Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 44 - Peta dari komandan Qing


__ADS_3

Ch. 44 - Peta dari komandan Qing


Tap ... tap ...


Tidak lama setelahnya, komandan Qing masuk ke dalam restoran itu dengan waspada. ia mencari albara dan alisya.


"Hm ... sepertinya mereka berada disekitar tempat ini. kenapa mereka malah bersenang-senang? padahal ada misi yang harus diselesaikan?" Terlihat Komandan Qing sedang memperhatikan sekeliling tempat itu.


"Bagaimana? apa kau menyukai makanan ini asisten?" Terlihat albara sedang makan malam bersama dengan alisya. ia sedang menikmati suasana makan malam bersama itu.


Dengan senang alisya menjawab,"Tuan ... makanan ini sangat enak ... a-aku menyukainya."


"Syukurlah kau menyukainya. begini, a-apa aku boleh menyuapimu?" Albara merasa gugup saat mengatakan itu. ia wajahnya terlihat sedikiy memerah karena gugup.


"Menyuapiku? Em! tuan boleh melakukanya." Terlihat alisya senang dengan itu. ia tersenyum sambil memperhatikan albara dengan senyuman imutnya.


Dengan merasa sedikit gugup, albara kemudian menyuapi alisya dan berkata,"Ba-baiklah ... Aa."


"Aa ... em ... "


Duar ...


"Kalian! kenapa kalian malah malas- malasan aku sangat kesal!" Tiba-tiba, setelah albara menyuapi alisya, komandan Qing memukul albara sampai ia terpental jauh akibat serangan itu. Komandan Qing terlihat sangat kesal saat melakukan itu.


Wussh ...


"Tu-tuan! a-apa kau baik-baik saja? apa kau terluka?" Alisya sangat kaget dengan kedatangan komandan Qing. ia mendatangi albara dan merasa khawatir denganya.


Brug ...


"Uhuk ... Aduh ... apa-apaan ini? sakit sekali. Hoi! kenapa kau tiba-tiba memukulku! apa kau tidak tau aku sedang kencan dengan asisten!" Terlihat albara sedikit kesakitan saat dipukuli oleh komandan Qing.


"Hoi ... lihat, mereka sedang bertengkar." Seluruh pengunjung keheranan dengan keributan itu. mereka memperhatikan mereka dan membicarakan mereka.


Dengan tatapan yang menyeramkan, komandan Qing menjawab,"Hei! apa yang kalian bicarakan! Apa kalian ingin merasakan bagaimana dipukuli ha?"

__ADS_1


Tempat itu menjadi sangat sunyi karena semua orang yang membicarakan komandan Qing terdiam. mereka bungkam karena diancam oleh komandan Qing.


Dengan kesal komandan Qing berkata,"Kalian berdua! ayo ikuti aku. aku ingin menunjukan sesuatu kepada kalian."


Dengan sedikit penasaran dengan apa yang ingin ditunjukan komandan Qing, albara dan alisya menjawab,"Menunjukan sesuatu? apa yang ingin kau tunjukan kepada kami?"


"Hm ... sudah! ikuti saja aku! jangan lupa bayar makanan yang sudah kalian makan, setelah itu temui aku di tempat yang sudah kita tentukan sebelumnya!"


Komandan Qing berjalan keluar dari restoran itu. semua pengunjung bisa bernapas lega karena komandan Qing sudah pergi. mereka kemudian memperhatikan albara dengan tatapan yang mengerikan.


"He-he ... ke-kenapa kalian melihatku seperti itu? he-he ... " Terlihat albara merasa gugup saat diperhatikan seperti itu, ia kemudian berdiri dan berkata,"Asisten ... sudah cukup untuk bersenang-senang. ada misi yang harus diselesaikan ... ayo, saatnya kita kembali beraksi."


Dengan senang alisya menjawab,"Em! tentu saja tuan."


Tap ... tap ...


Sudah cukup bersenang-senang, dan saatnya menyelesaikan misi, itulah yang dikatakan oleh albara. sekarang mereka pergi ke sebuah penginapan dekat restoran itu.


Tap ... tap ...


Albara sambil berjalan memperhatikan alisya. ia berkata,"Asisten ... bagaimana menurutmu dengan kota ini? apa kau senang bisa berkunjung ke kota ini?"


