Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 61 - Rahasia Alisya


__ADS_3

Ch. 61 - Rahasia Alisya


Tanpa ia sadari, yuna adalah pengendali terkuat yang berada diposisi ke 2 sebagai pengendali terbaik di dunia. ia tanpa memikirkan akibatnya dengan cepat menerima tantangan itu.


"Heh ... nyalimu besar juga untuk melawan pengendali terkuat ke-2 di dunia. orang seperti dirimu tidak mungkin menang melawan pengendali seperti diriku ini."


Dengan sedikit sombong, yuna tampak menyadari jika albara bukan tandingan bagi pengendali seperti dirinya. ia menyadari jika albara tidak cukup kuat melawanya.


"Heh ... jadi kau seorang pengendali terkuat ke-2? tapi ... apa kau yakin akan melawan kami?"


Albara menyadari jika ia tidak sendirian untuk melawan yuna. tampak rena secara tiba-tiba muncul di ruangan itu dengan senangnya menerobos masuk ke dalam.


"Hahahaha ... Ternyata aku ketahuan olehmu, padahal aku berniat menonton pertarungan ini. tapi ... kenapa kau yakin aku akan membantumu?"


Rena tampak senang mendengar itu, ia menyadari jika albara membutuhkan bantuan darinya untuk mengalahkan yuna. ia yakin albara memiliki sesuatu sebagai ganti ia membantunya.


"Aku tidak tau harus memberikan apa untukmu. tapi ... sebagai gantinya, akan aku minta agar lia memaafkanmu, bagaimana?"


Albara tampak senang saat mengatakan itu, ia meminta agar rena membantunya melawan yuna. ia menyadari jika rena dan lia bertengkar.


"Apa kau yakin bisa membujuk adik kesayanganku agar dia memaafkan aku? apa kau bisa melakukanya?"


Rena penasaran dengan cara albara agar bisa membujuk lia untuk memaafkan dirinya, ia menyadari jika lia sangat sulit untuk dibujuk.


"Karena aku ingin agar kau membantu kami mengalahkan yuna, kakak. jika kita berhasil, maka aku akan memaafkan kesalahanmu itu."


Tiba-tiba, lia muncul di tempat itu. ia menyadari jika albara dalam bahaya serta membutuhkan bantuan darinya. kini, pengendali ke-3 dan pengendali ke-5 bersatu untuk melawan yuna.


"Heh ... baiklah, jika itu keinginanmu. aku akan senang membantu penjelajah ini untuk mengalahkan pengendali ke-2."


Rena senang dengan kedatangan lia. ia menyadari jika mereka bertiga cukup kuat untuk melawan Yuna.


"Lia? kenapa kau bisa datang ke tempat ini? apa yang kau lakukan di tempat ini? aku tidak menyangka jika kau bisa menemukanku."


Albara keheranan dengan kedatangan lia. ia penasaran bagaimana lia bisa menemukanya.


"Bukankah aku sudah bilang kepadamu, aku akan membantumu jika kau membutuhkan bantuan dariku. aku datang ke tempat ini hanya untuk membantumu ... albara."


Lia dengan cepat mendekat ke arah albara. ia dengan hangat tersenyum ke arahnya berharap mereka bisa mengalahkan yuna bersama-sama.

__ADS_1


Buak ...


"Uhuk ..."


Tiba-tiba, lia menerima sebuah serangan yang sangat kuat. ia terpental jauh akibat menerima serangan itu.


Duar ...


Ledakan terjadi di dalam istana itu, kabut tebal bermunculan, tampak lia sangat kesakitan menerima serangan itu.


"Adik?! apa kau baik-baik saja? dasar kau! beraninya menyerang secara diam-diam!"


Rena kesal kepada yuna, tampak ia menyadari jika yuna berniat untuk mengalahkan mereka semua sekaligus untuk mencapai tujuanya.


"Tentu saja ... karena aku, sudah mengalahkan pengendali ke-3 dengan setengah energi ini ... maka ancaman selanjutnya adalah kau pengendali ke-5. bersiaplah untuk dikalahkan oleh ku!"


Yuna dengan menggunakan setengah energinya menyerang lia. ia terpaksa menggunakan setengah energinya agar ia bisa dengan mudah mengalahkan mereka satu per satu.


"Dasar! jadi dia menggunakan setengah energinya untuk menyerang dengan kekuatan besar sekaligus? ini diluar dugaanku, apa lia baik-baik saja?"


Albara khawatir melihat lia terluka cukup parah setelah menerima serangan itu. ia mlihat lia pingsan dan bersandar di tembok.


