
Ch. 37 - Menyelamatkan
Tidak lama berlalu, tiba-tiba sebuah kabut tebal muncul di tengah istana tepat di ruangan itu. Asaba merasa kebingungan dengan kemunculan kabut itu, ia berkata,"Ha? kenapa ada kabut di dalam ruangan ini? apa yang terjadi?"
Klentang ...
Tiba-tiba, sebuah benda jatuh dari hadapanya. asaba merasa semakin kaget melihat kejadian itu, ia menembakan senapan mesin itu tepat ke arah dimana nenda itu terjadi.
DuDuDu ...
"Hahahaaa! kalian! jangan bersembunyi dariku! aku tau kalian para pengecut hanya bisa bersembunyi! cepat tunjukan dimana kalian berada!"
DuDuDu!
Ia menembak ke segala penjuru. terlihat, merusak tempat itu dan membuat kehancuran.
Tiba-tiba, albara berkata dari tempat yang tidak asaba ketahui. ia berkata,"Haha ... bagaimana ... apa kau takut?"
Asaba merasa sangat kesal, ia berkata,"Kau ... dimana kau berada! perlihatkan dirimu! atau aku tidak akan mengampunimu!"
Tiba-tiba, dari arah belakang. albara tiba-tiba muncul, ia berkata,"Aku berada dibelakangmu. rasakan ini! Hiyaa!"
"Ha? kenapa? kau bisa berada dibelakangku?"
Buak ...
Asaba terpental akibat menerima serangan itu. ia menabrak tembok dan berkata,"Aduh ... sakit! dasar ... beraninya kau!"
Setelah itu, albara kembali menghilang. asaba merasa keheranan, ia bingung dan berkata,"Dasar! cepat tunjukan dirimu! atau aku akan menghabisimu dengan mudah! kau tidak akan bisa kabur!"
Albara tersenyum, ia berkata,"Benarkah? begitukah? Zhue, beri dia pelajaran."
"Apa? zhue?"
Buak ...
Ia kembali menerima serangan, ia terpental dan merasa sangat kesulitan melawan mereka. ia berkata,"Uhuk ... kalian! jangan bersembunyi! atau aku akan!"
Cklek ... Suara pistol, terdengar suara seperti seseorang yang sedang mengisi peluru sebuah pistol.
Asaba merasa sangat khawatir, ia ketakutan dan berkata,"Ka-kau! tunjukan dimana dirimu! dasar pengecut! beraninya kau bersembunyi!"
Pat ...
Tiba-tiba, sebuah anak panah melesat mengenai tembok tempat di samping kepalanya. ia merasa ketakutan dan berkata,"A-apa ini? sebuah anak panah?"
Tap ... tap ... Terdengar suara langkah kaki dari arah depan.
Albara berkata,"Kau tidak akan aku maafkan! lebih baik menyerah atau kau akan aku habisi sekarng juga, mengerti?!"
Albara tertawa, ia menjawab,"Hahaha ... aku menyerah? apa kau bercanda? aku tidak akan menyerah!"
__ADS_1
DOOR!
Sebuah tembakan tepat mengenai benda di sampingnya. benda itu pecah dan membuat asaba ketakutan, ia gemetaran menoleh ke depan dan pandanganya hanya kedepan.
Kemudian, albara menjawab,"Kali ini. aku bisa menghabisimu dengan mudah. apa kau ingin menjadi seperti itu? aku tanya kau sekali lagi ... gunakan kesempatan ini untuk menjawab pertanyaanku! cepat katakan dimana asiten berada?"
Asaba gemtaran, ia kemudian menjawab,"Ba-baik ... gadis yang kau cari sekarang dia berada di taman istana ini! aku mohon, lepaskan aku! tuan ... ampuni kesalahanku!"
Tiba-tiba, kabut itu menghilang. semuanya menjadi seperti semua. terlihat, albara dan zhue berada di depanya.
Zhue mengambil senapan mesin itu, ia berkata,"Senjata ini cukup bagus. aku akan menyimpanya."
Albara mendekat, ia kemudian berkata,"Aku mengampunimu hari ini! cepat pergi dari hadapanku! atau zhue! perlihatkan!"
"Baik!"
DuDuDu ...
Zhue menembak, ia menghancurkan tempat itu. asaba ketakutan, ia dengan ketakuta menjawab,"Ba-baik ... a-aku akan pergi! sekarang juga!"
Push ...
Ia membuka pintu istana itu dan ia berteriak sambil keluar dari istana itu. terlihat pertarungan rena melawan lia semakin sengit, asaba berlarian keluar.
