
Ch. 23 - Mencari hotel di wilayah Wise
Pertarungan semakin sengit, mereka bertarung sampai puluhan menit lamanya. para pengunjung di kedai itu, merasa bosan melihat pertarungan itu. Mereka bosan menunggu siapa yang akan memenangkan pertarungan.
"Huh ... membosankan. teman, ayo kita pergi saja," ucap seorang pengunjung, yang merasa bosan.
"Itu ide yang bagus teman. aku bosan menunggu pemenang dari pertarungan ini," ucap seorang pengunjung di kedai itu.
Tap ...
tap ...
tap ...
Sedikit demi sedikit, pengunjung mulai pergi dari tempat itu. mereka pergi keluar karena bosan.
Tap ...
tap ...
tap ...
Hanya albara dan alisya berada di kedai itu. tetapi, mereka juga terlihat sangat bosan menunggu pemenang dari pertarungan itu.
"Huh ... kalian, jangan sudahlah. aku sudah bosan melihat pertarungan ini. sebaiknya kalian tidak perlu melanjutkan pertarungan ini!" ucap albara, dengan merasa sangat bosan melihat pertarungan itu.
"Benar, bukankah ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini," ucap alisya, dengan merasa sangat khawatir.
Pliang ...
Pling ... Suara pertarungan.
Dengan merasa sangat lelah karena bertarung cukup lama. rein berkata,"Tidak, aku akan menghajarnya sampai ia meminta maaf kepadamu. kalian berdua tidak perlu khawatir. melihat kedai ku tidak ada pengunjung karena gadis ini! aku tidak akan mengampuninya!" ucap rein, dengan merasa sangat kesal kepada gadis itu.
Push ...
"Aaa!" ucap rein, dengan merasa sangat bersemangat.
Pliang ...
"Uhuk ... ka-kau! menyerah saja!" ucap gadis itu, dengan merasa sangat kelelahan.
"Haha ... tidak akan, meskipun kita akan bertarung beberapa jam lamanya! aku tidak akan menyerah!" ucap rein, dengan merasa sangat kesal kepada gadis itu.
"Aku juga tidak akan menyerah! walaupun kita bertarung selama beberapa jam lamanya!" ucap gadis itu, dengan merasa sangat percaya diri.
"Heh? apa mereka serius?" tanya albara, dengan merasa sangat penasaran.
Pliang ...
__ADS_1
Mereka bertarung sangat lama, pertarungan mereka sangat sengit. mereka bertarung beberapa jam lamanya. pada akhirnya, mereka terjatuh bersama.
Brug ...
"Uhuk ... aku menyerah! kau pemenangnya," ucap gadis itu, dengan merasa sangat kelelahan, sambil berbaring di lantai.
"Uhuk ... aku tidak bisa bertarung lagi. huhuhu, " ucap rein, dengan merasa sangat kelelahan, sambil berbaring di lantai.
Albara sangat keheranan dengan itu, ia berkata,"Hoi! bukankah kalian tidak akan pernah menyerah walaupun bertarung selama beberapa jam lamanya!" ucap albara, dengan merasa sangat keheranan.
"Ha? kami tidak bisa lagi bertarung. kami menyerah," ucap rein, dengan merasa sangat kelelahan.
"Zzzzzz ... " mereka tidur karena sangat kelelahan setelah selesai bertarung.
"Apaa? mereka tidur? aduh ... ini sangat merepotkan," ucap albara, dengan merasa sangat khawatir.
"Tuan penjelajah, bagaimana ini?" tanya alisya, dengan merasa sangat khawatir.
"Kita tunggu saja mereka bangun. informasi dari rein sangat berguna untuk bisa menyelamatkan keluargamu," ucap albara, dengan merasa sedikit khawatir.
"Benar, tetapi kita tidak bisa membiarkan mereka tidur di tempat seperti ini. mereka bisa demam," ucap alisya, dengan merasa sangat khawatir.
"Benar, kita harus membawa mereka ke sebuah penginapan," ucap albara, dengan merasa ucapan alisya benar.
"Penginapan?" tanya alisya, dengan merasa sangat penasaran, dan juga sedikit khawatir.
"Benar, kita harus mencari tempat untuk menginap hari ini. sekarang sudah hampir sore, saatnya kita mencari tempat untuk menginap," ucap albara, dengan merasa perkataanya benar.
