Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 33 - Memulihkan kekuatan


__ADS_3

Ch. 33 - Memulihkan kekuatan


Lia kemudian menggunakan kekuatan mata iblisnya. warna matanya berubah, sekarang ia menjadi sangat kuat.


"Albara ... cepat menjauh dariku! sekarang aku sangat berbahaya! kau berlindung saja!"


Albara merasa bingung, ia kemudian menjawab,"Apa maksudmu? aku seorang penjelajah. aku akan tetap berada disini!"


Lia menjawab,"Baiklah ... tapi jika akan terjadi ledakan besar di tempat ini. jangan salahkan aku jika kau terluka."


Wussh ...


Tiba-tiba, ia terbang dan menyerang rena. pertarungan sengit kembali terjadi mereka sama-sama kuat dan tidak terkalahkan.


Rena tersenyum, ia kemudian berkata,"Wah ... adikku sudah menjadi lebih kuat. akan menjadi sangat menarik jika kau menunjukan kekuatanmu!"


Lia merasa kesal, kemudian ia menjawab,"Kakak ... kau pergilah dari wilayah kerajaanku! aku tidak pernah menggangu wilayah kerajaanmu! kenapa kau selalu saja mengganguku!"


Rena tersenyum, ia kemudian menjawab,"Aku? karena aku ingin mengalahkanmu! karena kau ... aku menjadi seperti ini!"


Lia merasa kecewa, ia kemudian menjawab,"Kakak ... sudah aku bilang, aku tidak ingin menjadi lebih kuat darimu."


Rena menjawab,"Kalau begitu, kau harus menyerahkan temanmu itu! biarkan dia menjadi pelayanku! dan semuanya akan selesai!" Rena memperhatikan albara, ia merasa sangat senang melihat albara.


Albara merasa sangat khawatir, ia kemudian berkata,"Aku? kenapa aku? bukanya ada banyak orang selain aku?"


Rena kemudiam menjawab,"Karena kau sudah mengetahui tentangku! maka kau harus ikut bersamaku!"


Lia menyela, ia kemudian berkata,"Jangan sekalipun kau menyentuhnya! aku menyukainya! kau tidak boleh merebutnya dariku! apa kau ingin mati?"


Rena tersenyum, ia kemudian menjawab,"Apa? oh, jadi adik kecilku sedang jatuh cinta. maafkan aku, sebagai kakak. aku harus mendukung kalian, tapi aku tidak akan melakukan itu! karena kau sangat menyukainya dan sangat tertarik kepadanya, aku harus mengalahkanmu!"


Lia kemdian menjawab,"Jebakan tembok besi!"


Rena merasa sangat kaget mendengar itu, ia kemudian berkata,"Apa? tembok besi? ka-kau tidak mungkin menguasai juris ini?"


Tiba-tiba, rena terkurung dalam tembok besi. ia tidak bisa menghancurkan tembok itu.


Buak ...

__ADS_1


Ia menyerang dan berusaha untuk keluar, tapi ia tidak bisa melakukan itu. ia merasa sanat kesal dan berkata,"Kau! awas saja kau! beraninya kau melakuan ini!"


Lia kemudian menjawab,"Kakak ... kembalilah ke duniamu! sekarang, aku mengusirmu dari wilayahku."


Buak ...


Kemudian, rena kembali ke gerbang itu. ia masuk ke gerbang itu dan tidak bisa kembali untuk sementara.


Duar ...


Gerbang itu tertutup, pertarungan sudah selesai. Lia merasa sangat pusing, ia terjatuh dan berkata,"Semuanya sudah berakhir untuk sementara waktu."


Brug ...


Ia berbaring di lantai, terlihat albara merasa sangat khawatir. ia mendekati lia dan berkata,"Lia! apa kau baik! baik saja? buka matamu! lia?"


Lia membuka matanya, ia kemudian memegang dagu albara dan berkata,"Apa kau mencemaskanku? em ... senangnya bisa diperhatikan."


Albara merasa sangat gugup mendengar itu, ia kemudian menjawab,"I-ini? a-apa kau baik-baik saja? kenapa kau tiba-tiba pingsan?"


Lia tersenyum, ia kemudian menjawab,"Karena ... aku sudah menggunakan banyak tenaga untuk bertarung. biarkan aku tidur sebentar di pangkuanmu ..."


Albara kemudian menjawab,"Em ... dasar kau ini. kau baru saja mengkhawatirkanku."


Albara kemudian menjawab,"Tidak ... aku memiliki misi yang harus diselesaikan. apa dia akan kembali lagi?"


