Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 49 - Kedatangan seseorang yang aku kenal


__ADS_3

Ch. 49 - Kedatangan Seseorang yang aku kenal


Komandan Qing menyadari jika mereka dibidik oleh musuh dari semua sudut kota. terlihat puluhan tentara membidik kendaraan mereka, ia menjadi sangat khawatir mengenai itu.


Bum ...


"Albara ... sepertinya kita sudah terkepung. apa kau sudah memiliki rencana?"


Sepertinya komandan Qing sudah kehabisan ide, ia terlihat sangat kebingungan menghadapi musuhnya.


Albara melihat di depan mereka terdapat sebuah barikade penghalang. ia yakin jika untuk keluar dari kota itu sangatlah sulit.


"Hm ... bagaimana kau menurunkan kami? kami akan bertarung melawan mereka! benarkan asisten?" Albara memperhatikan alisya, ia terlihat sangat serius dengan ucapanya.


"Benar ... turunkan kami."


Komandan Qing keheranan mendengar itu, ia tidak menyangka albara memikirkan rencana seperti itu.


"Apa kalian berfikir aku akan membiarkan kalian untuk turun? he-he ... jika kalian tertangkap oleh mereka, jenderal se pasti tidak akan mengampuniku! lebih baik kalian jangan ceroboh!" ucap komandan Qing.


"Heh? kalian dimana?" Terlihat, komandan Qing menyadari jika mereka sudah pergi dari mobil itu. ia kaget melihat mereka sudah berlari di atas bangunan dan benteng di kota itu.


Albara dan alisya bertarung di atas benteng bersama dengan alisya, mereka terlibat pertarungan jarak dekat dengan prajurit bersenjata pedang musuh.


"Haha ... ini jauh lebih baik daripada kabur! reputasiku bisa saja hancur jika aku tidak berani mengambil resiko!"


Buak ...


Terlihat, ia mengalahkan beberapa orang sekaligus. mereka bertarung dengan sangat sengit mengalahkan musuh mereka.


Brum ...


Komandan Qing tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi pergi dari tempat itu menggunakan jalan lain.


"Kalian ... aku tidak menyangka kalian akan melakukan ini. sesungguhnya aku sudah tau rencana kalian dari awal, tidak aku sangka rencana ini cukup menarik!"


Bum ...


"Lihat! mereka sedang bertarung! komandan Qing juga ada di mobil itu! cepat! kita bantu mereka! angkat senjata kita!"


Terlihat, ratusan warga dari utahara membantu mereka dengan ikut terlibat dalam pertarungan itu.


Bom ...


"Cepat turun! mereka ada di atas! cepat kejar mereka! jangan sampai mereka kabur!"


Seorang tentara dari negara skar datang bersama dengan puluhan tentara dari istana. mereka berlari untuk mengejar albara dan alisya secara bersamaan.


DOR ...


Sayangnya sebelum mereka terlibat pertarungan dengan albara dan alisya, ratusan warga kota utahara datang dan menghujani mereka dengan tembakan senapan api.


DOR ...


"Cepat! mereka berdatangan! kita harus melompat!" Mengetahui kedatangan tentara dari istana, albara dan alisya dengan cepat mereka melompat dari gedung ke gedung yang lain menghindari dari tembakan itu.

__ADS_1


Wussh ...


Gedung-gedung yang mereka lewati adalah bekas benteng yang sebelumnya menjadi pertahanan kota utahara selama kepemimpinan Adipati Wei. sekarang, benteng itu tidak menjadi pertahanan, akan tetapi dibiarkan begitu saja.


Tap Tap Tap ...


"Untunglah sebelum kita ke kota ini ... kita mencari tempat untuk kabur dan tempat yang bagus untuk bersembunyi. mereka tidak akan bisa mengejar kita. asisten, bagaimana dengan komandan Qing?" tanya albara.


"Tuan ... sepertinya mereka baik-baik saja. kita akan menemui mereka di bawah! sekarang ... sesuai perhitunganmu ... kita akan melompat!"


Terlihat, di depan terdapat sebuah jalan keluar dari kota itu. mereka menyadari jika mobil yang dikendarai oleh komandan Qing melewati tempat itu.


Benteng itu sangatlah tinggi, di bawah, terlihat sebuah jalan serta taman bunga yang sangat luas. di depan mereka, adalah salah satu jalan keluar yang paling aman untuk kabur dari kota itu.


"Baik ... informasimu sangat bagus! aku tidak salah memilihmu sebagai asistenku. di depan walaupun sangat tinggi! tapi kita harus melompat agar bisa keluar dari tempat ini! pegang tanganku ..."


Albara memegang tangan alisya, terlihat ia sangat berani melakukan itu. alisya menggengam tangan albara, ia tersenyum dan percaya dengan albara.


Di bawah, terlihat komandan Qing berhasil keluar dari kota itu. mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Astaga ... kau memang menarik, albara. aku tidak pernah bisa melupakan keberanianmu ini."


