Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 67 - Jenderal se dan pasukan atla


__ADS_3

Setelah perjalanan yang melelahkan, pada 30 menit setelah kejadian itu, tampak mereka berhasil sampai dengan selamat di danau.


Mereka berjalan cukup jauh, beruntung peta yang diberikan oleh alina membantu mereka agar bisa keluar dari hutan itu. tampak mereka seakan tidak percaya setelah 5 jam, tempat itu menjadi sangat mengerikan.


"I-ini ... bu-bukankah kota wise? kenapa tempat ini terlihat seperti medan perang? dimana mereka?"


Albara kebingungan, ia tidak percaya melihat tempat itu sangat berantakan, ia yakin jika pertarungan sudah usai setelah ia menghilang selama 5 jam.


Brug ...


Tanpa ia sadari, dirinya menjatuhkan alina begitu saja. ia berjalan di tempat itu untuk mencari keberadaan teman-temanya.


"Aduh! sakit ... Ehm, kenapa kau menjatuhkanku! padahal aku sangat nyaman saat digendong olehmu!" ucap alina.


"Dimana mereka? sudah berapa lama aku pergi dari tempat ini? kenapa tempat ini sedikit mengerikan?"


Albara terus mencari mereka, tanpa ia sadari, seseorang berada di belakangnya dengan membawa sebilah pedang bersandar di puing-puing bangunan.


"Uhuk ..."


Ia tampak kesakitan, tidak terduga, rena, dan yumna terbaring lemas tidak berdaya di dekat tempat itu. tampak mereka terluka cukup parah setelah menerima serangan yang mematikan.


"Rena?! yumna! kenapa kalian bisa seperti ini? hei! apa kau baik-baik saja?"


Albara menghampiri mereka, tampak ia membantu mereka untuk berdiri serta menceritakan apa yang sebenarnya sudah ia lewatkan.


"Uhuk ... aku tidak baik-baik saja setelah menerima serangan dari syah se, apa kau tau! lebih baik kau selamatkan gadis ini terlebih dahulu!"


Rena tampak tidak peduli dengan dirinya, ia meminta agar albara menyelamatkan yumna terlebih dahulu, ia menunjuk yumna berharap albara mau menerima permintaanya.


"Apa? Syah se? Alina, bisa kau sembuhkan mereka? apakah energimu mulai terkumpul? apa bisa kau menggunakan sihirmu untuk mengobati mereka?" Tanya albara.

__ADS_1


"Itu ... aku hanya bisa mengobati sebagian luka mereka. tapi aku membutuhkan waktu selama 30 menit. mungkin agak lama apa itu membantu?" tanya alina.


"Tidak masalah! yang terpenting adalah untuk menyelamatkan mereka! rena ... bisa kau tau dimana alisya dan yang lainnya berada? kenapa mereka tidak ada di tempat ini?"


Albara ingin agar mereka bersedia menceritakan apa yang sudah terjadi selama ia pergi dari tempat itu. ia ingin mengetahui kenapa mereka bisa terluka separah itu.


"Uhuk ... ka-kau akan tau setelah pergi ke gurun sahai, dan kota utahara. mereka berpindah tempat saling bertarung dengan kekuatan mereka. mungkin mereka akan segera kembali, sebelum itu, aku minta agar kau mengalahkan pasukan alisya!"


Rena menunjuk ke arah lain tempat itu, 100 meter dari tempat ia berada, tampak ia menyadari jika di depan mendekat ratusan prajurit dengan mengenakan baju zirah datang dari arah lain danau. mereka tidak asing bagi albara.


"I-ini ... mungkinkah? me-mereka ... i-ini tidak mungkin kan? alisya, adalah pemimpin pasukan atla ke-300?"


Albara tertegun, ia tidak percaya jika selama ini alisya sudah mengetahui mengenai pasukan itu. tampak ia menyadari jika alisya merupakan ancaman serius bagi mereka.


"Tuan ... apa kau baru menyadari jika sebenarnya akulah pemimpin dari mereka? aku adalah seorang putri adipati, tin penjelajah BluEx yang kau maksud hanyalah omong kosong."


Berdiri alisya dengan tatapan dingin di depanya, tampak ia menunjukan sikap aslinya kepada mereka, ia tidak segan menghabisi siapapun yang ia anggap sebagai musuh.


