
Ch. 39 - Kau sudah menjadi milikku
Setelah rena pergi, dengan merasa penasaran, albara berkata,"Felisya ... apa yang kau ketahui tentang orang yang sudah membawa rein pergi ke kota utahara?"
Felisya mendekat, ia menjawab,"Aku bisa memberitaumu ... tapi apa untungnya bagiku? ehm ... seandainya kau bisa membuat penawaran bagiku. maka-"
Lia menyela, ia menjawab,"Jangan berfikir bisa mencari keuntungan dari situasi ini! dia sudah menjadi milikku! kau tidak akan bisa merebutnya!"
"Ehm! apa katamu!"
Albara merasa keheranan, dengan merasa keheranan, ia berkata,"Astaga ... sejak kapan aku menjadi miliknya? ini sangat tidak masuk akal. dan kalian berhentilah bertengkar!"
Alisya merasa khawatir dengan pertengkaran itu, ia berkata,"Kalian ... aku mohon, berhentilah bertengkar."
Felisya merasa gugup, ia menjawab,"Hm ... aku bisa memberitaumu secara gratis. anggap saja ini sebagai bantuan dariku."
Albara merasa senang, ia menjawab,"Baiklah, aku akan selalu mengingat bantuanmu ini. bisakah kau memberitau siapa orang yang sudah membawa rein ke istana itu?"
Felisya merasa sedikit gugup saat ingin memberitau albara, ia terdiam selama beberapa detik dan kemudian menjawab,"Sebenarnya ... dia adalah seorang jenderal."
"Ha? seorang jenderal?!" Albara, Alisya, Zhue, dan lia merasa kaget mendengar itu, mereka tercegang dan merasa keheranan.
Dengan merasa gugup, felisya menjawab,"Benar ... dia bukan orang biasa. dia sangat berbahaya, dia biasa dipangil dengan Jenderal sah fe. para intelijen sulit untuk mendapatkan informasi ini ... kalian beruntung bisa mengetahui informasi dariku, berterimakasihlah dariku."
Albara merasa penasaran, ia kemudian menjawab,"Jenderal sah fe? kenapa dia bisa terlibat dalam masalah ini?"
Felisya menjawab, ia berkata,"Kau tau? dia adalah seorang penguasa baru di wilayah ini. wilayah ini sekarang berada dalam pengawasanya."
"Penguasa baru?"
Felisya merasa khawatir, ia menjawab,"Benar. apa kalian tau jika kota ini hampir dikuasai sepenuhnya?"
Albara kaget mendengar itu, ia menjawab,"Aku pernah mendengarnya, tetapi apa maksudmu dengan hampir dikuasai?"
"Kau sudah tau kan? kota ini tidak sepenuhnya dikuasai. beberapa wilayah kecil di utahara sedang membentuk milisi untuk melawan negara skar, Pasukan itu dipimpin oleh seorang komandan wanita."
Albara dan alisya merasa penasaran mendengar perkataan felisya, albara kemudian menjawab,"Siapa komandan itu? bisakah kau memberitauku?"
Felisya tersenyum, ia menjawab,"Mudah saja ... dia adalah komandan Qing, kakak dari gadis yang sedang kau cari!"
"Haa?!" Albara, Alisya, Lia, dan zhue, mereka tertegun saat mendengar itu, mereka tercegang sampai-sampai terdiam saat mendengar itu.
Feliya tersenyum, ia menjawab,"Kalian pasti dipenuhi dengan rasa penasaran dari diri kalian. bersyukurlah jika aku memberi kalian informasi penting ini. kau tau ... tidak semua orang mengetahui ini, anggap saja kalian sedang beruntung. Baik, sampai jumpa."
Albara menyela, ia menjawab,"Ka-kau ... apakah kau akan pergi? bisakah kau beritau dimana markas pasukan komandan Qing berada?"
__ADS_1
Felisya tersenyum, ia menjawab,"Ehm ... kalian bisa pergi ke timur. disana ada sebuah desa misterius. kalian akan menemukanya, sampai jumpa, tuan muda. aku mendapatkan sebuah misi, untuk membuat kekacauan."
Wush ...
Tiba-tiba, felisya melompat dan menghilang dari tempat itu. albara merasa sangat bersemangat, ia kemjdian berkata,"Baiklah! saatnya untuk mencari komandan Qing dan menyelamatkan rein!"
Alisya berkata,"Benar! ayo kita berjuang bersama, tuan."
"Ehm! ayo!"
Lia memperhatikan tempat itu, ia tidak menemukan zhue, ia merasa khawatir dan berkata,"Sepertinya temanmu sudah pergi."
