Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 63 - Misi Para Pengendali


__ADS_3

Ch. 63 - Misi Para Pengendali


"A-apa ini? ini tidak mungkin terjadi, kan? k-kalian, ka-kalian semua dari dulu memang mengincar alisya?"


Mendengar cerita ramalan serta misi terbesar para pengendali untuk menghentikan alisya pergi ke kota yang hilang, membuat albara tidak percaya akan hal itu. ia tidak percaya jika mereka semua mengincar alisya.


"Tuan ... mereka memang benar, tujuanku yang sebenarnya adalah, untuk menjadi yang terkuat!"


Tiba-tiba, kekuatan alisya pulih. ia dengan terbawa suasana berdiri serta memberi tau tujuannya yang sebenarnya.


"Dia ini ..."


Rena, lia, dan yuna, mereka bertiga menjadi sangat waspada terhadapnya. mereka dengan cara apapun harus menghentikan alisya pergi ke kota yang hilang.


"Asisten! apa yang kau katakan? apa kau melupakan persahabatan kita? kita sudah melewati banyak hal bersama, apa kau akan melupakan semua itu dengan mudah?"


Albara berusaha untuk mengingat semua kejadian yang pernah ia dan alisya alami sebelumnya. ia yakin jika alisya tidak mungkin bisa melupakan kejadian yang sudah mereka lalui bersama.


"Memang benar kejadian itu tidak bisa aku lupakan. tapi, semua itu hanya kebohongan! aku tidak menggangap kalian semua sebagai temanku!"


Alisya tampak sedikit gugup pada saat menjawab, akan tetapi ia kembali terbawa suasana tanpa ragu ia menjawab pertanyaan albara.


"Kau! kenapa?"


Albara keheranan mendengar itu, ia tidak percaya jika alisya secara tiba-tiba mengatakan jika semua itu hanyalah kebohongan. akan tetapi ia tetap yakin jika kejadian yang pernah ia alami bersama dengan alisya bukanlah sebuah kebohongan.


"Sejujurnya, Aku diminta untuk menjadi pengendali terkuat di dunia ini! dan aku akan ... menghencurkan kalian yang berani menentangku!"


Alisya menunjuk albara, ia tanpa ragu menyatakan perang terhadap mereka. ia bahkan berani melawan mereka sekaligus.


"Dasar!"


Rena tampak terbawa suasana, ia tidak bisa mengendalikan amarahnya karena kesal mendengar itu.


"Dia bahkan berani melawan 6 pengendali. gadis ini, sungguh menarik dari yang aku kira sebelumnya. tapi ... aku akan mengalahkanya!"


Yuna tampak senang mendengar itu, ia berjanji akan segera mengalahkan alisya apapun resikonya.


"Semuanya! sampai bertemu lagi, di medan perang! tuan ... kita akan bertemu lagi, di gerbang kota yang hilang!"

__ADS_1


Dengan senang, alisya akan menunggu mereka semua datang untuk menemuina di medan perang.


Wussh ...


Alisya dengan cepat menghilang dari dalam ruangan itu, ia yakin jika mereka akan segera datang untuk menemuinya.


"Asisten! tunggu! aku ingin bicara lebih lama denganmu! asisten!"


Albara berusaha untuk mengejar alisya, tampak ia sangat sedih menyadari alisya telah pergi, ia sangat menyesal karena tidak mengetahui ini dari awal.


"Tenanglah ... kami semua berada di sisimu setiap saat. albara, kami akan selalu berada di sampingmu serta mendukungmu, benarkan?"


Lia dengan senang memegang pubdak albara, ia dengan senang hati mendukung albara, serta berada di sisinya setiap saat.


"Benar ... aku akan bersamamu selalu, albara. aku akan selalu mendukungmu, kau tidak sendirian saat ini. kami akan mendukungmu!"


Yuna memegang pundak albara, mereka berdua akan selalu berada di sisi albara setiap saat. tampak mereka serius dengan perkataan mereka.


"Kalian ... a-aku ..."


Albara keheranan menyadari jika mereka bersedia untuk membantunya. tampak ia terharu mendengar semua itu.


"Hei! jangan lupakan aku, meskipun dulunya kita adalah musuh, tapi aku saat ini akan membantumu menyelamatkan asistenmu ... kami akan membantumu!"