"Tidak mungkin ..."


"Sejujurnya, mereka semua adalah orang-orang yang aku kendalikan, ayahku memaksaku agar menjadi penerusnya, ia bekorban dengan menyelamatkanku dari kerajaan acis! apa kau tau itu! mereka ... mereka semuanya dikurung tepat di kota yang hilang!"


Alisya sebenarnya ingin menyembunyikan rahasia itu dari mereka, ia merasa sedih pada saat mengingat kembali kejadian yang pernah ia alami bersama keluarganya.


"Jadi ... oleh karena itu kau ingin pergi kesana untuk menyelamatkan keluargamu? jadi ... ini semua bukan karena kau ingin menjadi lebih kuat, kan?"


Ada harapan agar alisya bisa kembali ke pihaknya, albara ingin memberikan kesempatan agar alisya segera kembali bergabung dalam timnya.


"Bodoh! apa kau pikir aku seperti itu! tuan ... karena kau terlalu banyak tau rahasiaku, maka tidak ada cara lain lagi selain aku ... menghabisimu!"


Alisya dengan membawa sebilah pedang ditanganya mendekat ke arah albara. ia berniat untuk menghabisi albara yang sudah mengetahui rahasianya.

__ADS_1


"Apa? jadi kau berniat untuk mengabisiku? apa kau sudah lupa apa saja yang sudag kita lewatkan bersama? kenapa kau bisa berubah secepat ini!"


Albara tidak ingin melawan alisya, tampak alisya sudah berada di jalan yang salah sehingga ia memiliki tugas untuk menunjukan jalan yang benar kepadanya.


"berkat syah se, 4 pengendali yang melawanku mereka semua sibuk dengan pertarungan mereka ... saatnya untuk menghabisimu, sebagai penggangu!"


Alisya tidak mendengarkan perkataan albara, ia memilih untuk fokus melenyapkan albara tanpa memikirkan kembali kenangan indah yang sudah mereka lewati bersama.


"Lenyaplah kalian!"


Alisya berlari ke arah mereka, sambil mengayunkan pedangnya, tampak ia serius ingin melenyapkan albara.


DOOR!


Suara tembakan senapan terdengar dari arah timur. tampak jenderal se dengan membawa ratusan tentara datang ke tempat itu. mereka semua berniat untuk menghentikan bencana itu.


"Seseorang yang berani melenyapkan cucuku akan aku habisi dia sekarang juga! alisya ... aku pikir kau akan menjadi gadis polos, tapi sayang aku salah menilaimu! kau sudah dibutakan oleh dendam dan amarah, saatnya kami menunjukan jalan yang benar kepadamu!"


Jenderal se dengan membawa pistol mendekat kearah albara. ia berniat untuk menghentikan niat alisya untuk menghabisi cucunya.


"Benar ... memang kenapa? kalian sudah membiarkan ayahku dibawa oleh mereka! apa aku tidak boleh membalas dendam kepada kalian!" Bentak alisya.


"Jadi akar masalah ini karena ayahmu dibawa pergi oleh mereka. ini semua hanyalah salah paham, sebenarnya-" Ujar jenderal se.


Alisya menyela,"Sebenarnya apa mau kalian? jenderal se ... sebagai seorang pemimpin, kau seharusnya melindungi ayahku! tapi … apa boleh buat, tidak ada cara lain lagi selain berperang melawan penggangu seperti kalian!"


Prak ...


Puluhan, ratusan tentara mengarahkan senapan serta busur mereka ke arah jenderal se beserta pasukanya. pasukan atlan berniat untuk membantu alisya berjuang melawan jenderal se. tampak mereka tidak ragu untuk bertarung selama syah se berada di pihak mereka.


"Jadi mereka semua adalah pasukanmu … gados kecil sepertimu memang hebat bisa memimpin pasukan sebesar ini! tapi, sayang sekali aku harus segera mengalahkamu! pasukan … bersiaplah untuk bertarung melawan mereka!" ujar jenderal se.

__ADS_1


Tampak kedua belah pihak saling bersitegang, mereka sama-sama ingin saling bertarung, tidak ada keraguan dalam diri mereka.


Bersambung ...


__ADS_2