Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 57 - Bersekutu dengan musuh?


__ADS_3

Ch. 57 - Bersekutu dengan musuh?


Bum ...


Di depan, kota wilayah timur utahara mulai terlihat. mereka berkendara selama beberapa jam. terlihat, hari hampir sore di tempat itu.


Ckitt ...


Mobil itu berhenti, jarak kota dengan mereka sekitar 600 meter, mereka harus melewati lembah misterius atau jalan lurus yang dipenuhi oleh kabut untuk bisa sampai ke kota itu.


"Asisten ... Kita hampir sampai, di depan terdapat sebuah lembah yang tertutup oleh kabut. kita harus berhati-hati!"


Albara mengamati tempat itu, dengan hati-hati ia mengawasi dan memperhatikan lembah itu.


"Tuan ... a-apa kita akan melewati lembah ini agar bisa pergi menuju ke kota itu? apa kita akan kesana?"


Alisya penasaran, ia tampak sedikit takut untuk masuk ke dalam lembah misterius itu.


"Tentu saja ..."


Srek ...


Terdengar suara aneh yang berasal dari sekitar tempat mereka. tiba-tiba, sekitar 30 pasukan kerajaan berjalan mendekat menuju ke arah mereka, mereka terkepung oleh pasukan itu secara tiba-tiba.


"Cepat! menyerahlah! kami sudah mengepung kalian! jangan kabur lagi! menyerahlah!"


Mereka bersenjata lengkap, terlihat seorang gadis datang untuk menemui mereka berdua. terlihat ia seperti seorang pemimpin pasukan itu.


"Tidak ada gunanya lagi, keluarlah dari mobil itu! kalian sedang berada di dalam wilayah kami!"


Ia tampak serius dengan ucapanya, terlihat mereka semua tidak akan membiarkan albara kabur begitu saja. mereka semua berencana untuk menangkap albara.


"Ha? kenapa kita terlibat masalah dengan mereka? i-ini tidak seperti rencana kita sebelumnya."


Albara menghela napas, ia keluar dari mobil dengan membawa pedang. tampak ia sangat keheranan melihat kedatangan pasukan itu.


"Heh, nyalimu besar juga ya. padahal kau sangat muda, tapi sudah berani datang ke tempat ini dan membawa pedang keluar dari mobil itu. apa kau menantangku untuk bertarung?"


Gadis itu menatap albara, ia mendekat sambil membawa sebuah senapan api dan mengarahkanya ke arah mereka. tampak ia sangat berhati-hati kepada albara.


"Dan kau, bukankah kau seorang gadis yang lebih muda dariku. kalian ini sebenarnya siapa? aku hanya seorang penjelajah!"


Albara tampak penasaran dengan identitas mereka, ia dengan keheranan memperhatikan gadis dan pasukan itu.


"Bukan urusanmu, kami hanya ingin tau apakah kau seorang mata-mata atau tidak, itu saja! kami berasal dari wilayah Wise utara! aku adalah putri dari adipati penguasa wilayah wise utara! namaku Yumna, dengar itu!"


Yumna memperhatikan albara, ia tampak sedang mencurigai albara sebagai seorang mata-mata.


"Jadi kalian berasal dari wilayah Wise? apa kalian mempunyai izin untuk masuk ke dalam wilayah ini? aku beritau kalian! sebenarnya! aku ini bukan seorang mata-mata!"


Albara membantah, ia dengan jujur mengatakan itu kepada mereka. ia menyadari jika mereka semua salah paham terhadapnya.

__ADS_1


"Em ... apa aku bisa mempercayaimu? kau terlihat mencurigakan? sebenarnya siapa kau?"


Yumna memperhatikan albara, ia menatap albara dengan tatapan yang sangat mengerikan. ia merasa jika albara berbohong kepadanya.


Wussh ...


Duar ...


Tiba-tiba, sebuah ledakan terdengar tidak jauh dari tempat itu. sebuah pertempuran terjadi di dekat tempat itu.


"Ha? suara apa itu?"


Yumna penasaran, ia tampak keheranan mendengar suara ledakan itu.


"Ini? bukankah suara ledakan? Aku harus mencari tau!"


Albara berlari dan penasaran dengan suara ledakan itu. ia berlari ke tempat yang lebih tinggi untuk mencari tau tempat dimana terdengar suara itu.


"Hoi! jangan kabur! kau jangan kabur! dasar!"


Yumna berusaha untuk menghentikan albara, ia mengejar albara dan berusaha untuk menghalanginya pergi.


"Nona, maafkan aku, sebaiknya kita mencari tempat yang aman terlebih dahulu. ini demi keselamatan anda!"


