
Ch. 52 - Menuju ke kota selanjutnya!
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh adipati Wei, mereka berdua sebenarnya hanya memiliki satu tujuan di dalam diri mereka, mereka terlihat sangat senang saat adipati Wei menanyakan itu.
"Paman ... kami berdua hanya mempunyai satu tujuan pergi ke kota itu. tujuan kami adalah untuk mencari Tim penjelajah BluEx dan memecahkan misteri kota yang hilang!"
"Em! itu benar ..."
Mereka berdua memiliki satu tujuan, tujuan mereka yang sebenarnya adalah untuk berpetualang bersama. entah kenapa, albara tidak mengatakan tujuan mereka yang sebenarnya.
"Em ... tujuanmu sangatlah rumit. tapi aku hargai tujuan kalian. meskipun pergi ke kota itu adalah ancaman bagi kami karena yang mulia berada di kota itu ... aku hanya ingin kalian agar selalu bersama apapun yang terjadi."
"Paman ... apapun yang akan terjadi, aku akan selalu bersama asisten. apa kau akan membantu kami? apa kau akan mengatakanya?"
Albara hampir hilang kesabaran karena penasaran dengan libe. ia sangat ingin mengetahui rahasia di balik batu kuno itu.
"Hm ... sepertinya kau sangat penasaran. aku ingin akan mengatakanya kepada kalian ... akan tetapi kisah ini sangatlah panjang ..."
Adipati Wei berdiri, ia berjalan ddan mengambil sebuah buku. ia memperhatikan buku itu dan menyadari jika buku itu kelihatanya sangat kuno.
"Paman ... apa kau tidak ingin mengatakanya kepada kami? kenapa kau mengambil buku itu?"
Tanya albara, ia berjalan mendekati adipati wei. ia memperhatikan buku itu dengan seksama, dan melihat jika buku itu berusia sangat tua.
"Ini ... bukankah sebuah buku yang berusia lebih dari 1000 tahun? kenapa kau memiliki buku seperti ini?"
Albara bertanya-tanya mengenai kenapa adipati wei bisa memiliki buku itu? siapa yang sebenarnya memberi buku itu? albara terus menanyakan itu karena penasaran.
"Kau memang benar ... ini adalah sebuah buku kuno yang hanya disimpan oleh penguasa dari utahara ... dahulu kala, kota utahara adalah kota yang dihuni oleh 5 pengendali dunia ..."
5 pengendali dunia, setidaknya kalimat itu terdengar sangat asing oleh albara. ia belum pernah mendengar tentang itu walaupun ia berkeliling dunia selama bertahun-tahun.
"5 Pengendali dunia? " Ucap albara dan alisya secara bersamaan. mereka berdua dipenuhi dengan rasa penasaran, berharap adipati wei menceritakan mengenai pengendali itu.
"Kisah mengenai 5 pengendali dunia sangatlah panjang. aku tidak akan menceritakanya, tapi aku akan memberikan buku ini kepada kalian berdua."
Adipati wei memberikan buku itu kepada mereka berdua, ia yakin suatu saat buku itu bisa berguna bagi mereka. ia tanpa ragu memberikan buku itu kepada mereka.
__ADS_1
"Ini? Paman ... apa kau yakin ingin memberikan buku ini? bukankah kalian sangar membutuhkan buku ini?"
Ia terus menerus bertanya kenapa adipati wei memberikan buku itu padahal ia tau jika buku itu sangatlah berharga baginya. ia yakin adipati wei memberikan buku itu dengan alasan yang kuat. ia ragu ingin menerima buku itu.
"Tentu saja aku akan memberikan buku ini sebagai hadiahku kepada kalian berdua. dengarkan aku ... suatu saat nanti, kalian pasti membutuhkan informasi mengenai 5 Pengendali dunia. simpanlah buku ini, jangan kalian menolak untuk menerima buku ini."
Adipati wei tidak tau harus membalas budi kepada mereka berdua. ia memberikan buku itu karena itu adalah satu-satunya cara agar ia bisa membalas kebaikan mereka berdua.
"Baiklah ... aku akan menerimanya. ini adalah informasi yang mungkin akan berguna untukku. apa di buku ini terdapat informasi mengenai libe?"
