Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch 6 - Hari ke 1 sampai ke 6 berlayar


__ADS_3

Ch 6 - Hari ke 1 sampai ke 6 berlayar


Tiba-tiba.


Duar ...


Terjadi ledakan besar di dalam kapal itu.


"hah? ledakan apa itu?" tanya albara, sambil penasaran.


"Sepertinya ledakan itu berasal dari ruangan penyimpanan yang ada di kapal ini," ucap salah satu penjejalah.


"Eh tunggu, dimana gadis itu?" tanya albara, sambil penasaran.


"Sepertinya dia memanfaatkan ledakan itu untuk kabur. kita telah gagal," ucap penjelajah lain.


"Ya, aku akan pergi dulu. sebaiknya kau urus pekerjaanmu saja. aku akan beristirahat di dalam kamarku. sampai jumpa," ucap albara, sambil berjalan menuju ke dalam kamarnya.


Tap ... tap ... tap ...


Ia berjalan menuju kamarnya. tetapi ...


Krek ...


Tap ... tap ... tap ...


Rekan albara, atau gadis yang menjadi rekan albara, berlari menghampiri albara. dengan ketakutan, ia kemudian memeluk albara.


"Su-suara apa itu?" tanya gadis itu, sambil merasa ketakutan.


"Tenang saja, aku sudah mengurus masalah yang menghalangi tujuan kita. sebaiknya kau tidak perlu takut lagi," ucap albara, sambil merasa senang.


"Be-benarkah?" tanya gadis itu, sambil merasa penasaran.


"benar," ucap albara, dengan perasaan senang.


"Oh ya, aku belum mengetahui namamu. sebenarnya, siapa namamu?" tanya albara, sambil penasaran.


"hah? namaku?" ucap gadis itu, sambil merasa senang.


"Namaku adalah Alisya. aku ikut dalam misi ini, untuk menyelamatkan keluargaku," ucap alisya, sambil merasa senang.


"Alisya, baiklah. alisya, selamat bergabung dalam misi ini," ucap albara, sambil meminta alisya berjabat tangan.


"em! terimakasih," ucap alisya, sambil merasa senang.

__ADS_1


"Dan kau, siapa namamu?"tanya alisya, sambil penasaran.


"Namaku ... namaku albara. aku adalah penjelajah terkenal yang menyelesaikan misteri istana kerajaan Acis yang hilang," ucap albara, sambil merasa bangga.


"Hehe, jadi penjelajah terkanal akan melakukan petualangan lagi dengan seorang gadis?" tanya alisya, sambil merasa senang.


"Benar, perjalanan kita akan aku selalu ingat selamanya. dan juga, ini adalah pertama kalinya aku mempunya teman dalam petualangan seperti ini," ucap albara, sambil merasa senang.


"Aku juga senang bisa bersamamu," ucap alisya, sambil merasa senang.


"baiklah, aku akan kambali melihat peta yang akan menjadi tujuan pertama petualangan ini. sebaiknya kita merencanakan akan pergi ke tempat yang akan menjadi awal petualangan kita," ucap albara, sambil berjalan menuju kamarnya.


"bail, tunggu aku," ucap alisya, sambil berlari mengejar albara.


Setelah sampai di dalam kamar, albara melihat kembali peta daratan Antcis. ia melihat pelabuhan di peta itu. ia berencana berlayar dan turun di pelabuhan itu setelah kapal itu berlabuh di pelabuhan itu.


"bagaimana menurutmu alisya, kita akan mulai petualangan ini dari pelabuhan itu. setelah itu, kita menjelajah menggunakan mobil pergi menuju gurun dan menemukan danau," ucap albara, sambil merasa bersemangat dalam petualangan itu.


"baiklah, kita akan berpetualang sesuai kinginanmu. sebenarnya aku bukan seorang penjelajah hebat seperti dirimu," ucap alisya, sambil merasa gugup.


"Tidak masalah, kita dalam waktu beberapa hari lagi akan sampai di daratan antcis. sebelum itu, kita persiapkan barang yang harus kita bawa," ucap albara.


"baiklah," ucap alisya.


Hari sudah menjadi semakin sore. mereka bersiap untuk makan malam bersama di dalam kapal itu.


mereka membahas sampai larut malam. Perjalanan berlayar mengarungi lautan mereka dimulai. hari ke-1 berlayar mengarungi lautan berlangsung sangat baik, begitupun hari ke-2. setiap hari, mereka semakin dekat. albara mendapatkan pengalaman bersama dengan alisya dalam perjalanan itu.


