
Ch 28 - Apa kau mau bergabung dalam Aliansi?
Kemudian, kembali ke awal. albara dan alisya memikirkan sesuatu di dalam pikiranya. mereka terlihat sedang memikirkan perkataan rein.
Kemudian, tidak lama setelah itu, rein berkata,"Jadi, aku sudah menceritakan apa yang sudah terjadi ... apa kalian puas? a-aku hanya mengetahui ini dari kakak."
Kemudian, albara menjawab,"Em ... sepertinya aku akan terlibat dalam masalah ini, benarkan asisten?"
"Em! benar ..."
Kemudian, rein berkata,"Jadi ... apa yang akan kalian lakukan setelah ini?"
Dengan senang, albara dan alisya berkata,"Hehe ... kami akan membantumu!"
Rein sangat kaget, ia tidak menyangka mereka akan mengatakan itu. dengan merasa sangat senang, rein berkata,"Ka-kalian ... ke-kenapa kalian mau membantuku? a-aku ... a-apa kalian percaya kepadaku?"
Kemudian, albara menjawab,"Tenanglah ... jangan bersikap seperti itu. kita sekarang adalah teman, aku juga ingin memberi mereka pelajaran! kau jangan khawatir, kita akan menyelamatkan kakakmu!"
Rein kemudian menjawab,"Ka-kalian ... ba-bagaimana caraku membalas kebaikan kalian? i-ini pertama kalinya seseorang mau membantuku. terimakasih."
"Sudahlah, besok kita akan berangkat! sekarang kita harus bersiap untuk perjalanan ini."
"Em! baik!"
Kemudian, malam berlaru dengan sangat cepat. hari itu adalah pertama kalinya rein mendapatkan bantuan seorang teman.
Kemudian ... pada keesokan harinya.
Matahari mulai terbit, bunga-bunga bermekaran, dedaunan beterbangan di tempat itu. kini, mereka bersiap untuk berangkat ke utahara.
Albata berkata, "Sekarang adalah saatnya untuk berangkat! semuanya, ayo bersiap untuk berangkat!"
Alisya kemudian menjawab,"Em! sepertinya kau sangat bersemangat hari ini."
"Tentu saja ... ini adalah pertama kalinya aku akan pergi ke utahara. baik, semuanya, bawa barang kalian, dan ayo kita pergi!"
Kemudian, gadis itu berkata,"Ha? kenapa aku harus ikut bersama kalian?"
Rein kemudian menjawab,"Tentu saja ... aku akan mengawasimu! kau akan ikut bersama kami!"
"Ha? apa?"
"Diam ... "
Kemudian mereka keluar dari hotel itu, di saat yang sama, mereka membuka pintu hotel itu. dan melihat puluhan tentara sedang menunggu mereka.
Jenderal se berada di luar hotel itu, ia kemudian menyapa albara,"Hallo cucuku ... bagaimana kabarmu?"
Kemudian, albara dengan senang ia mengatakan,"Senang bertemu denganmu kakek ... aku merasa kagum dengan kemampuanmu ... kau bisa menemukan keberadaanku. bagaimana caramu melakukanya?"
"Hahah ... aku bisa menemukanmu berkat salah satu intelijen pasukan ku. benarkan Felisya?"
__ADS_1
Semua orang kaget mendengar itu, termasuk albara, ia kaget mendengar nama itu.
"Felisya? apakah dia ..."
Kemudian, gadis itu mengatakan,"Benar ... aku adalah seorang intelijen dari militer untuk mengawasimu. aku yang sudah menyerangmu di kapal. aku menerima misi itu dari jenderal se."
"Ha? jadi kau orangnya! aku tidak menyangka kau memata-matai rencana kami."
Kemudian Felisya merasa sangat senang, ia kemudian berkata, "Benar ... aku hanya berpura-pura kalah bertarung melawan rein! aku melakukan itu demi mendapatkan sebuah informasi dari kalian."
Kemudian, jenderal se merasa senang, ia kemudian berkata," Cucuku ... aku datang ke tempat ini bukan untuk membawamu pulang."
"Ha? apa maksud kakek?"
"Maksudku adalah ... aku ingin kau bergabung dalam militer."
Albara merasa kaget mendengar itu, ia kemudian menjawab," Militer? apa kau yakin?"
"Aku sangat yakin ... kau bisa menjadi seorang perwira muda. begini cucuku ... aku tau kau akan berperang melawan musuhmu lagi."
"Jadi kau mengetahuinya."
