Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 56 - Mengingat kembali


__ADS_3

Ch. 56 - Mengingat kembali


Menyadari jika mereka tidak peduli dengan masalah yang akan segera terjadi di sekeliling mereka. syah se kemudian memikirkan sebuah rencana untuk menarik perhatian mereka.


"Huh ... aku sudah menduga kalian tidak akan peduli dengan semua ini. tapi, seorang penjelajah baru saja memasuki wilayahmu, yuna."


Yuna kaget mendengar perkataan syah se begitupun dengan 3 pengendali lainnya. mereka semua menyadari jika seorang penjelajah itu adalah, albara.


Bum ...


Sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh. terlihat albara sedang mengendarai mobil melewati jalan yang dikelilingi oleh rerumputan yang luas.


"Selamat datang di wilayah timur utahara? seseorang memasang papan di tempat seperti ini?"


Di tempat itu, terlihat sebuah papan terpasang di depan jalan menuju sebuah kota. suasana berkendara pada sore hari itu terasa indah, mereka menikmati pemandangan alam yang indah di tempat itu.


"Ini pemandangan yang sabgat indah ... udara di tempat ini sangatlah segar."


Albara tampak menikmati pemandangan alam di sekitar tempat itu, ia tampak bersemangat berpetualang di wilayah itu.


"Tuan ... aku tidak tau jika wilayah utahara dibagi menjadi 2 bagian. apakah ini adalah wilayah timur kota utahara?"


Alisya dengan penasaran menanyakan itu, ia tampak penasaran dengan kota yang mereka akan kunjungi selanjutnya.


"Kau memang benar, sekarang kita akan pergi ke wilayah timur kota. bersiaplah untuk petualangan selanjutnya!"


Mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. angin semakin bertiup kencang, tanpa mereka sadari, wilayah itu dikuasai oleh, seorang pengendali, yaitu Yuna.


Di tempat lain, setelah syah se mengatakan itu. yuna dengan tersenyum memperhatikan syah se dengan senyuman datar. ia terlihat mengetahui seseorang dikatakan oleh syah se.


"Um ... lalu, memangnya kenapa jika penjelajah itu masuk ke dalam wilayahku? em ... apa kau takut kepadanya?"


Yuna dengan senang menanyakan itu kepada syah se. ia tampak percaya diri setelah mengatakan itu.


"Kau terlalu meremehkanya. sekarang ... apakah setengah bagian libe berada di tanganmu? apakah kau membawanya?"


Masalah ini sepertinya dianggap serius oleh syah se. ia tampak menyadari jika seseorang berusaha untuk mengambil libe dari tangan yuna.

__ADS_1


"Libe? maksudmu batu itu? kau dulu mempercayakan batu itu kepadaku ... batu itu disimpan di tempat yang aman dan tersembunyi di istanaku."


Setengah bagian dari libe disimpan di tempat yang aman. yuna yakin jika libe aman berada di dalam istananya.


"Benarkah? bagaimana jika aku mengatakan jika aku memberitau dimana libe berada kepada seseorang?"


Syah se mengingat pada saat ia memberikan sebuah peta kepada seseorang. ia memberikan sebuah petunjuk kepada seseorang untuk mengetahui dimana libe berada.


"Jika kau mengatakan itu, maka aku akan menghabisi orang yang ingin mengambil batu itu! batu itu hanya bisa diambil oleh seseorang yang sudah terpilih! aku akan melindungi setengah bagian batu itu sesuai dengan kesepatakan kita! apa kau memberi tau seseorang mengenai libe?"


Yuna tampak curiga kepada syah se, ia yakin syah se menyembunyikan sesuatu yang sangat penting baginya. ia yakin syah se merencanakan sesuatu kepadanya.


"Aku memang memberitau dimana libe berada kepada seseorang! bahkan, aku memberi sebuah petunjuk dan peta lokasi libe berada!"


"Ha?! apa?!" 4 pengendali yang berada di dalam ruangan itu kaget mendengarnya. meskipun 3 pengendali tampak senang, akan tetapi kejadian adalah sebuah masalah bagi yuna.


"Appa kalian tidak mendengar dengan jelas? Aku memberikan peta lokasi dimana libe disimpan, seorang penjelajah akan mengambil libe dari tanganmu."


Tanpa ragu sedikitpun, syah se mengatakan yang sejujurnya kepada yuna. ia tampak percaya diri dengan perkataanya, dan tidak ragu meski yuna akan kesal kepadanya.