Kemudian, mereka pergi mencari tempat untuk menginap. mereka mencari ke semua tempat, dan pada akhirnya mereka menemukan sebuah hotel yang tidak jauh berada di kedai itu.
Ckitt ...
"Asisten, sepertinya ini adalah hotel satu-satunya yang ada di tempat ini, ayo kita masuk ke dalam," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.
"Baik," ucap alisya, dengan merasa sedikit gugup.
Tap ... tap ... tap ...
Krek ... mereka membuka pintu hotel itu.
"Permisi, apa kami bisa menginap di hotel ini sekarang?" tanya albara, dengan merasa sangat penasaran.
"Oh ... anak muda, kami sebenarnya memiliki satu kamar yang tersisa," ucap pemilik hotel itu, dengan merasa senang dengan kedatangan albara.
"Baiklah, cepat antar aku menuju kamar itu," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.
"Baik, aku akan menunjukanya," ucap pemilik hotel itu, dengan merasa sedikit senang.
Mereka pergi untuk melihat kamar yang tersisa di hotel itu.
__ADS_1
tap ...
tap ...
tap ...
Mereka sampai di kamar itu, albara memperhatikan kamar itu. Sementara itu. pemilik hotel, dengan merasa penasaran, ia berkata, "Bagaimana anak muda. apa kalian menyukai kamar ini? kamar ini adalah, kamar yang tersisa di hotel ini," ucap pemilik hotel itu, dengan merasa sangat senang dengan kedatangan albara ke hotel itu.
"Hm ... ini lumayan bisa untuk beberapa orang," ucap albara, dengan merasa sangat percaya diri.
"Ha? beberapa orang?" tanya pemilik hotel itu, dengan merasa keheranan, mendengar perkataan albara.
"Benar, apa kau keberatan? " tanya albara, dengan merasa sedikit penasaran dengan ucapan pemilik hotel itu.
"Hehehe, tidak-tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. anak muda, apa gadis ini adalah pacarmu?" tanya pemilik hotel itu, dengan merasa penasaran.
Alisya merasa sangat gugup, ia berkata,"Eh ... a-aku."
"Ya ... bisa dibilang begitu. dia adalah asistenku," ucap albara, dengan merasa percaya diri.
"Asisten? apa kau seorang penjelajah? dari pakaian kalian, sepertinya kalian bukan penduduk dari wilayah ini," ucap pemilik hotel itu, dengan merasa penasaran.
"Bukan urusanmu. aku hanya ingin meningap di hotel ini," ucap albara, dengan merasa sedikit waspada.
"Hahaha, baik anak muda. semoga kalian nyaman menginap di hotel ini," ucap pemilik hotel itu, dengan merasa sedikit penasaran.
Pemilik hotel itu, kemudian pergi meninggalkan mereka. dengan merasa sedikit khawatir, albara berkata,"Asisten, ayo kita bawa mereka ke tempat ini," ucap albara, dengan merasa sedikit khawatir.
"Ha? ba-baik," ucap alisya, dengan merasa sedikit gugup.
Setelah beberapa jam berlalu, rein terbangun dari tidurnya. dengan perlahan, ia membuka matanya.
"Hm ... apa aku tertidur tadi? " tanya rein, dengan merasa sangat penasaran.
"Tunggu, ini dimana?" tanya rein, dengan merasa sangat penasaran, dan juga sedikit gugup saat menyadari tempat itu bukan rumahnya.
Ia memperhatikan tempat itu. tiba-tiba, albara dan alisya berada di dalam ruangan itu.
"Kau sudah bangun. sekarang, cepat katakan dimana grup penjelajah BluEx berada," ucap albara, dengan merasa sangat penasaran.
"Haaa! ka-kau? ke-kenapa kau bisa berada di ruangan ini? huhuhu, apa yang sudah kalian lakukan kepadaku?" tanya rein, dengan merasa sangat penasaran, dan juga khawatir mengetahui albara berada di dalam ruangan itu.
"Diam! sebenarnya aku tidak tertarik denganmu. aku hanya menyukai asistenku saja. sekarang, cepat katakan dimana grup penjelajah BluEx berada," ucap albara, dengan merasa penasaraan, berharap rein dapat membantunya menemukan grup penjelajah bluEx.
"Haa? kau tidak tertarik denganku?" tanya rein, dengan merasa sangat penasaran.
"Benar!" ucap albara, dengan merasa percaya diri.
"Apa?" tanya Rein, dengan merasa sangat gugup.
__ADS_1
(Bersambung ... )