
Ch. 38 - Dia kembali!
Zhue membidik rena dengan senapan mesinya, ia merasa khawatir mengetahui kedatangan rena ke tempat itu.
Dengan merasa khawatir, Zhue berkata,"Tuan! apa sebaiknya aku menembak! dia terlihat sangat berbahaya!"
Albara memperhatikan rena, ia mentadari jika rena telah menyembunyikan sesuatu dari mereka. dengan merasa penasaran, ia kemudian berkata,"Tunggu zhue ... jangan menembak! aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya!"
"Tuan! tapi ... dia sangat berbahaya!'
Albara merasa khawatir, ia menjawab,"Diam! lakukan saya sesuai perintahku!"
"Em ... baik tuan."
Rena merasa senang melihat kejadian itu, ia memperhatikan albara dan tersenyum. dengan merasa senang, ia berkata,"Wah ... kenapa kau menghentikanya? apa kau menyukaiku?"
"Tidak! aku tidak akan pernah menyukaimu! apa kau pikir jika aku menghentikan zhue ... aku akan memaafkanmu?"
Rena tersenyum, ia menjawab,"Em ... tentu saja!"
Albara merasa keheranan, ia menjawab,"Tidak ... aku tidak akan pernah meaafkanmu! apalagi kau sudah membuat asisten seperti itu!"
"Jadi ... apa yang ingin kau tanyakan dariku? ini pasti sangat penting bagimu, katakan apa yang ingin kau tanyakan?" tanya rena dengan merasa penasaran saat mengatakan itu.
Syuss ...
Angin bertiup sangat kencang saat albara akan menjawabnya, terlihat mereka saling memperhatikan.
Albara kemudian menjawab,"Aku ingin tau ... dimana rein berada sekarang? aku tau kau pasti membawa rein! cepat katakan dimana dia berada!"
"Ha?!" Semua orang yang berada di tempat itu kaget dengan ucapan albara, mereka juga terlihat penasaraan saat mendengar perkataan albara.
Dengan merasa senang, rena menjawab,"Jadi ... kau ingin mencari gadis itu? hehe ... aku tau kau pasti akan menanyakan ini."
Albara merasa kesal, ia menyela,"Cukup omong kosong ini! cepat katakan dimana dia berada! aku akan melepaskanmu jika kau mengatakanya."
"Jika tidak ... apa yang akan kau lakukan? aku tidak akan mengatakannya dengan mudah!" Rena tersenyum sambil memperhatikan albara, ia penasaran dengan jawaban albara.
Sedangkan Albara merasa sangat kesal mendengar itu, ia kemudian menjawab,"Aku akan mengalahkanmu sekarang juga! cepat katakan dimana rein berada! jika tidak aku akan mengalahkanmu di tempat ini!"
Rena tertawa, ia berkata,"Hahaha ... kau akan mengalahkanku? kau hanya orang lemah! beraninya kau mengatakan itu! apa kau sadar jika lia saja tidak bisa mengalahkanmu apalagi aku!"
Dengan merasa percaya diri albara menjawab,"Oh ... benarkah? apa kau yakin tentang itu?"
Rena merasa curiga, ia memperhatikan albara sambil berkata,"Em ... apa yang kau sembunyikan dariku? apa yang sedang kau rencanakan?"
Albara terdenyum mendengar itu, ia menjawab,"Em ... lihat dibelakangmu!"
__ADS_1
"Ha?"
"Hiyaaa! rasakan ini!"Di belakang rena, terlihat lia secara tiba-tiba menyerang rena.
"Ha? a-apa yang sebenarnya terjadi? kenapa dia bisa berada dibelakangku?" Rena sangat kaget mengetahui jika Lia sedang menyerangnya. ia tidak bisa menghindar karena serangan itu sangat cepat.
Buak ...
Rena menerima pukulan dari lia. ia terpental sangat jauh sampai menabrak bangunan di depanya.
Albara merasa senang, ia berkata,"Lia ... kerja bagus!"
"Em ... itu sangat mudah bagiku."
Terlihat, rena berusaha untuk berdiri, ia merasa sanat marah dan berkata,"Kalian! beraninya kaliam melakukan itu! aku tidak akan mengampuni kalian!"
Albara merasa senang, ia kemudian menjawab,"Zhue ... aku memberimu tugas! beri dia pelajaran!"
"Baik tuan ..."
Scring ...
Tiba-tiba, Rena berdiri, ia mengeluarkan pedangnya dan berkata," Kalian! aku akan menghabisi kalian semua! aku tidak akan mengampuni kalian!"