"Tapi ... baiklah!"


Yumna dan pasukanya, mereka semua kemudian berlindung setelah mendengar ledakan itu. tampak pada jarak 100 meter dari mereka berada terjadi sebuah pertempuran yang sengit.


Puluhan bahkan ratusan pasukan dari kedua belah pihak terlibat pertempuran. mereka semua bertempur pada sore hari itu. tampak pertempuran hampir selesai, pasukan dari kedua belah pihak mundur dari medan perang.


Tap Tap Tap ...


Setidaknya, 121 tentara terlibat dalam perang itu. sepertinya pasukan yang menyerang berasal dari negara skar.


"Kalian! apa kalian yang memulai serangan ke kota utahara timur? kenapa tiba-tiba terjadi sebuah pertempuran?"


Albara tiba-tiba datang untuk menemui yumna. ia tampak keheranan setelah melihat pertempuran itu.


"Aku juga bertanya kepadamu! apa kau juga terlibat dalam kejadian ini? Hmph! mana mungkin aku berniat menyerang kota utahara!"


Yumna tampak sedikit kesal mendengar perkataan albara. ia dengan kesal membantah tuduhan itu.


"Jadi? maksudmu, kalian benar-benar tidak berniat untuk menyerang kota ini, kan? lalu ... mereka darimana?"


Albara bertanya-tanya kepada yumna, ia tampak penasaran setelah melihat dengan kejadian itu dengan kedua matanya.


"Tuan ... pasukan negara skar datang! mereka menyerang kota ini!"


Tiba-tiba, alisya berada di belakang mereka sambil mengamati pasukan itu dengan teropong milik mereka. ia datang secara tiba-tiba.


"Heh? ka-kau? se-sejak kapan kau bisa berada di belakangku? se-sebenarnya kau ..."

__ADS_1


Yumna kaget menyadari jika alisya datang secara tiba-tiba ke tempat itu. ia dengan kaget memperhatikan alisya yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Um ... sejak kalian bersembunyi di tempat ini. aku mengikuti kalian, he-he."


Alisya dengan senyuman hangat memperhatikan mereka. ia tampak bersemangat setelah melihat kejadian itu.


"Ngomong-ngomong asisten ... darimana kau tau jika pasukan yang menyerang kota utahara timur berasal dari negara skar?"


Albara penasaran, ia terlihat penasaran menanyakan itu kepada alisya. tampak alisya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Um ... kenapa ya? karena mereka baru saja datang ke tempat ini dan mengancamku agar menyerah."


"Apa katamu?!"


Alisya kemudian mendekati albara, ia berlindung menyadari jika mereka dalam bahaya.


Tap ... Tap ... Tap ...


"Asistenmu berkata benar, dia mengetahui jika kami akan datang dan berusaha memberitau kalian. tapi dia terlambat!"


Tiba-tiba, puluhan pasukan datang menemui mereka. terlihat mereka berasal dari negara skar sambil membawa senjata lengkap.


Jenderal Fe tiba-tiba datang untuk menemui albara. ia tampak senang melihat kehadiran albara di tempat itu.


"Ka-kau? bu-bukankah kau jenderal Fe? ke-kenapa kau berada di tempat ini?"


Albara bertanya-tanya kepada jenderal Fe. ia tampak tidak percaya jika mereka berhasil menemukan albara.


"Ternyata kau lebih pintar dari yang aku kira. berarti aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi. aku datang ke tempat ini, untuk menguasai kota utahara timur, bukan untuk mencarimu."


Jenderal Fe berniat untuk menyerang kota utahara timur dengan pasukanya. ia sepertinya mengajak albara agar bersekutu denganya.


"Maksudmu? kau datang bukan untuk mencariku, melainkan untuk menyerang kota ini? kenapa?"


Albara waspada, ia memperhatikan setiap pergerakan pasukan jenderal fe dengan detail.


"kenapa? Hahaha ... tidak perlu sewaspada itu. aku beri tau kau, kau akan dalam masalah jika pergi ke kota itu. jika kau membutuhkan bantuan, aku akan datang dan membantumu, sampai jumpa, albara."


Jenderal fe pergi dari tempat itu, ia dengan senang memerintahkan pasukanya untuk pergi ke markas.


"Pasukan, kembali ke markas!"


"Baik jenderal!"


Tap ... Tap ...


Mereka berjalan pergi dari tempat itu. tampak jenderal fe tersenyum setelah mengatakan itu.


Terlihat, albara dan alisya sedikit curiga setelah mendengar perkataan jenderal fe. mereka belum sepenuhnya bisa mempercayai perkataannya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2