
Ch 26 - Pokoknya harus bisa membawamu!
Scring ...
Albara menarik pendangnya. ia mengeluarkan pedangnya untuk menakuti rein.
"Asisten, kau harus berlindung di belakangku! ini sangat berbahaya!" ucap albara setelah ia menarik pedangnya, dengan merasa khawatir.
Alisya kebingungan dengan apa yang ia lihat. ia hanya bisa menuruti perkataan albara, "Ha? ba-baik!" ia kemudian berdiri di belakang albara, dan berlindung.
Albara memperhatikan rein, ia mengamati setiap pergerakan rein. sementara rein, ia merasa sangat gugup karena diperhatikan seperti itu. setelah beberapa saat, ia kemudian berdiri.
Brak ...
"Ke-kenapa kau tidak percaya kepadaku?" tanya rein setelah berdiri dengan merasa penasaran, ingin mengetahui alasan albara tidak mempercayainya.
"Itu mudah saja. bukanya terasa aneh jika seorang tuan putri sepertimu akan memerlukan bantuan seorang penjelajah, apalagi aku bukan penjelajah biasa, kau pasti mengenalku. aku adalah penjelajah terhebat, penjelajah albara!. dan untuk apa kau menceritakan masa lalumu? aku tau kau yang dikirim oleh negara skar untuk membawaku dan menjebak ku! " Ucapnya, dengan merasa percaya diri, sambil memegang pedangnya.
"I-ini ... rein, a-apa yang tuan katakan benar?" tanya alisya, dengan merasa sangat penasaran.
Rein merasa gugup mendengar semua itu, ia kemudian menjawab,"A-apa hanya itu yang membuatmu tidak bisa mempercayaiku?"
Albara kemudian menjawab,"Ha? apa kau pikir aku mudah dibohongi? aku tau jika utahara diserang oleh negara skar. mereka memiliki dendam kepadaku karena sudah menghalangi rencana mereka untuk mengambil harta karun kerajaan!"
"I-itu tidak benar!"
"Itu memang benar! mereka pasti mengancam ayahmu, dan juga kakakmu! sebenarnya mereka tau aku akan berada di wilayah ini, setelah aku mengalahkan pasukan mereka di gurun sahai, jadi kau menyamar berpura-pura jika kakakmu dalam bahaya, dan memintaku untuk membantumu. benar begitu kan?" ucapnya.
"Salah! apa yang kau katakan? a-aku tidak berbohong! percayalah kepadaku! kau harus membantuku menyelamatkan keluargaku, jika tidak mereka akan menghabisi semuanya! kau adalah satu-satunya seseorang yang bisa melakukanya! Pokoknya kau harus aku bawa ke utahara! " kata rein, dengan merasa sedikit gugup.
"Hahah, sayang sekali, kebohonganmu sudah terungkap. apa kau akan terus berbohong? meyerahlah!" ucapnya, dengan tertawa.
"A-aku ... ke-kenapa kau tidak percaya juga? a-aku sudah memercayaimu. ta-tapi, ke-kenapa kau tidak mempercayaiku?" ia kemudian sangat sedih, setelah mendengar perkataan albara.
"Mudah saja, kenapa kau bisa tau penjelajah BluEx berada? " tanya albara, dengan merasa penasaran.
__ADS_1
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu kaget saat mendengar perkataan albara. tetapi tidak termasuk gadis itu, ia tertidur pada saat kejadian itu berlangsung.
"Haa? ja-jadi hanya karena itu kalian sampai tidak mempercayaiku?" tanya rein, dengan merasa sedikit keheranan.
"Benar, kenapa kau bisa mengetahuinya. katakan, aku yakin kau berbohong mengatakan lokasi Grup penjelajah BluEx berada saat ini. aku yakin tidak akan ada yang mengetahui kemana penjelajah BluEx berada. sejujurnya, Grup ini sangat dirahasiakan keberadaanya, mereka dilindungi oleh kakek. jujur saja, mereka sangat berhati-hati, benarkan asisten?" Tanyanya, sambil memperhatikan alisya.
Alisya menjawab,"Benar, ayah sangat berhati-hati. ia tidak pernah memberitau kemana ia akan pergi, karena bisa saja ia diincar oleh musuhnya."
"Itu sudah pasti. aku juga sangat berhati-hati."
Rein merasa sangat kesal. ia berkata,"A-aku mengetahuinya dari kakak! Percayalah kepadaku!"