Ia mengamati kedatangan albara menggunakan teropong miliknya, ia keheranan melihat aksi albara yang nekat melompat dari atas ketinggian itu.


Wussh ...


Albara dan alisya melompat, mereka saling berpegangan tangan saat melakukan itu. alisya tersenyum, ia dengan senang memperhatikan albara sambil melompat.


"Asisten ... apa kau sudah siap untuk mendarat dengan selamat?" Tanya albara.


Albara senang, ia dengan yakin menjawab, "Bagus! saatnya untuk menemui teman kita!"


Wussh ...


Tap Tap Tap ...


"Gawat! mereka berhasil kabur dari kita! cepat beritau jenderal!"


Terlihat, beberapa orang datang dan melihat kejadian itu. mereka adalah tentara yang diperintahkan untuk menejar albara, mereka sangat kaget melihat kejadian itu.


Wussh ...


Mereka berhasil mendarat dengan selamat. beruntung mereka membawa parasut yang pernah digunakan oleh albara sebelumnya.


Brug ...


Mereka terjatuh bersama dan hanya terluka ringan. terlihat bunga bermekaran sangat banyak di tempat itu, sekarang pada jam 6 pagi, pemandangan di tempat itu sangatlah indah.


"Asisten ... apa kau baik-baik saja?"


Albara berbaring di rerumputan itu, ia terlihat sedang menggengam tangan alisya sambil memperhatikan benteng itu. pada pagi itu, suasana di tempat itu sangatlah damai, terlihat mereka sangat menikmati pemandangan itu.


"Tuan ... aku baik-baik saja. aku senang bisa bersamamu melakukan hal yang seru dan menegangkan."


"Em ... baguslah jika kau senang."

__ADS_1


Tap Tap Tap ...


Komandan Qing berjalan dan mendatangi mereka, ia dengan khawatir memperhatikan mereka dan merasa senang mereka baik-baik saja.


"Hem ... kalian ini sudah membuat aku ketakutan! kenapa kalian nekat melakukan itu? astaga ..."


Albara tersenyum, ia menjawab,"Komandan ... apa kau tidak senang melihat kami berhasil selamat? he-he ..."


Komandan Qing memperhatikan mereka, ia kemuian dengan senang melihat benteng itu dan menjawab,"Kalian sudah bekerja sangat keras. aku senang kalian bisa menyelamatkan keluargaku ... sekali lagi, terimakasih atas bantuan kalian ..."


Albara berdiri, ia dengan senang menjawab,"Tidak masalah ... aku juga senag bisa membantu kalian, benarkan asisten?"


Albara memperhatikan alisya, akan tetapi ia melihat alisya sangat khawatir melihat sesuatu.


Alisya fengan gugup menjawab,"Tuan ... mereka datang."


"Ha? apa?" Albara, dan komandan Qing kaget mendengar itu.


Tap Tap Tap ...


"Asisten mu benar, kami datang untuk mengalahkanmu!"


Tiba-tiba, puluhan pasukan musuh mendekat, mereka berhasil menemukan keberadaan albara dengan cepat.


Terlihat komandan Sah Fe memimpin pasukan itu, ia dan pasukanya mengepung mereka dari setiap sudut dan mengarahkan senapan ke arah mereka.


"Apa? kenapa dia berhasil menemukan kita? ini sangat gawat ... kenapa mereka bisa datang secepat ini?!"


Albara sangat penasaran, ia tidak menyangka jenderal sah fei menemukan mereka.


DUAR ...


"Uhuk? siapa yang berani menyerangku?" tanya jenderal sah fe.


Tiba-tiba, ledakan terjadi di tempat itu. ratusan tentara dari arah berlawanan, datang. mereka berpencar dan membantu albara dari semua sisi.


Duar ...


"Cepat bergerak! lindungi tuan muda sekarang!" Ratusan tentara menembakan senapan mereka ke arah musuh. terlihat seragam tentara itu tidak asing bagi albara, ia sepertinya mengenali seragam itu.


"Cepat berlindung! jumlah mereka sangat banyak! kita harus berlindung!" Jenderal sah fe kemudian berlindung di tempat yang aman bersama dengan pasukanya, ia mengamati seseorang yang mungkin ia kenali.


"Ini? apa yang sebenarnya sudah terjadi? kenapa mereka membantu kita?" Tanya komandan Qing.


Albara memperhatikan kedatangan pasukan itu, ia melihat seseorang yang tidak asing baginya datang ke tempat itu.


Tap tap Tap ...


Seseorang berjalan mendekatinya, seseorang yang mendatanginya kemudian tersenyum tersenyum memperhatikan albara dan alisya.


Ia dengan senang berkata, " kerja bagus cucuku ... kalian sepertinya butuh bantuanku benarkan, cucuku? apa kami terlambat untuk datang membantu kalian?"


"Kakek!" Terlihat albara sangat senang dengan kedatangan jenderal se, ia memperhatikan kakeknya dan tersenyum.


"Jenderal se? " alisya juga terlihat sangat lega dengan kedatangan pasukan dari pihak mereka, ia senang melihat kedatangan mereka.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2