
Ch. 48 - Kostum Pernikahan
Keesokan harinya.
Di tengah kekacauan yang terjadi di kota utahara, tepatnya di lantai 5, terlihat seseorang sedang terluka cukup parah. ia keluar dari kabut yang tebal, dan menghubungi seseorang lewat alat komunikasinya.
"Gawat! Istana diserang! diulangi ... istana diserang! perintahkan pasukan untuk cepat bergerak!"
Ia adalah mayor jenderal sah fei, ia sepertinya berhasil selamat dari ledakan yang sangat besar itu. ia terlihat sangat kesal karena membiarkan semua itu terjadi.
"Kalian para penjelajah! aku tidak akan memaafkan kalian! aku akan mengalahkan kalian! albara!"
Ia bersandar di sebuah dinding, ia sedikit kesakitan karena ia terkena ledakan itu. terlihat ia bersandar sambil melihat lukanya.
"Jenderal! tuan ... ! jawab ... apa semua baik-baik saja? tuan ...?"
Terlihat, tiba-tiba seseorang menghubunginya lewat alat komunikasi itu. sepertinya orang itu sangat mengkhawatirkan jenderal sah fe.
"Ya ... aku baik-baik saja! apa kau tau dimana mereka sekarang?! apa kau bisa menjelaskan kenapa ini semua bisa terjadi?!"
Jenderal sah fei merasa penasaran, ia memiliki banyak pertanyaan mengenai kejadian yang baru saja ia alami. ia penasaran siapa yang sudah meledakan tempat itu.
"Jenderal ... kami sudah berhasil menemukan orang yang anda cari, mereka masuk di sebuah terowongan bawah tanah yang ada di taman istana. sepertinya mereka berhasil membawa putri rein keluar dari istana ..."
"Apa? bagaimana dengan adipati Wei? apa dia berada di dalam ruananya sekarang? cepat katakan!"
Jenderal sah fe merasa kesal saat mendengar rein telah dibebaskan oleh albara dan alisya. ia kemudian bertanya dimana adipati wei berada sekarang.
"Maaf jenderal ... adipati wei berhasil keluar dari istana, seseorang menyelamatkanya dan memanfaatkan situasi penyerangan itu ..."
Jenderal sah fei semakin kesal mendengar itu, ia sangat kesal mengetahui jika adipati wei keluar dari istana.
"Dasar Tidak berguna! beraninya dia melakukan ini kepadaku! albara! aku akan mengalahkanmu!"
Ia sempat menghancurkan barang-barang yang ada di tempat itu. ia tidak senang mendengar perkataan anak buahnya dan merasa kecewa.
"Tuan ... sebaiknya kita mengejar mereka. sekarang mereka berada di luar istana, kita bisa meledakan terowongan itu dan membawa mereka."
"Baik ... cepat siapkan pasukan, kejar mereka! jangan sampai kabur!"
"Baik tuan ..."
Di kota, terlihat semua warga berkerumun melihat kejadian itu. warga utahara merasa khawatir melihat ledakan besar yang terjadi itu.
__ADS_1
Mereka memenuhi jalan kota, sampai menghalagi puluhan tentara yang sedang lewat menggunakan kendaraan tempur mereka.
"Kalian semua minggir! jangan menghalagi jalan! kami sedang dalam misi untuk mencari seseorang! jika dari kalian yang melihat atau menemukan orang ini! maka beritau aku! kami akan memberikan kalian hadiah!"
Terlihat seorang prajurit mengumumkan pencarian itu. terlihat ratusan orang berkumpul untuk melihat pengumuman itu.
"Ini sangat berbahaya, sepertinya mereka tidak menyerah untuk mencari kita ... asisten, apa kau baik-baik saja?"
Terlihat albara berada di balik sebuah gedung di kota itu. ia melihat banyak orang sedang berkumpul melihat pengumuman itu.
"Tuan ... aku baik-baik saja, tapi kelihatanya rein tidak baik-baik saja."
"He-he ..."
Alisya memperhatikan rein, ia khawatir melihat rein pusing karena kejadian itu. ia sepertinya sangat ketakutan setelah kejadian itu.
"Astaga ... aku sudah menghubungi komandan Qing dengan alat ini. dia bilang dia akan segera datang untuk menemui kita."
"Tuan ... apa kita akan segera bertarung melawan mereka? apa yang sudah terjadi? apa ledakan itu adalah bagian dari rencana kita?"