"Ha? kapan kau mengetahuinya? coba beritau kami. untuk apa mereka pergi ke wilayah kekuasaan musuh?"
"A-aku ... "
"Ha? cepat katakan!"
"A-aku ... heh, pokoknya kakak memberitauku! kenapa kalian tidak percaya juga! aku juga tidak tau kenapa mereka bisa masuk ke wilayah musuh!"
"Ha? apa?"
"Benar, jika kau mengatakan yang sejujurnya mengenai masalahmu, maka aku akan membantumu, tidak perlu berbohong kepadaku."
"Dia ... dia ini!"
"Aku tidak tau! pokoknya harus membawa kalian ke utahara!"
"Ha? pokoknya? apa maksudmu?"
"Dasar ... aku terbawa suasana!" ucap rein, di dalam pikiranya.
"Rein ... percayalah kepada kami! kami tidak pernah ingin menyakitimu! katakan yang sejujurnya!"
"Benar! aku berbohong! apa kau puas! aku berbohong! kau pokonya harus kuserahkan kepada orang jahat itu! " ucapnya, sambil membentak.
__ADS_1
Albara kemudian berkata, "Bisa kau jelaskan apa yang sudah kau lalui ... "
Dengan senang rein menceritakanya, '"A-aku sudah melalui banyak hal untuk mencari kalian! setelah aku mendengar berita seorang penjelajah memimpin 50 pasukan berhasil mengalahkan pasukan 200 skar. aku merasa yakin kau adalah penjelajah albara! Aku menunggumu datang, dan pada akhirnya. aku berhasil menemuimu! Pokoknya aku harus membawamu ke hadapan orang jahat itu! tapi rencanaku hancur! ucahaku untuk menyelamatkan kakak semuanya sia-sia!" ucapnya, dengan merasa sangat sedih. ia kemudian menangis, air matanya mengalir.
Kemudian, albara mendekat, ia kemudian berkata, "Tentu saja ... Aku sudah menduga semua ini, tetapi ... maaf, aku harus melakukan sesuatu kepadamu. kau sudah mengetahui tentang diriku sampai sejauh ini! "
Albara mendekat, sambil membawa pedangnya. rein hanya bisa menjauh dari albara.
"A-apa kau ingin membunuhku? ... hmph ... silahkan saja! aku tidak keberatan. meskipun aku memohon, itu tidak ada gunanya. a-aku sudah tidak bisa dipercayai lagi! kalian menang." ucapnya, sambil gemetar, ketakutan.
"Sejujurnya aku tidak sekejam itu. apa kau pikir aku akan membunuh seseorang? aku tidak menyangka jika rencanaku berhasil. aku berhasil mengetahui tujuan aslimu." Ucap albara, dengan merasa senang.
"Ha? apa maksudmu?" tanya rein, dengan merasa penasaran, setelah mendengar perkataan albara.
"Sebenarnya aku hanya memancingmu agar mengatakan yang sejujurnya. aku sengaja membuatmu marah." ucapnya, sambil menyimpan pedangnya.
"Ha? jadi? semua alasan itu, apa maksudnya?" Tanya rein, sambil memperhatikan albara.
"Oh ... apa kau tidak menyadarinya, alasan itu tidak masuk akal. aku hanya asal bicara saja."
"A-apa? jadi kau menipuku? huhuhu ... a-aku tidak menyangka akan ditipu seperti ini. huaaahaa ... kakak, aku tidak bisa menyelamatkanmu." ucapnya, sambil menangis, dan duduk di lantai. air mata terus mengalir, ia hanya bisa menangis.
Alisya kemudian merasa lega setelah masalah itu berakhir. tetapi, ia merasa sedikit kesal kepada albara. Alisya berkata,"Humph ... kenapa kau tidak memberitauku tentang rencanamu?"
Dengan senang, Albara menjawab,"Maaf aku tidak memberitaumu dari awal. sejujurnya aku tidak bisa memberitaunya ... jadi, maafkan aku."
"Hmph ... baiklah, lain kali kau harus mengatakan rencanamu! aku adalah asistenmu!"
"Baiklah."
Setelah kejadian itu, albara mengtahui jika rein adalah musuhnya. rein adalah seorang tuan putri dari keluarga penguasa wilayah utahara.
Tetapi, karena kalah perang, keluarganya berada dalam bahaya, ia bisa menyelamatkan keluarganya, tetapi iaharus membawa albara ke utahara. Rencananya dibongkar, ia kemudian merasa bersalah kepada kakaknya.
Bersambung ...
__ADS_1