
Ch. 58 - Awal berpetualang ke kota utahara timur
Pada keesokan harinya, tampak matahari mulai terbit dari arah timur. albara, alisya, yumna, dan puluhan tentara terlihat sedang memperhatikan kota itu dari atas bukit. mereka berkemah di tempat itu kemarin.
"Hmph ... sejujurnya, aku bisa dengan mudah mengalahkanmu sekarang! tapi, melihat kau sangat berguna bagi kami, maka akan membiarkanmu bergabung dalam pasukan ini."
Yumna tampak sedikit kesal kepada albara, akan tetapi ia sedikit mengagumi albara karena keberanianya.
"Sekarang bukan saatnya membahas itu, ada misi yang harus diselesaikan terlebih dahulu. asisten, saatnya kita bergerak!"
Albara mengajak alisya untuk pergi ke kota itu. tampak ia sangat bersemangat akan hal itu. ia mengamati kota itu dengan teropong miliknya.
"Baik tuan!"
Alisya dengan senang menerima ajakan itu, ia mengikuti albara dengan perasaan senang.
"Eh? kalian akan pergi secepat ini? hemph ..."
Yumna tampak kecewa mendengar itu, ia tidak mengira jika albara akan pergi secepat itu.
"Benar ... aku harus menyelesaikan misiku. apa kau ingin bergabung dalam tim penjelajah kami?"
Albara tampak sedang mengajak yumna untuk bergabung dalam tim penjelajahnya. ia dengan senang mengulurkan tanganya.
"Bo-bolehkah? "
Yumna tampak penasaran, padahal ia sangat ingin bersama mereka berdua berpetualang. ia dengan senang tersenyum ke arah albara.
Duar ...
Tiba-tiba, tanpa peringatan, terdengar sebuah suara ledakan di tempat itu. tampak yuna muncul secara tiba-tiba di tempat itu.
"Hahahaha ... kaukah penjelajah yang dimaksud oleh syah se? em ... terlihat sangat menarik."
Dengan senang, yuna memperhatikan mereka. ia tersenyum ke arah albara sambil mematap dengan sikap dingin.
"Siapa kau? apakah kau seorang pengendali? kenapa kau tau jika kami seorang penjelajah?"
Albara bertanya-tanya tentangnya, tampak ia sedikit berhati-hati pada saat berhadapan dengan yuna. ia waspada terhadapnya.
"Heh? ternyata kau tau tentang pengendali. aku adalah pengendali ke-2, namaku adalah yuna. dan kau pasti albara, kan?"
Yuna mendekat ke arah albara, tampak ia tersenyum sambil memegang dagu albara dengan perasaan senang.
"I-ini? ini terlalu dekat, um ..."
Albara tampak khawatir menyadari jika yuna terlalu dekat denganya. tampak ia sedikit tergangu.
__ADS_1
"Jangan melakukan itu kepada tuan! kalau tidak, aku tidak akan mengampunimu!"
Alisya tampak kesal dengan yuna, ia dengan berani mendesak yuna agar melepaskan albara.
"Di-dia? ga-gadis ini? heh ... cukup menarik."
Yuna tampak sedikit keheranan dengan alisya. tampak ia menyadari sedikit sesuatu mengenai alisya.
"Aku bilang! lepaskan dia! atau aku tidak akan ragu menyerangmu!"
Alisya kembali memperingatkan yuna agar melepaskan albara. ia tampak kesal pada saat melakukan itu.
"Dasar ... padahal aku ingin mengetahui lebih banyak tentangmu, tapi apa boleh buat ... aku datang ke tempat ini, untuk memberitau kalian sesuatu."
Yuna berjalan menjauh dari mereka, tampak ia mempunyai sebuah sesuatu yang menarik bagi mereka.
"Apa maksudmu? apa yang sedang kau bicarakan? apa kau tau sesuatu ..."
Albara tampak penasaran, ia curiga jika yuna menyembunyikan sesuatu dari mereka. tampak ia penasaran setelah mendengar itu.
"Libe ... kalian sedang mencari libe, kan? albara, aku mengetahui semuanya."
Yuna dengan senang mengatakan itu, ia tersenyum ke arah mereka berharap albara segera masuk ke dalam perangkapnya.
"Darimana kau mengetahui itu? cepat beritau aku dimana libe disimpan!"
