Albara Sang Penjelajah

Albara Sang Penjelajah
Ch. 62 - Pengendali ke-7


__ADS_3

Ch. 62 - Pengendali ke-7


"Hoi! apa maksudmu! cepat katakan semuanya! apa aku bisa mempercayaimu! cepat katakan!"


Mendengar apa yang telah yuna katakan, albara menjadi penasaran mengenai rahasia alisya. tampak ia berusaha mengetahui lebih banyak tentang alisya.


"Uhuk ... maksudmu, dengan kondisiku yang seperti ini ... aku berbohong? aku tidak mungkin berbohong kepadamu, untuk apa aku berbohong?"


Yuna dengan jujur mengatakan itu, ia menyadari jika albara sangat penasaran mengenai rahasia alisya.


"Jadi ... siapa dia sebenarnya! cepat katakan! kenapa dia bisa dicari oleh para pengendali seperti kalian!"


Albara mendesak agar yuna segera memberitaunya mengenai alisya, tampak ia yakin jika yuna mengetahui hal yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.


"Kau ingin tau siapa dia? bahkan orang terdekatmu saja kau tidak mengenalnya, dia adalah seorang gadis yang diramalkan akan membuat kehancuran. para pengendali, mereka semua mencarinya selama puluhan tahun, dia adalah gadis yang harus segera dikalahkan, dia adalah pengendali ke-7, Alisya."


Yuna dengan yakin mengatakan jika alisya adalah pengendali ke-7. tampak ia sangat yakin jika semua ini adalah ulah alisya.


"Apaa?! alisya? ti-tidak mungkin, jadi ... kenapa dia tidak memberitauku sebelumnya? kenapa dia bisa seperti ini?"


Albara penasaran, ia tidak menyangka jika alisya adalah pengendali ke-7. ia begitu ceroboh karena tidak menyadari kebenaran ini sejak awal ia menyesali semuanya.


Krek ...


Pintu ruangan itu terbuka. tiba-tiba, alisya dengan senyuman dingin masuk ke dalam ruangan itu, tampak ia menjadi berbeda dari sebelumnya.


"Aku dengar, seseorang kaget setelah mengetahui jika rekanya adalah seorang pengendali, tuan ... apa kau terkejut menyadari jika aku sudah memanfaatkanmu sebelumnya?"


Alisya kini sudah berubah, ia menunjukan sifat aslinya kepada mereka, tampak ia senang mereka akhirnya menyadari identitasnya.


"Pengendali ke-7, akhirnya aku bisa menemukanmu! sekarang saatnya untuk mengalahkanmu sesuai permintaan seseorang! bersiaplah untuk dikalahkan olehku!"


Mengetahui jika alisya adalah seorang pengendali, membuat rena ingin untuk mengalahkanya, tampak ia sebelumnya sudah diperintahkan untuk melawan alisya.


"Pengendali ke-5, aku keheranan kenapa kau tidak menyadari jika aku adalah seorang pengendali sebelumnya? tapi ... semua itu tidak penting, selama aku memiliki semua bagian Libe, maka aku akan menjadi pengendali terkuat!"


Alisya dengan senang mengatakan kepada mereka jika ia kini sudah memiliki semua bagian dari libe, ia menyadari jika dirinya bisa pergi ke kota yang hilang untuk mencari sesuatu.

__ADS_1


"Tunggu! asisten, bukankah kau ingin menemui keluargamu yang hilang saat menjelajah? kenapa kau melakukannini?"


Albara bertanya-tanya mengenai alasan alisya kini hanya mementingkan kekuatan, ia menyadari jika alisya tidak akan bisa melupakan janjinya untuk menyelamatkan keluarganya.


"Apa kau penasaran? sejujurnya ... apa kau mengetahui kenapa aku bisa mendapatkan peta serta setengah bagian dari libe?"


Alisya mengingat jika ia pernah memberikan sebuah peta serta setengah bagian dari libe, tampak ia menyembunyikan sesuatu dari albara.


"Tutup mulutmu! sudah cukup kau bicara! saatnya kau untuk dikalahkan olehku! dasar!"


Rena dengan cepat menyerang alisya dari samping, ia menyerang dengan teknik yang ia gunakan sebelumnya.


"Heh ... serangan lemah seperti ini tidak akan bisa melukaiku, apa kau tidak mengetahui jika aku bisa menghindari serangan seperti ini! dasar, lemah!"


Alisya dengan kekuatanya memperhatikan arah serangan itu. ia yakin jika serangan itu tidak akan pernah bisa melukainya.