Albara menjawab, "ha? siapa?"
"Kau tadi memanggilnya zhue bukan? sepertinya dia pergi bersama dengan gadi konyol itu."
Albara memperhatikan tempat itu, ia tidak melihat zhue di tempat itu. dengan merasa sangat kesal, ia berteriak,"Zhueee! dasar kau! ternyata kalian adalah antek-antek kakekku!"
Lia merasa keheranan, ia menjawab,"Astaga ... Apa kau memerlukan bantuan dalam misi ini? aku bisa membantumu, bagaimana?"
Albara merasa khawatir, ia berkata,"Aku akan meminta bantuanmu pada saat yang tepat! pokoknya terimakasih karena sudah membantuku hari ini! ternyata kau adalah gadis yang sangat baik."
Syuss ...
Lia merasa gugup saat mendengar itu, ia kemudian tersenyum dan menjawab,"Be-benarkah? padahal aku tidak membantumu sama sekali. seharusnya aku yang berterimakasih kepadamu."
Albara mengelus rambut lia, ia tersenyum sambil menjawab,"Sejujurnya, aku sangat senang kau membantuku. sampai jumpa, kami harus berpetualang sekarang! Asisten, ayo!"
Tap tap tap ... Albara berlari dan pergi turun melewati anak tangga itu.
Alisya merasa senang, ia kemudian menjawab,"Em! ayo kita berpetualang!"
Syuss ...
Angin bertiup sangat kencang setelah mereka pergi meninggalkan tempat itu. lia tersenyum sambil memperhatikan albara, ia terlihat sangat senang dan berkata,"Hari ini sangat menyenangkan ... aku akan membantumu saat kau dalam kesulitan. karena kau adalah miliku mulai hari ini, a-aku ... sangat menyukaimu albara."
Syuss ...
Angin kembali bertiup sangat kencang, albara merasa seseorang sudah menngungkapkan perasaan untuk dirinya, ia memperhatikan lia dan tersenyum ke arahnya.
Ia berkata,"Ehe! sampai jumpa ya!"
Lia melambai, ia tersenyum sambil menjawab,"Em ... sampai jumpa lagi! ingat ... aku akan datang saat kau dalam bahaya! aku berjanji kepadamu. aku akan selalu ada di saat kau membutuhkanku."
"Baik! aku akan selalu mengingatmu! kau harus menepati janjimu ya! sampai jumpa."
__ADS_1
Tap tap ...
Albara memegang tangan alisya, alisya merasa senang karena ia bisa kembali bersama albara, mereka saling memperhatikan, albara berkata,"Asiten ... apa kau siap untuk berpetualang bersamaku?"
"Em! aku sangat siap tuan penjelajah! aku akan selalu mendukungmu."
"Baik! saatnya kita menyelamatkan teman kita! saatnya beraksi!"
Tap ... tap ...
Mobil mereka tiba-tiba berada tempat itu. Sepertinya Rena sudah mengembalikan mobil itu, albara merasa sangat senang mobil itu kembali, ia masuk ke dalam mobil dan berkata,"Asisten! perjalanan kita sangat jauh! entah apa yang akan terjadi selanjutnya! aku akan selalu bersamamu!"
"Em ... aku juga, aku akan selalu bersamamu tuan."
Brum ...
Sepertinya, mereka akan kembali berpetualang. perjalanan mereka sangat jauh, mereka pergi menuju ke arah timur untuk menemukan seorang komandan yaitu komandan Qing.
Brum ...
Mereka kembali melewati hutan itu, kali ini mereka bertemu dengan pasukan patroli dari negara skar.
"Lihat! itu dia! cepat kejar orang itu!"
Brum ...
Mereka mengejar mobil albara dengan kecepatan yang sangat tinggi. terlihat beberapa kendaraan mengejar albara, tetapi Felisya dan zhue datang dan membuat kekacauan di tempat itu.
Wussh ...
Duar ....
Sebuah ledakan besar terjadi di tempat itu. suara tembakan terdengar, Felisya berkata,"Aku akan mengalahkan orang yang beranu melawan tuan muda! Zhue! tunjukan kehebatan kita!"
"Baik nona!"
Duar ...
Sebuah ledakan besar kembali terjadi di tempat itu. Albara menyadari jika felisya datang membantunya, ia berkata,"Itu adalah ledakan yang sangat besar ... aku pikir dia hanya berbohong. tapi dia serius."
"Em ... kau benar."
Brum ...
Bersambung ...
__ADS_1