Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 53 - Sang pengendali dunia ke-2


__ADS_3

Ch. 53 - Sang pengendali dunia ke-2


Mengetahui jika wilayah selatan kota utahara diserang membuat jenderal fe sangat marah. ia bersama dengan para petinggi militer pergi ke ibu kota negara atlan untuk membahas masalah tersebut.


"Putri leona! apa maksud dari semua ini? kau tau, kan kami tidak ingin pertempuran terjadi antara negara kita! kenapa kau melakukan ini?"


Jenderal fe membentak, ia berdiri di hadapan para petinggi militer negara atlan dan putri leona dengan marah.


"Em ... amarahmu sudah membuat dirimu sampai ceroboh. tenangkan dirimu, kau sedang berbicara di ibu kota negara atlan."


Putri leona dengan tenang menjawab perkataan jenderal fe. ia duduk dengan tenang tanpa terbawa emosi setelah mendengar itu.


"Itu benar! putri leona, senang bisa bertemu denganmu, lagi."


Tiba-tiba, lia berada di ruangan itu. ia dengan senang memperhatikan putri leona sambil tersenyum ke arahnya. ia menyadari keributan yang terjadi di ruangan itu, dengan senang ia menemui putri leona.


"Lichen ... sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu? duduklah kau adalah tamu di negaraku." ucap putri leona.


"Em ... seperti biasa kau memang baik, leona. aku senang dengan sambutan hangat darimu."


"Tentu saja ... ngomong-ngomong mengenai kedatanganmu, aku yakin kau datang dengan alasan, benarkan?"


Putri leona menyambut kedatangan lia dengan hangat. ia mempersilahkan lia untuk duduk dan menikmati pelayanan di istana itu.


"Tuan putri! ada apa ini? apa kau tidak ingin mendengarkan pendapatku? kenapa kau mengalihkan topik pembicaraan? jika ini maumu! maka kami tidak akan ragu berperang!"


Jenderal fe sangat marah, ia meminta agar putri leona mendengarkan pendapatnya dan tidak berbicara dengan lia.


Ia pergi dari ruangan itu bersama dengan para perwira dari negaranya. mereka dengan berat hati meninggalkan ruangan itu dengan hasil yang sia-sia.


Putri leona menghela nafas, ia dengan khawatir berkata, "Semuanya ... bisa tinggalkan kami, aku ingin bicara berduaan denganya. semuanya, jangan biarkan seseorang mengganguku!"


"Baik tuan putri ..."


Para petinggi beserta perwira militer pergi meninggalkan ruangan itu, mereka semua diperintahkan agar tidak menggangu pembicaraan putri leona dan meminta agar mereka tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam ruanan itu.

__ADS_1


Krek ...


Beberapa orang menjaga di depan pintu ruangan itu, mereka bersenjata lengkap dan bertugas untuk tidak membiarkan orang masuk ke dalam ruangan itu.


"Huh ... lichen, maafkan atas kejadian tadi. sebenarnya, aku sedang mengalami semua masalah, entah berapa masalah lagi yang akan datang?"


Putri leona menghela nafas, ia merasa khawatir memikirkan masalah yang selalu ia tanggung sendiri.


Lia menjawab, "Tidak masalah, kau bekerja dengan sangat keras. langsung saja pada intinya, aku ingin agar kau menghadiri pertemuan 7 pengendali dunia."


"7 Pengendali dunia? apa 1 pengendali terakhir sudah ditemukan? aku yakin seorang gadis di negaraku memiliki darah keturunan sang pengendali ..."


"Seorang gadis dari negara ini, aku rasa kau benar ... aku sudah pernah menemuinya, dia sangatlah berbeda dari yang kau pernah kira sebelumnya ..."


Lichen tersenyum, ia terlihat sudah mengetahui siapa orang yang akan menjadi pengendali ke-7.


"Ha? siapa orang itu?"


Krek ...


"Salam nona-nona, apa kalian merindukanku? he-he ..."


Rena memperhatikan lia, ia tersenyum sambil berkata, "Lichen, adikku tersayang, bagaimana kabarmu?"


Mereka berdua terlihat tidak asing bagi mereka berdua, tanpa ragu ia datang dan menyapa mereka berdua, ia kemudian mendatangi mereka.


"Hm ... seorang pengendali ke-2 dan ke-5 datang menemuiku? sungguh hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, putri Yuna ..."