Alisya terlihat penasaran dengan kejadian itu. ia terus bertanya siapa yang sudah membuat kekacauan itu.
"Asisten ... aku-"
"Ayo, kerja bagus! kalian ... masuklah!"
Albara keheranan melihat sikap komandan Qing, ia dengan senang menjawab,"Heh ... beginikah caramu memperlakukan rekanmu? kami berhasil menyelamatkan adikmu lho ..."
Komandan Qing memperhaikan albara, ia menatap albara dengan tatapan yang sangat mengerikan.
"Mau masuk atau tidak? kalian membuat adikku pingsan karena ketakutan. lihat ... asistenmu sudah masuk ke dalam, dia sangat penurut."
"Tuan ... ayo masuk!" Tiba-tiba alisya sudah masuk ke dalam mobil itu bersama dengan rein. ia terlihat sedang menunggu albara masuk ke dalam mobil itu.
"Kalian? sejak kapan kalian bi-bisa berada-"
Komandan Qing kembali menyela, ia dengan kesal berkata, "Cepat masuk! atau kami akan meninggalkanmu!"
"Heh ... baik. menakutkan sekali" Albara masuk ke dalam mobil itu.
Brum ...
Mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. terlihat mereka pergi menuju gerbang kota.
__ADS_1
Albara duduk di samping alisya sambil memperhatikan komandan Qing, ia tidak menemukan ataupun melihat keberadaan adipati Wei.
"He? kenapa ada yang kurang? oh ya, dimana ayahmu sekarang? bukankah dia bersamamu saat ini?"
"Huh ... " Komandan Qing memperhatikan albara, ia menghela napas sambil memperhatikan albara dengan khawatir.
"Sebenarnya dia sudah aku bawa ke tempat yang aman. aku sudah membawa dia keluar dari kota ini sebelum kalian menyelamatkan adikku."
"Benarkah? ngomong-ngomong ... kau sudah membuat kami takut saja, kenapa kau tidak bilang akan melancarkan serangan seperti itu? kau membuat kami ketakutan dengan ledakan sebesar itu. he-he ..."
"Hm? "Komandan Qing terlihat sangat kebingungan dengan perkataan albara. ia tidak mengerti dengan apa yang albara katakan dan terlihat tidak tau mengenai itu.
"Apa? bukankah kalian yang membuat ledakan sebesar itu? aku tidak punya bom sebanyak itu, kalian tau kan?"
"Haa? apa kau bercanda? kami tidak melakukan itu!" Albara dan alisya, kaget mendengar perkataan komandan Qing, mereka tertegun dan kebingungan.
"Hmph ... lupakan tentang itu! kita beruntung bisa keluar dari istana itu. ngomong-ngomong pakaian kalian mirip seperti pasangan yang akan menikah? jangan-jangan ... kalian akan menikah? he-he ..."
Komandan Qing memperhatikan penampilan mereka, ia merasa mereka adalah pasangan yang serasi.
"Hah? i-ini ... gaun ini ... em." Terlihat alisya dangat gugup menjawab perkataan komandan Qing. ia sangat malu mendengar perkataanya.
"Lupakan ... tetapi aku sangat kesulitan mencari pakaian ini. hanya ini pakaian yang bisa kami gunakan untuk menyamar ... tidak aku sangka ini adalah pakaian untuk pernikahan."
"Puff ... hehehe! kalian memang pasangan yang serasi. tapi, adikku tidak akan kalah, lho ..."
Albara tiba-tiba bersandar di pundak alisya, ia dengan senang menjawab, " hehehe ... maaf ya, tapi aku hanya menyukai asisten, benarkan?"
"Em ... i-itu benar ..."
Terlihat alisya sanga gugup menjawab perkataan albara. wajahnya memerah, ia sangat malu saat menjawab perkataan albara.
"Hmph ... terserah! tapi kita akan segera bertarung! cepat siapkan senjata kalian! saatnya untuk bertarung!"
Ting! tung !Ting!
Terlihat beberapa kendaraan tempur mengikuti mereka. terlihat beberapa kendaraan itu melanjukan mobil mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Kalian! berhenti! cepat menyerahlah! atau kami akan menembak kalian! "
Di menara terlihat seseorang sedang mengarahkan senapan apinya ke arah mobil mereka. menara itu adalah menara pertahanan terkuat di kota utahara.
Bersambung ...
__ADS_1