"Uhuk ... albara, setelah 30 menit kekuatan ku akan pulih. kau tenang saja, aku akan tidur untuk memulihkan kekuatanku."


"Syukurlah kau baik-baik saja ... tapi, jika kita menerima serangan seperti itu, maka bisa dipastikan kita tidak akan bisa selamat."


Albara khwatir melihat serangan yuna sangat kuat. ia menyadari jika ia menerima serangan seperti itu, maka bisa dipastikan dirinya tidak akan selamat.


"Maka, kalian menyerahlah maka akan aku melepaskan rena dan lia. akan tetapi, sesuai kesepakatan kita, maka kau akan menjadi milikku, benarkan albara."


Yuna memancarkan sinar yang terang, tampak ia sedang menyerap seluruh energi agar tenaganya bisa kembali pulih. ia berniat untuk mengulur waktu pada saat pemulihan kekuatanya.


"Heh ... jadi begitu, jika aku menyerangmu pada saat kau memulihkan kekuatan, maka bisa dipastikan jika kau akan dengan mudah dikalahkan."


Albara dengan diam-diam membaca buku mengenai pengendali ke-2, ia menemukan sebuah kelemahan yang dimiliki oleh yuna, tampak ia menyadari jika yuna tidak berdaya pada saat ia memulihkan kekuatan.


"Ba-bagaimana kau tau? bu-bukankah kau hanya penjelajah biasa? bagaimana kau tau mengenai kelemahanku? jika begitu ..."


Yuna dengan khwatir memperhatikan albara, tampak ia menyadari jika dirinya tidak berdaya saat ini untuk melawan mereka sekaligus.

__ADS_1


"Tutup mulutmu, sekarang kau akan menerima pelajaran karena berani menyerang adik kesayanganku!"


Dengan cepat, rena berada di sampingnya, ia dengan kekuatan penuh menyerang yuna dengan sebuah pukulan yang kuat.


"Gawat ... sepertinya, aku akan kalah ... kau benar syah se, aku sebaiknya tidak sombong, aku mengerti kenapa kau tertarik kepada penjelajah ini."


Buak ...


Yuna dengan putus asa menyadari jika dirinya tidak bisa menghindar dari serangan itu. ia menyadari jika serangan rena sangatlah kuat, ia menyadari alasan syah se tertarik kepada albara.


"Uhuk ..."


Duar ...


Ia terpental akibat menerima serangan itu, di dalam ruangan, kabut tebal bermunculan, suara ledakan terdengar di dalam ruangan itu.


5 menit setelah kejadian itu, yuna dengan perlahan membuka matanya. ia tidak percaya jika dirinya akan dikalahkan oleh mereka, ia menyadari jika dirinya sekarang tidak berdaya melawan mereka.


"Uhuk ... setelah dikalahkan oleh kalian, apa kau bisa senang membuatku seperti ini? rena ... kau tadi sangat membenciku kan, sekarang kau bisa melampiaskan kekesalanmu."


Yuna bersandar di dinding itu, dengan senang ia memperhatikan mereka berdua berharap mereka segera menghukumnya.


"Jika itu keinginanmu, maka akan aku buat kau menyesal karena sudah mengatakan itu, yuna ..."


Dengan senang, rena memegang dagu yuna, tampak ia menyadari jika dirinya bisa melakukan apa saja mengingat yuna tidak berdaya pada saat itu.


"Apa kau akan memukulku? apa kau akan memberiku pelajaran sesuai perkataanmu tadi?"


Yuna penasaran, ia menyadari jika rena sangat melihatnya seperti itu. iamenyadari jika ia tidak bisa berbuat apapun.


"Tunggu dulu! ini bukan saatnya untuk berkelahi! sekarang aku ingin bicara kepadamu ... dimana asisten berada saat ini? apa dia berada di istana ini?"


Albara penasaran, ia yakin jika yuna mengetahui tentang itu. tampak dirinya menyadari jika yuna menyembunyikan sesuatu darinya.


"Tidak? aku tidak tau dimana dia berada saat inu, bukankah dia adalah gadis yang dicari oleh para pengendali? apa kau tau itu, albara."


Yuna yakin jika alisya bukan gadis biasa, ia mengetahui sebuah rahasia yang disembunyikan olehnya, tampak ia akan segera memberitau rahasia itu.


"Apa?"

__ADS_1


Albara, rena, dan lia, mereka bertiga kaget mendengar itu. terlihat mereka menyadari sesuatu mengenai alisya.


Bersambung ...


__ADS_2