"Benar, untuk itu ... ayo kita buat kesepakatan."
"Kesepakatan?"
"Benar ... "
"Baik kakek, apa kesepakatanya?"
"Nak ... kau terlalu cepat menrimanya. apa kau yakin?"
"Tentu saja."
"Aku akan membantumu kali ini!"
"Haaa! Apaa? " Semua orang kaget mendengar itu, mereka semua tidak menyangka jenderal se akan mengatakan itu.
Kemudian, albara berkata,"Kakek ... apa kau yakin ingin terlibat dalam masalah ini?"
"Tentu saja aku yakin. tapi ada syaratnya ..."
"Ha? syarat apa?"
Jenderal se kemudian menjawab, "Aku akan membantu kalian. syaratnya adalah, kami ingin membuat pangkalan militer di utahara. kita sama-sama akan untung. kau aman dari serangan, dan kami akan memiliki banyak aliansi? bagaimana menurutmu putri Rein?"
Rein merasa sedikit gugup. tetapi, ia kemudian menjawab,"Aku menerimanya. tapi, anda harus menepati perkataan itu."
"Hahaha ... tenang saja putri. aku berjanji. sebagian pasukanku akan membantu kalian setelah rencana kalian berhasil, aku tau apa yang akan kalian rencanakan. baik, tenang saja ... aku akan datang tepat waktu saat kalian membutuhkan bantuan." Ia kemudian berjalan mendekati mobil itu. tidak lama kemudian, ia memperhatikan mereka.
Ia kemudian tersenyum sambil berkata, "Albara ... jangan kecewakan aku. ini kesempatanmu untuk membuktikan jika kau bisa menjadi pahlawan."
__ADS_1
Albara kemudian menjawab, "Kakek tenang saja ... serahkan saja padaku. aku juga bergantung kepadamu!"
"Hehe ... semoga rencana kalian berhasil. sampai jumpa lagi semuanya."
Brak ...
Ia kemudian masuk ke dalam mobil, mereka pergi meninggalkan tempat itu dengan puluhan mobil militer mengikuti mereka.
Brum ...
Setelah mereka pergi meninggalkan tempat itu. albara kemudian berjalan menuju mobilnya, ia terlihat sangat bersemangat melanjutkan petualanganya.
Brum ...
"Kalian! ayo cepat! kita akan terlambat!"
Kemudian, alisya menjawab,"Baik, ternyata tuan penjelajah terlihat sanga bersemangat."
"Itu benar ... aku sudah lama tidak seperti ini sebelumnya. aku harus membuat kakek percaya dengan kemampuanku! ayo ... kita akan berangkat sekarang!"
"Em! Ayo!" ucap rein dan alisya.
Brak ...
Tanpa disadari, di belakang, terlihat Felisya berada di dalam mobil itu. mereka tidak menyadari jika Felisya berada di dalam mobil itu.
"Hm ... sepertinya mereka tidak menyadariku. maafkan aku penjelajah, aku menerima misi baru dari jenderal, misi itu adalah ... mengujimu!"
Brum ... mobil itu melaju dengan kecepatan penuh. terlihat, banyak desa yang mereka lewati. mereka juga melewati kota Wise.
Perjalanan mereka memakan waktu beberapa jam. wilayah utahara sangat jauh dari kota wise. mereka melewati pegunungan, dan juga sungai.
Brum ...
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan. akhirnya mereka sampai di perbatasan utahara, perbatasan itu dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari beton setinggi 20 meter. terlihat, tempat itu seperti medan perang, terdapat banyak puing-puing bangunan, serta tempat itu tidak terdapat satupun orang yang berkeliaran.
Ckit ...
"Rein ... kita sudah sampai. apa benar ini adalah utahara? kenapa di sini seperti baru saja ada pertempuran?"
Rein merasa kaget, ia merasa sangat ketakutan melihat itu. ia kemudian berkata,"I-ini memang benar utahara. tetapi, dulu, tempat ini tidak seperti saat ini. Gawat ... kakak dalam bahaya!"
"Rein ... aku merasa jika mereka menyerang wilayah ini. ini sangat berbahaya."
"Tapi ... kita harus bisa menyelammatkan kakak!"
"Untuk itu ... kita akan menerobos semua rintangan yang ada! Ayo kita selamatkan kakakmu!"
"Ayo!" ucap alisya dan rein.
Brum ... mobil itu melaju dengan sangat cepat. Sekarang, mereka akan menghadapi masalah besar.
__ADS_1
Bersambung ...