Hari he-3 berlayar mengarungi lautan mereka lewati bersama. setiap jam mereka menghabiskan waktu bersama. tiba hari ke-4 sampai ke-5 mereka lewati dengan baik.


Hari ke-6 mereka lewati dan itu adalah hari dimana mereka melakukan awal penjelajahan itu. Kapal itu, berlabuh di pelabuhan daratan Antcis.


Tetapi, hanya albara dan alisya yang turun dari kapal. penjelajah lain tidak turun bersama mereka, mereka takut untuk berpetualang bersama albara.


"akhirnya setelah 6 hari berlayar, kita sampai di daratan antcis. suasananya seperti dulu. aku tidak sabar untuk menyelesaikan misteri ini!" ucao albara, sambil merasa senang.


"apa kau pernah ke tempat ini sebelumnya?" tanya alisya, sambil penasaran.


"hah? tentu saja, aku pernah memecahkn misteri tentang istana Acis di dekat pelabuhan ini. sekarang, aku akan memecahkan misteri kota acis yang hilang," ucap albara, sambil merasa senang.


"hebat," ucap alisya.


"tetapi ... aku pikir mereka akan ikut berpetualang bersama kita. kenapa mereka tidak ikut bersama kita?" tanya alisya, sambil penasaran.


"mereka takut untuk menjelajah di daratan ini. apa kau tidak menyadari ada peringatan yang tertulis di pelabuhan ini," ucap albara, sambil merasa senang.

__ADS_1


"Peringatan? maksudmu larangan untuk tidak melakukan petualangan di daratan ini?" tanya alisya, sambil penasaran.


"benar, hanya penjelajah terbaik yang dibolehkan menjelajah di daratan ini. tetapi jika penjelajah pemula yang nekat melakukan petualangan ini. mereka tidak akan bisa," ucap albara.


"ha? apa maksudmu? kenapa mereka tidak bisa menjelajah?" tanya alisya, sambil penasaran.


"Karena di pelabuhan ini. banyak ada tentara yang berjaga. mereka akan menanyakan tentang kemampuan menjelajah kita. setelah itu, mereka akan membiarkan atau mencegah kita untuk menjelajah," ucap albara, sambil merasa sedikit gugup.


"Be-benarkah? bagaimana ini. aku bukan pejelajah terbaik seperti keluargaku. aku hanya pemua yang baru belajar," ucap alisya, sambil merasa gugup.


"Tidak masalah, aku akan mengatasi itu. lagipula, aku memiliki izin mengajak teman penjelajah lain, walaupun penelajah yang aku ajak pemula seperti dirimu. tenang saja, aku mempunyai kenalan di pelabuhan ini," ucap albara, sambil merasa senang.


"Be-benarkah? syukurlah jika kau bisa melakukan itu untukku," ucap alisya, sambik merasa senang.


"baiklah, sekarang kita harus menemukan kendaraan yang akan membawa kita menjelajahi gurun," ucap albara, sambil merasa senang.


"gurun? apa maksudmu gurun salju?" tanya alisya, sambik penasaran.


"benar, tetapi ada banyak gurun di tempat ini. bukan hanya gurun salju, tetapi juga ada gurun pasir di daratan ini. tidak aneh mereka menyebut daratan ini dengan daratan Antcis yang penuh dengan misteri," ucap albara, sambil merasa senang.


"Be-benarkah? kalau begitu, ayo kita pergi," ucap alisya, sambil merasa senang.


Tap ... tap ... tap ...


Mereka berjalan berkeliling pelabuhan itu. kapal yang tadi mereka tumpangi, kembali berlayar ke negara lain.


tetapi, saat albara dan alisya berkeliling. secara mengejutkan, mereka dikepung oleh tentara yang sedang patroli di pelabuhan itu.


"kalian, ada urusan apa kalian di tempat ini?" tanya salah satu tentara.


"Apa kalian penjelajah?" tanya salah satu tentara.


"Cepat tunjukan tanda pengenalmu!" ucap salah satu tentara.


"Bagaimana ini," ucap alisya, sambil merasa gugup.


"Tenang saja, mereka semua adalah temanku," ucap albara, sambil merasa senang.


Tiba-tiba.


Tap ... tap ... tap ...


Seorang atasan dari tentara itu mendekat dan menghampiri albara.


ia berkata,"Temanku albara. aku sudah lama menunggumu," ucap atasan tentara itu.

__ADS_1


"Benar, senang bisa melihatmu teman lamaku," ucap albara, sambil merasa senang.


...(Bersambung ... )...


__ADS_2