"Terimakasih, maaf karena aku menangis. aku merasa terharu karena kalian semua mau membantuku, apa yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan kalian?"


Albara berusaha untuk menahan air matanya, tampak ia menangis bahagia karena menyadari jika ia tidak sendirian.


"Kalau begitu! aku ingin menikahimu! aku ingin agar kau bisa menikahiku, albara."


Lia meminta albara untuk menikahinya, tampak ia serius saat mengatakan itu. ia berharap agar albara mau menikahinya.


"Eh! a-aku juga! aku ingin menikahimu! aku ingin menjadi istrimu! albara ..."


Yuna dengan cepat meminta agar ia bisa menikah dengan albara. ia berharap agar ia bisa menjadi istrinya.


"Aku tidak ingin kalah dari kalian, aku juga ingin menjadi istrimu juga!"


Tanpa ragu, rena meminta albara untuk menikah dengannya. mereka berharap agar albara bisa menikahi mereka dan menjadikan mereka sebagai istri.

__ADS_1


"Tunggu! jangan lupakan aku! aku yumna juga ingin menjadi istrimu penjelajah! aku sangat menyukaimu!"


Tiba-tiba, yumna berlari untuk menemui albara. ia dengan serius meminta agar albara menikahi dirinya.


"Aku hampir melupakanmu. Kalian ini ... aku tidak mungkin bisa menolak permintaan kalian. beri aku waktu, aku akan segera mengatakan jawaban dari permintaan kalian."


Albara mengelus-elus rambut lia, yuna dan yumna, ia tidak menyangka jika mereka akan meminta dirinya untuk menikahi mereka.


"Kau harus berjanji kepadaku, berjanjilah jika kau akan mengatakan jawabanya setelah kau memikirkan ini. kami akan selalu menunggu jawaban darimu ..."


Yuna dengan senang mengatakan itu, ia yakin jika albara tidak akan mengecewakanya.


"Baiklah, aku berjanji kepada kalian akan mengatakan yang sejujurnya setelah ini. tapi sebelum itu, aku harus menyelamatkan tunanganku terlebih dahulu! asisten, aku akan segera menyelamatkanmu!"


Albara menjadi sangat bersemangat, tampak ia menyadari jika dirinya harus menyelamatkan tunanganya, ia harus menunjukan jalan yang benar kepada alisya.


"Eh? tunangan?"


Lia penasaran, ia tidak menyangka jika alisya adalah tunangan albara. tampak ia tidak ingin kalah darinya.


"Ayo semuanya! kita akan pergi ke kota yang hilang dengan teleportasi! lia ... bisakah kau membawa kami pergi ke danau?"


Albara penasaran, ia ingin agar lia segera membawa mereka untuk pergi ke danau tempat mereka harus meletakan semua bagian libe di depan gerbang agar bisa pergi ke kota yang hilang.


"Tidak ... aku tidak bisa pergi ke sana, wilayah itu dikuasai oleh pengendali ke-6, yaitu wilayah wise utara. dia sangatlah kuat! kita harus pergi kesana dengan menaiki mobil!"


Lia menyadari jika di wilayah kekuasaan pengendali ke-6 dikelilingi oleh pelindung sihir, ia tidak bisa pergi ke wilayah wise utara dengan teleportasi karena sihir pengendali ke-6 sangatlah kuat serta dibuat untuk melindungi gerbang menuju kota yang hilang.


"Aku dengar ... kita bisa pergi lewat jalir pegunungan, aku adalah seorang putri dari adipati wilayah wise. aku akan menunjukan jalan tercepat menuju ke wilayah wise utara! serahkan saja padaku!"


Yumna mengetahui jalan tercepat menuju ke wilayah wise, dengan senang ia akan menunjukan jalan tercepat yang ia ketahui kepada mereka.


"Baiklah! ayo kita berangkat!"


Bum ...


Mobil itu melaju dengan sangat cepat, albara dengan bersemangat melanjutkan petualangannya dengan ditemani oleh, lia, yuna, rena dan yumna.


"Heh ... ternyata dia berencana untuk menikahi mereka sekaligus? ini sangat menarik, jenderal se pasti senang mendengar ini."

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, felisya mengamati mereka dari atas menara istana dengan bantuan sebuah teropong jarak jauh. ia mengetahui jika albara akan pergi ke wilayah wise utara.


Bersambung ...


__ADS_2