"Heh ... begitukah menurutmu, tapi ... bagaimana jika aku yang ini hanyalah sebagai pengalihan!"


Tiba-tiba, rena yang menyerang dari arah samping menghilang. ia menggunakan teknik ilusi kepada alisya untuk mengecohnya.


"Ini? bu-bukankah dia menyerang dari samping? ke-kenapa dia bisa tiba-tiba menghilang? i-ini ... apakah mungkin?"


"Aku disini! dasar lemah! rasakan serangan yang baru saja kau remehkan sebelumnya!"


Dengan cepat, rena menyerang dari arah belakang. ia menyerang menggunakan sebuah pukulan yang sangat kuat, ia yakin jika dirinya bisa mengenai alisya.


"Inilah yang aku sebut sebagai kecerobohan. hm ... biarkan saja aku menerima serangan ini karena aku ceroboh sebelumnya."


Peluang untuk menghindar hanyalah sedikit, ia sebenarnya bisa menghindari serangan itu, tapi ia tidak melakukanya dan membiarkan dirinya diserang.


Buak ...


"Uhuk ... serangan ini lebih kuat dari yang aku kira, sebaiknya aku tidak meremehkanya sebelumnya ..."


Alisya terpental akibat menerima serangan itu, ledakan terjadi, tampak kabut bermunculan di tempat itu.


"Asisten!"

__ADS_1


Albara khawatir melihat kejadian itu, akan tetapi ia tidak bisa melakukan apapun karena ia menyadari jika alisya hanya memanfaatkanya.


"Uhuk ... tidak buruk juga serangan yang kau gunakan. tapi ... kenapa tubuh ini sangat lemah?"


Alisya menyadari jika ia saat ini sangatlah lemah. ia seharusnya menghindari serangan itu dan menyesal karena sudah ceroboh sebelumnya.


"Heh ... setelah menerima serangan seperti itu, bisa bicara adalah sebuah keajaiban. seharusnya kau sangat lemah, dan pingsan setelah menerima serangan itu."


Rena dengan perlahan mendekat ke arah alisya, ia yakin jika dirinya akan berhasil mengalahkan alisya dengan cepat.


"Tunggu dulu! aku ingin bicara kepadanya! rena ... biarkan aku mengetahui alasan ia bisa melupakan semuanya!"


Albara berusaha membujuk rena agar membiarkanya bicara sebentar dengan alisya, ia menyadari jika ia harus mengetahui alasan yang alisya sembunyikan kepadanya.


"Tuan ... apa kau tau alasan aku melakukan semua ini? aku beritau kau, akulah yang menyebabkan keluargaku menghilang, aku telah mengurung mereka di kota yang hilang karena kecerobohanku!"


Dengan sedikit sedih, alisya mengatakan yang sejujurnya kepada mereka. ia adalah seorang gadis yang ceroboh membiarkan keluarganya terjebak di kota yang hilang.


"Tidak ... apa ini benar? jadi, kenapa kau bisa mendapatkan peta itu? apa ayahmu yang memberikanya?"


Albara penasaran, ia ingin mengetahui yang sebenarnya, tampak ia yakin jika alisya tidak mungkin melakukan itu.


"Memangnya! kenapa kau peduli dengan itu? a-aku berusaha untuk melupakan semuanya ... karena aku adalah bukan seorang gadis biasa, orang tuaku ingin agar aku bisa menjadi lebih kuat dengan membawaku ke kota yang hilang!"


Dengan mengatakan yang sejujurnya, alisya berusaha menjelaskan alasan ia melakukan semua itu. tampak orang tuanya ingin menjadikan dirinya lebih kuat sebagai pengendali.


"Aku beritau kau yang sebenarnya, di kota yang hilang ... terdapat sebuah rahasia seseorang bisa menjadi lebih kuat dengan meminum sebuah ramuan, kami para pengendali berusaha untuk menghentikan dia untuk mengambilnya!"


Yuna tampak lebih baik dari sebelumnya, walaupun ia belum pulih, akan tetapi ia mengatakan rahasia yang ada di kota yang hilang.


"Benar ... dulu, ada sebuah ramalan jika pengendali ke-7 akan menjadi sangat kuat dengan meminum ramuan itu, kami 6 pengendali berusaha untuk menghentikanya. sekarang ... ramalan itu tidak akan terjadi!"


Lia sambil bersandar di dinding mengatakan yang sejujurnya, mereka semua sebelumnya sudah berniat untuk menyerang alisya secara bersamaan.


"Itu ... itu tidak mungkin kan?"


Mendengar semua itu, albara menjadi sangat tidak percaya jika alisya melakukan semua itu hanya untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2