"Aku? aku senang bisa pergi ke kota ini bersamamu, tuan. karena kau, aku bisa berpetualang seperti ini." Alisya tersenyum saat mengatakan itu, ia terlihat serius dengan ucapanya tadi.


"Syukurlah kau menyukainya."


Albara kemudian melihat sebuah penginapan tempat dimana komandan Qing berada saat ini. Dengan penasaran ia berkata,"Asisten ... apa ini tempatnya? terlihat tempat ini seperti istana."


"Em ... kau benar, tuan. penginapan ini sangat besar. tempat ini sangat dekat dengan istana." Alisya kagum melihat tempat itu, ia penasaran dengan tempat.


Dari jendela, terlihat komandan Qing sedang memanggil mereka. ia berteriak,"Hoi! cepat masuk! aku sudah lama menunggu kalian! kalian lama sekali!"


"Hoh? itu dia? baiklah ... kita akan masuk ke dalam. ayo, asisten ..." Albara memegang tangan alisya, ia menggengam tanganya sambil mengajak alisya masuk ke dalam penginapan itu.


Alisya tersenyum, ia menyadari jika albara memegang tanganya dan menjawab,"Em! sepertinya dia sudah lama menunggu kita. kita sebaiknya tidak boleh membuatnya lama menunggu ..."

__ADS_1


"Kau benar asisten ... kita tidak boleh membuatnya lama menunggu kedatangan kita."


Setelah 10 menit berlalu. akhirnya, albara dan alisya menemukan kamar dimana komandan Qing berada. mereka terlihat kesulitan mencari kamar yang disewa oleh komandan Qing dan kelelahan.


"Huh ... a-apa benar ini kamarnya? kenapa kamar ini sangat sulit untuk ditemukan?" Albara kelelahan dan menghela napas.


"Tu-tuan ... ma-maafkan aku, a-aku sangat kelelahan ... " Alisya terlihat sangat kelelahan sampai hampir pingsan.


Albara mengkhawatirkan alisya, ia berkata,"Asisten? a-apa kau baik-baik saja? kau terlihat sangat kelelahan."


"Em ... tuan, a-aku baik-baik saja. tuan tidak perlu mengkhawatirkanku ..." Terlihat alisya berusaha tetap kuat dihadapan albara.


Krek ...


Pintu kamar itu terbuka, terlihat komandan Qing sedang menunggu mereka dengan perasaan marah karena mereka terlambat datang.


Ia dengan sedikit kesal berkata,"Kalian ini ... ini sudah sepuluh menit setelah kalian masuk ke dalam rumahku! kenapa lama sekali?"


Albara dan alisya keheranan dengan perkataan komandan Qing. Albara dengan penasaran berkata,"Rumahmu? apa ini adalah rumahmu?"


"Tentu saja ... penginapan ini adalah milik ayahku dan akan selalu menjadi miliknya. kenapa kau menanyakan itu?" Komandan Qing dengan curiga menanyakan itu kepada albara. Ia penasaran dengan jawaban yang akan dikatakan oleh albara.


"Itu ... jujur saja penginapan ini sangat besar. aku sampai kesulitan mencari kamar ini. aku sekarang tidak perlu sungkan lagi kepadamu ... aku akan tidur sebentar, asisten ... ayo kita masuk ke dalam ..." Albara dengan cepat masuk ke dalam kamar itu, dan berbaring di ranjang yang ada pada kamar itu.


"Em ... baik tuan." Alisya tidak lama kemudian ia masuk ke dalam. ia kemudian berbaring di ranjang itu dengan kelelahan.


Komandan Qing keheranan, ia kemudian dengan kesal berkata,"Hoi! apa kalian tidak ada sopan santun sedikitpun? apa aku pernah mengatakan kalian boleh berbaring? aku akan menghajar kalian jika terus seperti ini!"


"Hm? ba-baik, ma-maafkan kami!" Setelah mendengar perkataan komandan Qing, albara dan alisya berdiri dan duduk di ruangan itu. Mereka terlihat sangat takut dengan amarah komandan Qing.


"Kalian akhirnya mengerti juga ... baiklah, saatnya membahas rencana menyusup untuk menyelamatkan adikku! coba kalian lihat peta ini!" Komandan Qing memberikan mereka sebuah peta yang menunjukan dimana lokasi rein berada saat ini.


Albara dan alisya memperhatikan peta itu. Alangkah kagetnya mereka menyadari istana itu dijaga dengan sangat ketat.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2