Lia menjawab,"Tentu saja ... dia akan kembali lagi, hanya dalam beberapa hari lagi, dia bisa keluar dari jebakan itu."


Albara berkata,"Lia ... apa kau bisa memberitau dimana asisten dan rein berada saat ini?"


Lia menjawab,"Aku tidak tau ... tapi jika kau ingin menyelamatkan mereka, maka kau harus menunggu kekuatanku pulih. aku bisa mengantarmu menuju wilayah kerajaan kakak."


Albara menjawab,"Kapan? kapan kekuatanmu pulih?"


Lia menjawab,"Kekuatanku akan pulih dengan cepat jika aku bersama denganmu."


Albara merasa bingung, ia kemudian menjawab,"Bersamaku? apa maksudmu? aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan."


Lia menjawab,"Kekuatanku adalah cinta. jika kita menghabiskan waktu bersama, maka aku akan bisa memulihkan kekuatanku. bagaimana, apa kau mau menghabiskan waktu hari ini bersama denganku?"

__ADS_1


Albara merasa sedikit khawatir, ia menghela napas dan berkata,"Jika ini bisa membantu menyelamatkan mereka. baiklah, kau mau pergi kemana?"


Lia menjawab,"Bagaimana dengan pergi ke negaramu. aku memiliki cukup kekuatan untuk pergi kesana."


Albara merasa kebingungan, ia kemudian menjawab,"Negara atlan? bukanya kekuatanmu belum pulih? kenapa kau bisa pergi kesana?"


Lia menjawab,"Karena kekuatanku sangat kuat di dunia ini. jika aku pergi ke dunia kakakku, maka kekuatanku sangat lemah dari kakak, apa kau mengerti?"


Albara menjawab,"Jadi begitu, aku juga ingin mengetahui bagaimana kabar ibu sekarang. ayo kita pergi sekarang."


Lia tersenyum, ia kemudian menjawab,"Em! baik."


Tiba-tiba, mereka sudah berada di negara atlan. terlihat, mereka sedang berada di luar rumah albara. Banyak orang kaget melihat kejadian itu, mereka sangat kaget melihat albara dan lia tiba-tiba berada di tempat itu.


Lia merasa keheranan, ia berkata,"Sayang ... apa ini rumahmu? em ... rumah ini tidak lebih besar dari istanaku."


Albara menghela napas, ia kemudian menjawab,"Kau ini ... apa kau bisa memanggilku dengan namaku saja? kau membuat kaget semua orang dengan kekuatanmu."


Lia menjawab,"Kenapa? aku sudah menjadi pacarmu sekarang. aku bebas memanggilmu dengan sebutan yang aku suka."


Albara merasa kaget mendengar itu. ia kemudian menjawab,"Heh? kapan aku menjadi pacarmu?"


Lia menjawab,"Em! sekarang ... aku sudah menjadi pacarmu kan? hehehe ... kau beruntung bisa memiliki pacar seperti diriku."


Albara menjawab,"Ada apa denganmu? kau bilang jika kita ke tempat ini hanya untuk memilihkan kekuatanmu."


Lia menjawab,"Memang benar ... aku ingin begitu. tapi rasanya kurang jika hanya begitu. apa kau tidak ingin megajaku berkeliling kota ini?"


Albara menjawab,"Baiklah ... ayo kita pergi. aku harus kerumah terlebih dahulu"


Saat mereka pergi ke Rumah albara. terlihat, rumah itu dikunci. terlihat, ada sembuah surat yang terpasang.


Disitu tertulis,"Pesan dari ibumu yang paling kamu sayangi ... anakku, jika kau membaca surat ini. berarti kau sudah pulang membawa calon menantuku ... maaf ya, ibu tidak berada di rumah saat ini ... ibu sedang ada urusan dan tidak akan pulang selama beberapa minggu. jangan khawatir, aku akan merestui hubungan kalian. "


Albara merasa keheranan, ia kemudian berkata,"Ada apa dengan ibu? kenapa dia menaruh surat seperti ini di tempat ini? kenapa dia tau jika aku bersama seorang gadis."


Lia merasa penasaran, ia kemudian berkata,"Ha? bolehkah aku membacanya? em ... hehehe ..." Lia merasa sangat senang saat membaca itu, ia kemudian tersenyum dan memperhatikan albara.


Albara berkata,"Gawat! ini sangat gawat! ibu ... gara-gara kau aku dalam masalah!"

__ADS_1


Lia menjawab," "Heheh ..."


Bersambung ...


__ADS_2