Yuna, ia adalah seorang gadis berusia 15 tahun yang berasal dari wilayah timur kota utahara. ia adalah seorang pengendali ke-2 yang dikenal sebagai pengendali terhebat sepanjang sejarah dengan peringkat 2 di dunia.


Lia adalah pengendali dunia ke-3 dengan tingkat kekuatan berada di posisi ke tiga pengendali dunia. dia adalah salah satu pengendali terhebat di dunia.


Putri leona, dia adalah pengendali ke-4 dengan tingkat kekuatan berada di posisi ke empat. dia selain menjadi seorang pengendali juga memiliki tugas untuk memimpin sebuah negara terbesar di belahan bumi bagian utara.


Rena, dia adalah pengendali ke-5 dengan tingkat kekuatan berada di posisi ke 5. walau dia terlihat sangat jahat di mata semua orang, mereka tidak pernah menyangka dia sebenarnya memiliki niat yang baik.

__ADS_1


4 Pengendali sudah muncul di ruangan itu, 2 pengendali lainnya belum kelihatan, 1 pengendali lainnya belum ditemukan, entah kapan ke 7 pengendali bisa berkumpul di satu ruangan.


"Setelah membuat keributan di wilayahku, beraninya kau muncul dihadapanku, kakak! sebenarnya aku benci untuk melihatmu, sebaiknya jangan memanggilku dengan adik, itu tidak pantas untukmu!"


Lia terlihat sangat kesal kepada rena, ia sepertinya bertengkar dengan rena setelah kejadian yang pernah mereka alami sebelumnya. ia tidak pernah bisa melupakan kejadian itu.


"Hm ... jadi adikku sekarang sudah membenciku? hem, padahal aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang pengendali untuk menemukan pengendali ke-7 ... kau memang kejam seperti biasanya, adik."


Rena mendekat ke arah lia, ia memegang dagu lia dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang seorang kakak untuknya. tanpa ragu ia melakukan itu tanpa memikirkan perasaan lia.


"Hm ... setelah membuat keributan di wilayah istana pemanahku sekarang kau berani membuat keributan lain, kakak!"


Wajahnya memerah, ia terlihat sangat imut saat sedang gugup memperhatikan wajah rena.


"Adik, adik, adikku yang sangat aku sayangi, kau salah paman mengenai keributan itu ... seseorang memintaku untuk melakukanya."


Ia semakin mendekat dan menatap mata lia dengan penuh kasih sayang seperti seorang kakak. ia terlihat tidak berbohong saat mengatakan itu. tidak ada tanda kebohongan di matanya.


"Oh, jadi sekarang kakak ku pandai menipuku, kan? heh ... walaupun entah kenapa aku merasa kau tidak berbohong, tetapi aku sudah melihat semuanya sendiri ... kau sudah berani melukai temanku! lepaskan!"


Lia memegang tangan rena dan meminta agar rena tidak memegang dagunya. ia kemudian berdiri dan bersiap untuk menghajar rena dengan pedang yang ia bawa.


"Uhuk ... uhuk ... ke-kenapa rasanya sangat aneh! sebenarnya kau melakukan apa tadi? kenapa energiku rasanya seperti dikuras habis olehmu? uhuk ... kakak, a-apa yang kau sudah lakukan kepadaku?"


Wajahnya terlihat pucat, sebagian energi yang ia miliki dikuras habis oleh seseorang dengan cepat. ia curiga rena adalah penyebab kejadian itu.


"Bukan aku ... untuk apa aku menyakiti adikku yang imut ini. tapi, sekarang aku lebih kuat darimu! he-he ... aku bisa melakukan apa saja sekarang!"


Rena merasa dirinya tidak bersalah atas kejadian itu. ia juga yakin bukan dirinyalah yang menjadi penyebab lia kehabisan energi.


"Hmph ... dalam mimpimu! walaupun aku kehilangan sebagian energiku, aku akan memberimu pelajaran dengan sisa energi yang aku miliki! bersiaplah untuk dihajar oleh dikmu ini!"


"Heh ... coba saja, kalau bisa, berikan aku kasih sayang sebisamu, adikku!"


Keadaan di dalam ruangan itu memanas setelah pertemuan itu. lia akan bersiap untuk bertarung sebisa mungkin dengan sisa energi yang ia miliki saat ini.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2