Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 65 - 4 Pengendali Vs 2 pengendali


__ADS_3

"Aku tau ... kau adalah seorang pengendali, benarkan, yumina ..."


Albara kembali mengatakan itu, kali ini ia semakin yakin jika yumina adalah seorang pengendali.


Lia dan yuna curiga, mereka terdiam sambil memperhatikan yumina. tampak mereka mempersiapkan senjata mereka.


"Kenapa kau yakin sekali jika aku adalah seorang pengendali? albara, bisakah kau menjelaskanya?"


Yumina menatap albara, tampak ia menyadari jika albara memiliki alasan sehingga mengetahui identitasnya.


"Mudah saja ... kenapa orang asing sepertimu mengenal lia dan yuna? bukankah itu sangat aneh, dan juga ... kau pernah memanggil lichen, benarkan?" Jawab albara, ia tampak yakin dengan jawabanya.


"Aku adalah seorang putri penguasa wilayah, namaku adalah yumina ... senang bisa bertemu dengan kalian, lichen, yuna, dan seorang penjelajah."


Yumina kembali mengingat apa yang sudah ia katakan sebelumnya. tampak ia nenyadari jika ia telah membuat kesalahan.


"Benar ... mungkinkah pada saat itu aku pernah mengatakanya, kau memang hebat. benar aku adalah seorang pengendali ... sama seperti kalian, yuna, lichen."


Tanpa ragu, yumina langsung memberitau identitasnya. tampak ia menyadari jika sudah terlambat untuk menyembunyikan identitasnya.


"Sekarang ... aku ingin bertanya kepadamu, apa kau lawan, atau teman? kami tidak bisa percaya kepadamu ... yumina," Ujar lia, dengan tatapan dingin.


"Terserah kepada kalian ... aku hanya ingin melindungi gerbang itu! bisa dibilang untuk saat ini aku berada di pihak kalian."


Yumina menerima tawaran kerja sama itu, ia menyadari lebih baik bekerja sama daripada melawan mereka semua sekaligus.


"Pilihan yang bagus, kau tidak akan pernah menyesal karena memilih bersekutu dengan kami, yumina," ujar lia.


Tap ... Tap ...


Di danau, terlihat seseorang dengan mengenakan jubah dan membawa pedang mendekat sebuah pintu gerbang yang diyakini sebagai jalan utama untuk bisa masuk ke kota yang hilang.


"Hei! kau! jangan mendekat! ini daerah terlarang! jangan mendekat atau kami tidak akan segan menghabisimu!"


Seorang penjaga marah melihat kedatangan gadis itu, mereka tanpa ragu menyerang nya dengan tombak.


Buak ...


Terjadi pertarungan sengit di tempat itu, tampak dengan mudahnya gadis itu berhasil mengalahkan mereka semua sekaligus.


"Uhuk ..."


Brug ...


Mereka semua yang menghentikan gadis itu terjatuh, Puluhan penjaga dikalahkan, tampak ia sendirian mendekat ke gerbang itu.

__ADS_1


"Tuan ... ma-maafkan aku karena sudah mengkhianatimu, banyak hal yang sudah kita lewatkan. aku tidak yakin jika kau akan memaafkanku ... sekarang, semuanya akan segera berakhir!"


Duar ...


Terdengar suara ledakan di dekat istana, tampak suara itu berasal dari danau yang berada 100 meter dari istana itu.


"Itu? kenapa ada suara ledakan sebesar itu? apa terjadi pertempuran di dekat istana ini?" ujar Albara dengan penasaran setelah mendengar suara ledakan itu.


"Inikah yang kau maksud dengan pertahanan sihir? sepertinya dia berhasil menerobos pertahananmu ... yumina."


Lia tampak kecewa, ia tidak menyangka jika pertahanan gerbang sangat mudah untuk dihancurkan.


"Ini tidak mungkin, kenapa ini bisa terjadi? kenapa dia bisa masuk ke kota ini?"


Yumina tampak khawatir, ia tidak menyangka jika alisya berhasil menyusup ke wilayahnya.


"Kakak! seseorang sudah menerobos masuk ke wilayah gerbang! kita harus segera menghentikanya!"


Yumna menerima laporan dari seorang prajurit jika seseorang berhasil menerobos masuk ke wilayah terlarang. ia dengan khawatir segera meminta yumina untuk menangani masalah itu.


"Baiklah, ayo semuanya ... saatnya kita untuk mengalahkan penggangu itu! aku tidak akan mengampuninya!"


