirkan albara, ia menyadari jika albara cukup kesulitan memanjat ke atas tembok itu.


"Kau tidak perlu khawatir! aku albara ... penjelajah terkuat tidak akan pernah lelah menghadapi sebuah rintangan seperti ini."


Albara dengan sekuat tenaga berusaha agar mereka bisa sampai ke atas. tampak ia berusaha dengan penuh percaya diri jika rencana mereka akan berhasil.


"Heh? memanjat dinding benteng? kurasa itu bukan ide yang buruk. tapi, bisakah mereka selamat setelah aku memotong tali itu? he-he."


Di istana, yuna menyadari jika albara, alisya, dan yumna memanjat dinding benteng itu. ia tampak senang melihat perjuangan mereka, ia tidak pernah menyangka jika mereka melakukan itu.


"Sedikit lagi! kita akan sampai!"

__ADS_1


Hanya beberapa meter mereka hampir sampai di atas dinding itu. tampak albara dengan sekuat tenanga berusaha menggapai tali itu.


Kret ...


"Apa? tidak mungkin kan? rencanaku ini ... gagal?"


Tiba-tiba, tali itu segaja diputus oleh yuna, mereka bertiga jatuh dari atas ketinggian. tampak albara tidak pernah menyangka jika rencananya akan gagal.


"Aaa! kakak albara! rencanamu ini tidak berhasil! kita tidak akan selamat! huhuhu ... senang bisa mengenal kalian."


Yumna putus asa menyadari jika mereka tidak mungkin bisa selamat setelah terjatuh dari benteng itu.


Brug ...


5 menit setelah kejadian itu, tampak albara dengan perlahan membuka matanya. ia menyadari jika seseorang sudah menolong mereka, dan juga membuat mereka pingsan.


"Uhuk ... ka-kau? bu-bukankah kau adalah, yu-yuna?"


Albara bertanya-tanya kepada yuna, ia penasaran kepadanya kenapa ia menyelamatkan mereka. ia berharap segera menemukan jawabanya.


"He-he ... ka-karena, kau menarik, albara."


Albara tidur di pangkuan yuna. tampak, yuna dengan senang memperhatikan albara, ia bersikap sangat hangat kepada nya.


"I-ini ..."


Albara kembali pingsan. 6 Jam sudah berlalu, albara dengan perlahan kembali membuka matanya. ia menyadari jika dirinya pingsan setelah terjatuh dari dinding itu.


"Um ... a-apakah ini yang namanya mimpi? tempat ini sangat bagus, dan ruangan ini sangat harum ... tidak aku sangka jika aku bisa bermimpi tidur di dalam ruangan yang sangat nyaman ini."


Albara menyadari jika ia sedang berbaring di sebuah ranjang yang empuk. ia menyadari jika ruangan itu sangat indah, dan nyaman. ia merasa jika ia sedang bermimpi.


"Tidak, kau tidak sedang bermimpi, tau. ruangan ini adalah kamarku, albara. kau tidur di ranjangku, tadi. kau pingsan selama 6 jam. sekarang ... coba kau tebak, kita sedang tidur di ranjang yang sama, lho ... apa kau menyadarinya?"


Tiba-tiba, yuna berada di sampingnya. tampak ia tidur di samping albara dengan senyuman yang hangat. ia senang dengan kejadian itu.


"Kau?"


"Benar, aku adalah yuna, sekarang, kau akan menjadi milikku sepenuhnya, albara."

__ADS_1


Yuna tersenyum, tampak ia menyukai albara. ia dengan senang tidur di ranjang itu sambil memperhatikannya.


Bersambung ...


__ADS_2