Albara tersenyum, ia menjawab,"Benarkah? apa kau bisa menghindari serangan ini?"
Buak ... Tiba-tiba, dari belakang, zhue menyerang dan membuat rena kaget. rena terpental, ia tidak menyangka akan diserang dari belakang.
Brug ...
"Kalian ...! aku akan mengalah-"
Albara menyela, ia berkata,"Cukup! apa kau tidak menyerah juga? aku tanya kau sekali lagi! dimana rein berada? aku akan mengampunimu!"
Rena merasa khawatir, ia kemudian menjawab,"Baik ... aku menyerah, kalian menang!"
"Itu lebih baik ... cepat katakan dimana dia berada!"
Rena berdiri, ia kemudian menjawab,"Aku mengetahui dimana dia berada. tapi setelah ini kalian harus membiarkanku pergi ... aku berjanji tidak akan menggangu kalian begitupun dengan lia."
Albara tersenyum, ia menjawab,"Itu tergantung dengan keputusan Lia ... lia, apa kau setuju ingin berdamai dengan dia?"
Tap ... tap ...
Lia mendekat, dengan merasa sedikit gugup, ia berkata,"Em ... baiklah, aku setuju ... "
Kemudian, rena menjawab,"Dia berada di kota utahara! dia dibawa oleh beberapa tentara yang satunya mengaku sebagai seorang mayor jenderal. apa ini cukup?"
__ADS_1
Albara kaget mendengar itu, begitupun dengan alisya, lia dan zhue. albara dengan merasa khawatir menjawab,"Em ... ini lebih sulit dari perkiraanku. aku tidak menyangka dia dibawa oleh mereka."
Tap ... tap ...
"Apa kalian sedang mencari informasi mengenai seorang gadis?" tiba-tiba, seorang gadis datang, ia adalah felisya, ia terlihatnya baik-baik saja dan tidak terluka sama sekali.
"Ha? kau?!" Albara, dan semua orang yang berada di tempat itu merasa kaget melihat felisya.
Felisya tersenyum, ia berkata,"Em ... kenapa kalian kaget melihatku? apa kalian sedang dalam masalah?"
Albara menjawab,"Kau ... kenapa kau bisa ada disini?"
Rena menjawab,"Hoi! bukankah dia bersamamu dalam misi ini? dia berhasil kabur dariku!"
Albara kaget mendengar itu, ia menjawab,"Apa maksudmu? kenapa dia ikut dalam misiku?"
"Justru aku yang menanyakan itu ... aku menemukan dia berada dalam mobilmu! aku pikir dia adalah temanmu."
Albara menyadari sesuatu, dengan merasa keheranan dia berkata,"Astaga ... jadi kau mengikuti kami secara diam-diam?"
Felisya merasa senang, ia kemudian menjawab,"Em! kau benar, aku mengikuti kalian! karena memang tugasku memata-matai kalian hehe ..."
Tiba-tiba, albara mengelus rambut felisya, ia menjawab,"Kau ini ... aku kerepotan karenamu! kau pasti melaporkan kejadian ini kepada kakekk kan?"
"Ewawaaaamm ... hentikan, aku mohon hentikan! maafkan aku ... aku tidak mengatakanya kepada jenderal se. huahaawa ..."
"Em ... benarkah?"
"Em ... benar, jangan mengelus rambutku! "
Albara merasa sedikit penasaran, ia kemudian menjawab,"Em ... sepertinya kau tidak berbohong ... tapi tetap saja aku tidak percaya sepenuhnya kepadamu!"
"Em ... terserah! aku tidak peduli."
Krek ...
Tiba-tiba, rena membuka gerbang itu. terlihat angin bertiup sangat kencang saat rena membuka garbang itu, ia pergi ke dunia lain sambil berkata,"Kalian! aku akan kembali! suatu saat nanti! aku akan menguasai dunia ini!"
Albara merasa sangat kesal, ia menjawab,"Bukankah kau sudah berjanji jika kau tidak akan menggangu kami? apa kau sudah lupa?"
"Em ... aku mengingatnya, tapi bukan berarti aku tidak akan menggangu orang lain! hahahaha ... sampai jumpa, penjelajah!"
Krek ...
Gerbang itu tertutup dengan sangat rapat. entah apa yang akan rena lakukan setelah ini. benarkah dia akan kembali untuk menguasai dunia ini? begitulah yang mereka pikirkan dengan merasa sangat khawatir.
Bersambung ...
__ADS_1