Wussh ...


"Hoi! jika kalian pergi! setidaknya ajak aku! kenapa aku ditinggal!"


Albara kebingungan, ia menyadari jika dirinya ditinggal oleh mereka. ia sangat kesal dan menyadari jika ia selamanya tidak boleh bergantung kepada mereka.


Plang ...


"Uhuk ..."


Satu per satu penjaga dikalahkan, tampak gadis itu menghabisi semua orang yang menghalanginya. ia berusaha mendekat ke gerbang itu.


"Sedikit lagi, aku hampir sampai di gerbang itu! aku akan menyelamatkan orang tuaku! dan menjadi pengendali terkuat!"


Menyadari jika ia sudah ketahuan, tanpa ragu ia menunjukan identitasnya. gadis itu adalah alisya, warna rambutnya berubah menjadi warna perak. ia mengenakan baju zirah.


Wussh ...


"Berhenti! kau tidak akan pernah bisa pergi ke sana!"


Sebuah anak panah hampir mengenainya, seseorang telah menembakan anak panahnya. tampak lia, yuna, dan yumina datang untuk menghentikan alisya.


"Kalian ... jangan hentikan aku! sudah aku bilang, aku akan menghabisi siapapun yang berani menghentikanku!"

__ADS_1


Alisya menggertak, ia yakin akan melawan siapapun yang menghentikan rencananya.


Buak ...


Sebuah pasir menyerang mereka bertiga, tampak seseorang yang tidak asing bagi mereka muncul.


"Aku akan melindunginya, aku pengendali ke-1 akan memenuhi janji yang sudah aku katakan sebelumnya. mulai sekarang, kalian harus mengalahkan aku terlebih dahulu!"


Seseorang dengan kekuatan pengendali yang sangat kuat, ia menepati posisi ke-1 sebagai pengendali terkuat. ia dikenal dengan nama syah se.


"Syah se? kenapa kau melindungi gadis itu? apa kau akan membiarkan bencana ini terjadi? aku ingin mendengar alasanya." ujar lia, ia yakin jika syah se memiliki alasan dibalik ini.


"Aku akan membantu kalian pada saat kalian membutuhkan bantuanku ..."


Syah se mengingat kata-kata yang sudah ia katakan di gurun sahai. tampak ia menyadari jika saatnya untuk menepati perkataanya.


"Hoh ... pertarungan antara pengendali akan segera terjadi? kenapa aku tidak diajak untuk terlibat dalam semua ini?"


Rena datang, tampak ia memihak yuna, lia dan yumina. ia tampak tidak percaya jika lawanya adalah pengendali ke-1.


"Karena kau menghilang entah kemana ... kami tadi mengkhawatirkanmu, kemana saja kau pergi tadi?" Tanya yuna.


"Hoh, itu aku hanya mengurus sedikit masalah kecil. seorang gadis tadi mengikuti kita, aku hanya memberinya sedikit pelajaran."


Rena memperhatikan mereka, tampak ia menyadari jika mereka berempat cukup kuat untuk mengalahkan syah se.


"Kalian semua akhirnya bersatu untuk melawanku, akhirnya aku tidak menyesal karena sudah melakukan ini. aku ingin melihat kekuatan kalian ..."


Syah se tampak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyerang. ia hanya bertugas untuk melindungi alisya dari mereka.


"Kalau begitu, rasakan kekuatanku ini! lia, yuna, yumina ... apa kalian siap untuk mengalahkan kakek tua ini?"


Rena mengumpulkan energinya, tampak ia akan melancarkan serangan besar-besaran sekaligus.


"Ayo kita membuat kakek tua ini menyesal dengan perkataanya, dia sudah meremehkan kita sebelumnya ... saatnya kita untuk membalasnya!"


Yuna, lia dan yumina mengumpulkan kekuatanya, muncul sebuah kekuatan serta cahaya dari tubuh mereka. tiba-tiba mereka mengenakan baju zirah serta membawa pedang sakti.


"I-ini? bu-bukanya hanya pengendali dengan kemampuan khusus yang bisa memanggil senjata serta baju zirah seperti itu?"


Syah se keheranan, ia tidak menyangka jika mereka berhasil memanggil kekuatan sebesar itu. ia menyadari seharusnya dirinya tidak meremehkan mereka.


"Sekarang ... kau akan melawan empat pengendali sekaligus! bersiaplah untuk dikalahkan!" Yuna, rena, lia dan yumina menyerang. mereka menyerang secara bersamaaan.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2