"Jika kau menginginkan batu itu, maka datanglah ke istanaku. aku akan ... menunjukan sesuatu yang menarik bagi kalian, penjelajah."
Wussh ...
Yuna tersenyum ke arah mereka, tampak angin semakin bertiup sangat kencang. pasir beterbangan, yuna tiba-tiba menghilang dari tempat itu.
"Hoi! jangan pergi secepat itu! kita belum selesai bicara! tapi, dia tadi mengatakan jika libe berada di dalam istananya. apakah ini jebakan?"
Albara tampak penasaran, ia curiga sebab bisa saja itu adalah sebuah perangkap. ia dengan hati-hati memikirkan tentang itu.
"Tuan ... haruskah kita segera pergi ke dalam istana itu? yumna dan yang lainnya, mereka sudah pergi duluan ke istana itu."
"Apa?"
Alisya tampak khawatir melihat yumna dan pasukanya pergi lebih awal. tampak mereka berlari ke istana itu.
"He-he ... jadi libe disimpan di istana itu! aku akan mengambilnya! sekarang, mereka tidak akan mungkin mengejarku!"
Yumna berlari bersama dengan pasukanya, tampak mereka berlari cukup jauh. ternyata, mereka juga menginginkan libe.
Wussh ...
__ADS_1
Tiba-tiba, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melesat melewati mereka. tampak albara bersama dengan alisya berhasil mengejar mereka dengan mobil itu.
"Hahah ... usaha yang bagus! tapi kau tidak akan bisa mengejar kami, yumna."
Albara dengan senang mengatakan itu, ia tampak bersemangat pergi ke istana itu dengan didampingi oleh asistenya.
"Hmph ... itu curang! hmph ... pasukan, cepat siapkan mobil! kita akan mengejar mereka!"
Yumna kesal kepada albara, tampak ia meminta agar pasukanya menyiapkan sebuah mobil untuk mengejar albara da alisya.
Wussh ...
Jarak kota semakin dekat, mereka dengan senang berkendara di tempat yang sangat luas itu. tampak mereka sangat bersemangat.
"Hehehe ... tadi kau bilang aku tidak akan bisa mengejarmu? tapi sekarang aku berhasil mengejarmu, kakak albara."
Yumna bersama dengan pasukanya tiba-tiba berada di samping mobil yang dikendarai oleh albara. tampak beberapa mobil mengikuti mereka.
"Hehe ... benarkah begitu? kita lihat saja sekarang! aku yang akan sampai terlebih dahulu di istana itu!"
Albara dengan semangat meningkatkan kecepatan mobil itu. tanpa ia sadari, mereka berkendara dengan sangat cepat.
Di depan, terdapat sebuah jurang yang menghalangi mereka. tampak beberapa menara terlihat di tempat itu dan barikade penghalang terlihat di depan mereka.
"Tuan! awas! di depan ada sungai! kita harus berhenti!"
Alisya tampak khawatir menyadari jika di depan mereka terdapat sebuah jurang. ia meminta agar albara segera menghentikan mobil itu.
"Asisten! sudah terlambat! berpegangan! kita akan kembali terbang!"
Wussh ...
Dengan terpaksa, albara dengan nekat menerobos tanpa berfikir apa resiko dari perbuatanya itu. tampak, mobil mereka terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Huaaaa! asisten! sebenarnya aku tidak pernah berfikir akan melakukan ini lebih dari sekali. tapi, ini sudah sangat terlambat! kita terbang!"
"Tuan ... semoga saja kita berhasil sampai di seberang!"
Mereka berdua berteriak, tampak mereka sangat kaget dengan kejadian itu, berharap mereka bisa selamat.
Brug ...
Beruntung, mobil itu berhasil sampai di seberang jurang itu. mereka berdua bisa bernafas lega setelah kejadian itu, albara tidak pernah menyangka jika ide itu akan berhasil.
Ckitt ...
"Dasar mereka berdua, aku tidak akan pernah menyangka jika kalian akan begitu nekat hanya demi bisa sampai terlebih dahulu. tapi, bukankah ada jembatan di sana?"
__ADS_1
Yumna dan pasukanya menghentikan mobil itu. ia melihat kejadian itu dengan teropong yang ia bawa. tampak, ia keheranan melihat albara yang begitu nekat melakukan itu. ia menyadari jika ada sebuah jembatan tidak jauh dari ia berada saat ini.