Krek ...
"Huaaa! tolong! dia akan menghabisku! huaaa!"
Lia merasa penasaran, ia memperhatikan rena dan bertanya,"Kakak ... siapa dia?"
"Em ... oh, dia adalah pelayanku."
"Em ... jadi begitu."
Tempat itu menjadi sunyi, terlihat angin bertiup sangat kencang. Kemudian, mereka saling memperhatikan. Lia mengayunkan pedangnya, ia kembali menyerang sambil berkata,"Hiyaaa! aku akan mengalahkanmu!"
"Haha ... dalam mimpimu!"
Buak ...
Di sisi lain, albara yang mengetahui dimana keberadaan alisya mencainya ke taman. Akankah dia bisa menemukanya? apakah asisten baik-baik saja, begitulah yang ia pikirkan sambil berlari menuju taman itu.
Bunga-bunga bermekaran, terlihat seseorang berada di taman dengan kondisi yang terikat. albara memperhatikan seseorang yang terikat itu, sampai-sampai ia kagum melihatnya.
Setelah lama memperhatikan, ternyata dia adalah alisya. terlihat, ia sedang menangis. Ia menunduk dan tidak menyadari jika albara berada di tempat itu.
"Huhuhu ... tuan ... selamatkan aku! kenapa aku bisa menjadi seperti ini?"
Tangisanya membuat albara merasa sedih, ia mendekat dan memegang dagu alisya. Alisya yang merasa kaget kemudian memperhatikan seseorang yang memegang dagunya.
Albara berkata,"Jangan menangis ... aku sudah datang. kau tidak perlu merasa sedih lagi. tangisanmu membuatku merasa sedih. jangan menagis lagi." Ia menghilangkan air mata itu dan memperhatikan alisya.
__ADS_1
Alisya kaget, ia berkata,"Ka-kau? tuan?" Ia terkejut mengetahui jika albara datang ke tempat itu. ia merasa senang bisa diselamatkan.
Albara berkata,"Tenang ... aku akan melepaskan ikatan ini, kau pasti sangat kesakitan. tunggu sampai aku melepaskan tali ini."
"Em ... ba-baik ..."
Pat ...
Tali itu dilepas, dengan cepat, alisya memeluk albara. ia menangis dan juga terlihat air mata mengalir, albara merasa senang, ia kemudian berkata,"Em ... sudah. sekarang kau sudah baik-baik saja."
"Em ... terimakasih, kau selalu membantuku. aku akan selalu berterimakasih."
Albara merasa sedikit gugup, ia berkata,"Eh ... begini."
"Em ... ada apa?"
"Itu ... bisakah kamu ..."
Alisya yang menyadari jika ia memeluk albara merasa gugup, ia kemudian mundur dan berkata,"Ma-maafkan aku ... aku tidak sengaja, maaf."
"Em ... tidak masalah, sekarang kita harus mengalahkan orang itu terlebih dahulu!"
Duar ...
Tiba-tiba, seseorang terlihat terbang dan terpental akibat menerima serangan. ia adalah lia, sepertinya ia berhasil dikalahkan oleh rena dan terpental akibat menerima serangan itu.
Albara, Alisya dan juga zhue merasa kaget melihat kejadian itu. albara berkata,"Lia? "
Brug ...
"Uhuk ... ka-kalian? ce-cepat pergi dari tempat ini! disini tidak aman. kalian tidak bisa megalahkanya!" Ia berbaring dan merasa kesakitan.
Mereka mendatangi lia, albara berkata,"Ke-kenapa kau bisa seperti ini? apa yang sudah dia lakukan? kau terluka cukup parah."
Lia memegang tangan albara, ia menjawab,"Em ... luka ini tidak menyakitkan, tapi kalian harus segera pergi dari tempat ini. jangan pikirkan aku, pergilah."
Albara menjawab,"Tidak ... kami tidak mungkin meninggalkanmu seperti ini."
"Em ... a-apakah kau menyukaiku?"
"A-apa?"
Tap ... tap ... tap ...
Terdengar suara langkah kaki, terlihat seseorang datang dengan membawa sebuah pedang. dia adalah rena, ia datang menuju ke arah mereka.
Albara, alisya dan lia merasa kaget melihat rena datang. dengan merasa percaya diri, rena berkata," Hahah ... sudah terlambat untuk kabur dariku! bersiaplah untuk dihabisi! hahaha."
"Ka-kau?!" Albara merasa sangat kesal, ia memperhatikan rena dengan amarahnya . Rena memperhatikan mereka, ia tersenyum saat memperhatikan mereka.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1