Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 29 - Pencarian besar - besaran


__ADS_3

Ch. 29 - Pencarian besar - besaran


Mereka memasuki wilayah utahara, perjalanan mereka dimulai saat mereka menabrak barikade penghalang di tempat itu.


Duar ...


Brum ...


"Hahaha ... ini sangat menyenangkan!"


Rein merasa sangat kaget, ia tidak menyangka albara akan melakukan itu,"Hei! apa kau sudah gila? kita baru saja membuat keributan!"


"Tenang saja! aku sudah terbiasa melakukan ini!"


Felisya merasa sangat keheranan, ia tidak menyangka albara akan melakukan itu,"Uhuk ... apa dia sudah gila? kenapa dia harus melakukan itu?"


Duar ...


Brum ...


Mobil itu melaju dengan kecepatan penuh. mereka pergi melewati kota itu. di depan, terdapat pos jaga militer pasukan skar yang berpatroli menjaga perbatasan dari serangan mendadak.


Terlihat, beberapa pasukan patroli sedang menjaga tempat itu. salah satu dari mereka berkata,"Kalian ... bagaimana jika ada serangan mendadak, apa yang akan kalian lakukan?"


"Haahah ... kau baru saja bergabung, aku sudah beberapa hari berada di tempat ini, tidak ada musuh yang berani menyerang."


"Senior, dibelakangmu! ada mobil yang mendekat."


"Apa?"


Duar ... Mobil itu menerobos barikade itu. mereka behasil menerobos pos jaga pasukan militer skar.


"Hahah ... beruntung mereka tidak menyadari kedatangan kita!" Ucap albara, sambil merasa sangat bersemangat.


Tentara itu segera melaporkan adanya serangan dari musuh. salah satu dari mereka memanggil pasukan bantuan.


"Apa orang itu sudah gila? beraninya dia menerobos barikade ini!" mereka sangat keheranan melihat kejadian itu.


"Jangan diam saja! ayo kita laporkan kejadian ini!"


Ting ... tung ... Kring ... Sirine berbunyi, para tentara penjaga perbatasan masuk ke dalam mobil serta langsung mengejar mobil yang menerobos tempat itu.


Brum ...


"Ayo! jangan biarkan mereka masuk ke kota! pasukan, kejar mereka!"


Terlihat, beberapa mobil mengejar mereka. albara merasa sangat bersemangat, rein dan alisya merasa sangat khawatir melihat itu. rein berkata,"Albara ... mereka mengejar kita! bagaimana ini?"


"Tenang saja! aku diajari kakek cara menghadapi masalah seperti ini! aku sering melawan mereka."


Brum ... mobil itu melaju dengan kecepatan penuh, mereka hampir memasuki kota.


sementara itu, salah satu tentara yang menjaga perbatasan berkata,"Mobil didepan ... kalian masuk ke wilayah terlarang. cepat berhenti dan menyerahlah! kami memberikan kesempatan. berhenti dan menyerahlah! kami akan memberi kalian kesempatan untuk menjelaskanya!"


Buak ...


Di depan, terdapar barikade yang menghalangi jalan itu. rein merasa sangat khawatir, ia berkata,"Gawat ... apa ini akhir dari kita? kita akan kalah!"

__ADS_1


Albara kemudian berkata, "Tidak akan ... bersiaplah untuk terbang!"


"Apa? terbang?"


Push ...


Wush ...


Mobil itu mengeluarkan sayap dan juga baling-baling. mereka terbang melewati barikade itu. sementara mobil yang mengejar mereka, menabrak barikade itu, dan meledak.


Duar ...


Brim ...


Tetapi, beberapa mobil tetap mengejar mengejar mereka. mereka yang tersisa kemudian mengatakan,"Kalian sudah diberikan kesempatan! tapi kami akan bertindak!"


Brum ...


Terlihat, beberapa pasukan keluar dari sebuah bangunan. mereka menembaki mobil yang dikemudikan oleh albara.


Tap tap tap ...


"Kalian! jangan biarkan mereka masuk ke kota!"


Duar ...


Pliang ...


Wush ...


"Mobil itu mendekat! mereka akan menabrak penghalang ini!" Seorang tentara itu merasa sedikit khawatir, ia kemudian berlari untuk menjauh dari mobil itu.


Duar ...


Wush ...


Pat ...


Brummmm ...


Ting tung ting tung [Suara sirine] Tetapi ... beberapa mobil tetap mengejar mereka tanpa henti. beberapa mobil itu terlihat seperti kendaraan tempur.