Sring ...


"Dasar kau! kenapa kau ceroboh seperti itu? apa kau tau! kau baru saja membuat sebuah masalah baru! kau baru saja membuatku dalam kesulitan!"


Ia tampak kecewa dengan apa yang sudah syah se lakukan. ia kecewa karena masalah itu sangat serius baginya.


"Tenanglah! simpan pedangmu itu ... bertarunglah di medan perang jika kau mau, aku hanya mengatakan yang sejujurnya. aku tau ... kau pasti senang setelah aku mengatakan ini, kan?"


Syah se tampak menyadari sesuatu yang sedang disembunyikan oleh yuna. ia tampak yakin dengan ucapanya.


"Um ... kau memang benar. kau baru saja membuatku merasa senang dengan apa yang sudah kau lakukan. aku akan melihat seseorang yang sudah kah kirim untuk mengambil batu itu!"


Yuna menyimpan pedang itu, ia kembali duduk dengan tenang sambil bersemangat setelah mendengar itu. ia tampak senang dengan kedatangan albara ke wilayahnya.


"Jangan kau meremehkanya, aku sudah melihat kemampuanya ... dia sangatlah kuat dari yang kau bayangkan."


Syah se mengingat pertempuran yang sudah dihadapi oleh albara dan alisya, ia mengingat secara detai kemampuan yang dimiliki oleh albara.

__ADS_1


"Maksudmu dengan pertempuran yang baru saja terjadi di wilayahmu itu? dasar ... kenapa kau membiarkan wilayahmu di kuasai oleh orang asing? padahal kau bisa saja merebutnya kembali dengan kekuatan yang kau miliki ..."


Perkataan yang dikatakan oleh yuna dan syah se membuat setidaknya lia kagum mendengar keberanian yang dimiliki oleh albara. ia tidak pernah mengira jika albara pernah terlibat dalam pertempuran itu.


"Kau benar, akan tetapi aku sudah memperhitungkan semuanya. aku sedang mencoba untuk melihat kemampuan yang dia miliki ..." Jawab syah se.


Kembali ke masa lalu, atau beberapa hari yang lalu, pada saat pertempuran berlangsung di gurun wilayah kekuasaan syah se.


"Bergerak! ayo serang mereka!"


Terlihat sebuah pertarungan semakin sengit terjadi pada saat pasukan gurun berhasil mencapai parit itu.


"Hiyaaa!"


Puluhan tentara menerobos pertahanan mereka. mereka berlari sekencang mungkin untuk mencapai pertahanan lawan.


"Tembak!"


DUDUDUDU ...


Meskipun kedatangan mereka di sambut dengan tembakan senapan mesin dari parit itu. akan tetapi semangat mereka dalam bertarung membuat mereka tidak takut dengan serangan itu.


Syah se sangat mengingat kejadian itu, ia tidak akan pernah melupakan kejadian yang pernah ia lihat sebelumnya. kejadian itu dianggap sebagai petemuan pertamanya dengan albara dan alisya.


"Meskipun begitu ... darimana kau memiliki pasukan sebanyak itu? aku tidak pernah mendengar kau memiliki sebuah pasukan sebelumnya ..."


Mendengar perkataan syah se mengenai pertempuran itu, setidaknya membuat yuna bertanya-tanya alasan mengapa ia memiliki sebuah pasukan.


"Apa kau tidak tau ... mereka sudah ada sangat lama di gurun ... apa kau tau, mereka semua adalah pengikutku ... mereka semua tidak pernah dikalahkan."


Syah se mengatakan yang sebenarnya kepada mereka. ia tidak ingin membuat mereka penasaran mengenai dirinya.


"Maksudmu, mereka semua tidak terkalahkan? lama-lama ... aku menyadari bisa saja kau menguasai dunia dengan pasukan besar yang kau miliki. tapi, sebelum itu ... aku juga akan menunjukan kemampuanku, syah se ..."


"Aku tidak sabar untuk melihatnya, yuna ... sepertinya, kita harus kembali sekarang, pertemuan ini kita akhiri sampai disini, besok kita akan mengadakan pertemuan ini, untuk membicarakan masalah ini."


Wush ...

__ADS_1


Angin bertiup dengan sangat kencang di tempat itu, tepat setelah kejadian itu, 4 pengendali menghilang dari tempat itu.


Bersambung ...


__ADS_2