"Tentu saja ada ... kalian harus membaca buku itu. mungkin buku itu akan menunjukan jalan menuju kota yang hilang." Jawab adipati wei sambil menyerahkan buku itu dengan senang.
Tap ... tap ...
"Ayahanda ... maaf sudah menggangu pembicaraan kalian. aku ingin memberitau mengenai kondisi di medan perang ... jenderal se membutuhkanmu ..."
Tiba-tiba, rein masuk ke dalam tenda itu. ia menyadari jika albara berada di tenda itu bersama dengan ayahnya, ia sedikit gugup saat mengatakan itu.
"Baik ... aku mengerti. kalian berdua, aku akan pergi untuk mengurus masalah pribadiku. sampai jumpa lagi, penjelajah."
Tap ... Tap ...
Adipati wei keluar dari tenda itu. rein memberi salam kepada mereka dan segera pergi untuk mengikuti ayahnya. sepertinya kondisi di medan perang sudah dibawah kendali mereka.
"Baik, kau tidak peelu khawatir. kami juga akan segera pergi. asisten, ayo kita pergi menuju kota selanjutnya ..."
"Em! baik tuan ..."
Tap ... Tap ...
Mereka berdua segera pergi dari tenda itu. terlihat mereka pergi ke atas bukit dan menemukan sebuah mobil yang sebelumnya diberikan oleh syah se kepada mereka.
"Sepertinya masalah ini sudah teratasi ... kakek sepertinya mengepung semua musuh mereka bersama dengan komadan Qing. aku tidak menyangka mereka akan bekerja sama untuk mengalahkan musuh mereka. "
Albara mengamati kota utahara dengan teropong miliknya, ia dengan senang melihat kakeknya berhasil memenangkan perang itu.
"Tuan ... apa kita akan pergi sekarang? apa kau tidak butuh istirahat sebelum pergi?"
__ADS_1
Tanya asisten yang selalu ada untuknya. alisya sangat mengkhawatirkan albara karena mereka sudah melewati berbagai hal tanpa mengenal istirahat.
"Em ... kau benar, tetapi kita tidak boleh bermalas-malasan! sekarang saatnya untuk mengambil libe dan pergi ke kota yang hilang! ayo asisten ..."
"Tuan? baiklah, ayo!"
Alisya terlihat sangat mengkhawatirkan albara, tetapi perintah dari albara selalu ia turuti. apa boleh buat, ia terpaksa menuruti perintah albara tanpa sedikitpun menentangnya. ia berusaha agar bisa selalu bersama albara.
Tap ...
Albara membuka pintu mobil itu, ia bersama alisya pergi dari kota utahara menuju ke arah timur wilayah antcis.
Bum ...
Mobil itu bergerak, petualangan baru mereka akan dimulai. masalah apa yang mereka akan hadapi selajutnya? hanya waktu yang akan menjawab.
"Em ... sepertinya mereka pergi tanpa pamit kepada jenderal se. tetapi perintah dari jenderal, aku akan mengikuti kemanapun kalian akan pergi ... sekarang, kalian berdua akan berada di dalam pengawasanku."
Kepergian mereka diketahui oleh seseorang. seorang gadis mengamati mereka dari dalam mobilnya dengan teropong miliknya. ia adalah felisya, sepertinya ia akam kembali mengikuti albara secara diam-diam.
Bum ...
"Aku akan mengikuti kemanapun kalian akan pergi! jenderal se mempercayakan tugas penting ini untukku, jadi aku berharap kalian tidak mengacaukanya."
Ia mengikuti mereka berdua dengan mobil miliknya secara diam-diam tanpa sepengetahuan mereka.
"Sepertinya ada seseorang yang berusaha mengikutiku, lagi. tetapi, itu tidak akan terjadi lagi. cukup satu kali semua rencanaku ketahuan, sekarang aku tidak akan ceroboh lagi!"
Bum ...
Tetapi, albara sudah mengetahui rencana kakeknya, ia dengan senang meningkatkan kecepatan mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh.
"Heh ... padahal aku sudah sangat berhati-hati. sepertinya dia mengetahui jika aku mengikutinya! tapi itu tidak akan berhasil!"
Bum ...
Bersambung ...
__ADS_1