"Kalian! Kami memberikan kalian kesempatan lagi! cepat menyerah atau kami akan menembak tanpa ragu!"


Di depan, terlihat puluhan tentara bersiap untuk menembak. di depan juga terlihat sebuah tank yang akan menembak mobilnya.


Brak ...


"Pasukan! bersiap untuk menembak!"


Kretek ...


"Gawat ... mereka menghalangi jalan kita! bagaimana ini?" Ucap alisya, dengan merasa sangat khawatir.


Albara merasa sangat bersemangat, ia kemudian berkata,"Semuanya! bersiap untuk mengambil jalan pintas!"


"Apa?" tanya rein dan alisya.

__ADS_1


Brum ...


Buak ...


Albara mengemudikan mobil itu dan berbelok menuju jalan masuk ke dalam hutan. terlihat albara berhasil menghindari tembakan tentara itu. mereka kemudian melajutkan perjalanan lewat jalan hutan.


Brum ...


Para tentara merasa sangat keheranan, mereka tidak menyangka albara berhasil kabur. semua tentara berlari untuk mengejarnya.


"Apa ini! dia menerobos jalan ini? bukanya tempat itu berbahaya?"


Seorang tentara merasa sangat khawatir, ia menyadari jika wilayah hutan itu sangat berbahaya.


Kemudian, seorang tentara lain menjawabnya,"Apa yang kau katakan? apa maskudnya tempat itu berbahaya?"


"Apa kau tidak tau? disana ada makluk berbahaya! katanya jika seorang masuk ke dalam wilayah itu, mereka akan melihat gadis pemanah!"


"Gadis pemanah? aku tidak pernah mendngarnya? aku penasaran." Seorang tentara itu merasa sedikit penasaran, ia ingin masuk ke dalam hutan itu.


"Kau! jangan pernah berfikir untuk masuk ke dalam wilayh itu! apa kau tidak mengetahuinya!"


"Apa? apa yang akan terjadi?"


"Dengar ... disana terdapat bukit yang tinggi, tepat di atas bukit, terdapat sebuah istana besar tempat tinggal gadis pemanah itu. katanya hanya ada beberapa orang yang bisa keluar ... aku tidak tau siapa orang itu ... yang pasti, jangan pernah masuk ke dalam wilayah mereka! apa kau mengerti!"


"Ha? apa cerita itu benar? baiklah, aku sedikit mengerti sekarang. sekarang bagaimana?"


"Apa maksudmu? mereka sudah masuk ... bagaimana cara kita untuk mengatakan ini kepada sersan mayor. dia pasti akan sangat marah!"


Tiba-tiba, seseorang datang dan berkata,"Kalian?! apa yang kalian lakukan? kenapa ada keributan di tempat ini?"


Tap ... tap ... tap ...


Ia adalah Sersan mayor jenderal sah fei. ia adalah perwira militer kepercayaan jenderal fe. ia dikenal sangat tegas, dan juga suka kemenangan.


Ia mendekat, sambil tersenyum, ia berkata,"Kalian ... ada apa ini, jelaskan padaku ... apa yang sebenarnya sudah terjadi?"


" Jenderal? tadi seseorang sudah menerobos perbatasan, dan sekarang mereka masuk ke dalam hutan ini." seseorang dengan berani menjawab pertanyaan jenderal sah fei.


Kemudian, jenderal sah fei memperhatikan tempat itu, ia kemudian berkata,"Kalian! cepat kirim beberapa orang untuk mencari mereka! aku tidak ingin mengecewakan jenderal fe. cepat kalian kejar mereka!"


Kemudian, seseorang menjawab,"Jenderal ... apa kau yakin? tempat itu sangat berbahaya."


"Benarkah begitu? hm ... jika begitu ... aku akan memberikan hadiah jika seseorang bisa membawa mereka kehadapanku. aku akan memberinya penghargaan ! dan bawa ke hadapanku!"


Beberapa tentara menjawab,"Baik Jenderal! kami akan melakukanya!"


Tap tap tap ...


Mereka masuk ke dalam hutan untuk mencari albara dan teman-temanya. beberapa mencari jalur udara, helikopter juga dikirim untuk mencari mereka di hutan itu. mobil dan juga kendaraan tempur masuk ke dalam hutan, kini mereka melakukan pencarian besar-besaran untuk bisa menemukan albara.


"Kalian! ini perintah dari jenderal fei. jika salah satu dari kalian berhasil menemukan penyusup itu, maka jenderal akan memberikanya sebuah penghargaan! Kita harus menemukan orang itu!"


"Baik!"


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2