
Ch 27 - Menjadi teman, atau lawan?
Pada beberapa tahun yang lalu, sebelum wilayah utahara direbut. wilayah itu terlihat sangat subur, banyak pepohonan dan juga sungai di sekitarnya.
Terlihat, seorang gadis berada di tengah sebuah istana. ia adalah Komandan Qing, ia adalah komandan tertinggi dari semua komandan. ia mempunyai seorang adik, ia biasa dipanggil dengan rein. pada saat itu, rein berusia hampir 14 tahun, ia selalu bersama Kakaknya kemanapun ia akan pergi.
Terlihat, mereka sedang berjalan-jalan di sebuah taman dekat istana itu. mereka bergandengan tangan bersama, menikmati indahnya pemandangan.
Rein pada saat itu berkata,"Kakak, a-apa aku bisa menjadi seperti dirimu? a-aku sudah belajar bertarung dengan baik! a-aku pasti bisa mengalahkanmu!"
Qing mengelus rambut rein, ia kemudian berkata,"Em! suatu hari nanti, kau pasti bisa mengalahkanku bertarung pedang! tapi, untuk sekarang kau harus rajin belajar!"
Rein tersenyum, ia kemudian berkata,"Aaa, benarkah? tapi kenapa kakak jarang mengajakku bermain di luar istana? apa pekerjaan kakak sangat berat?"
Qing menunduk, ia merasa sedikit gugup untuk mengatakanya,"Em! tidak, se-semuanya baik-baik saja kok. kau jangan khawatir lagi."
Rein merasa sedikit penasaran, tapi ia lebih percaya kepada kakaknya."Em! kalau begitu, jika kau butuh bantuanku! katakan saja, kau harus berjanji!"
Qing tertawa, ia kemudian berkata,"Em! aku berjanji, pada saat aku membutuhkan bantuanmu! aku akan memanggilmu!"
Rein merasa senang, ia kemudian menjawab,"Hehe, janji ya!"
"Em! kakak berjanji!"
Beberapa hari setelah kejadian itu. komandan Qing dipanggil oleh penguasa wilayah itu, ia dikenal sebagai penguasa yang ramah, dan juga baik.
Ia dipanggil dengan Adipati Wei. ia bertanggung jawab mengurus wilayah utahara, ia dipercaya untuk menjadi pemimpin di wilayah itu. ia dikenal sebagai penguasa yang ramah, dan juga sangat baik kepada rakyatnya.
Terlihat, mereka berkumpul di sebuah ruangan rahasia yang ada di istana itu. Adipati Wei kemudian berkata,"Kalian! apa kalian sudah mendengar jika ibu kota dikuasai oleh negara skar. kita sekarang kekurangan pasukan, ditambah persediaan juga menipis, apa kalian bisa meminta bantuan dari negara lain?"
Kemudian, seorang komandan berkata,"Tuan, kita bisa saja meminta bantuan ke negara Atlan, mereka musuh dari negara skar. ini adalah kesempatan kita untuk meminta bantuan kepada negara Atlan."
Adipati Wei merasa perkataan seorang komandan itu benar. ia kemudian berkata,"Itu adalah ide yang bagus. baiklah, segera kirim permintaan untuk bergabung dalam aliansi antar negara. aku ingin bergabung dalam aliansi mereka."
Tiba-tiba ...
__ADS_1
Duar ...
Tetapi, pada saat Adipati wei mengatakan itu, seseorang menerobos tempat itu. ia membawa senjata dan menakuti semua orang yang ada di tempat itu.
Dengan merasa sangat percaya diri, ia berkata,"Cukup omong kosong ini! tidak akan ada aliansi! kalian semua harus tunduk kepada penguasa yang sebenarnya!"
Semua orang yang berada di ruangan itu kaget melihat kedatangan orang itu. mereka mengambil senjata mereka, serta membidik penyusup itu.
Qing mengancam orang itu, ia berkata, "Kau! beraninya masuk ke ruangan ini! apa kau sudah gila?"
Kemudian, seorang pria yang menerobos tempat itu mendekati Qing. ia memegang dagunya dan berkata,"Gadis cantik, seharusnya kau tidak membawa senjata, maukah kau menikah denganku, maka kau akan hidup bahagia."
Qing kemudian merasa sangat kesal, ia kemudian menjawab,"Kau! lepaskan! menjijikan! beraninya kau menyentuhku! aku tidak akan menikah denganmu!"
Push ... Qing menyerang pria itu, ia menyerang dengan pukulan yang sangat kuat.
Buak ... Pria itu terpental jauh menabrak dinding, dan dinding itu hancur menjadi puing-puing.
"Uhuk-uhuk. dasar ... beraninya kau menyerangku! aku adalah putra dari seorang jenderal yaitu jenderal Fe! aku ke tempat ini ingin membicarakan sesuatu kepada pemimpin kalian! melihat sikapmu ini yang sudah berani menyerang seorang tamu! maka aku berjanji akan membuat kalian menderita! tidak lama lagi! ribuan pasukan negara skar akan sampai di perbatasan, merka akan menyerang kalian! dan tidak akan mengampuni kalian!"
Pria itu menjawab,"Benar gadis cantik, namaku adalah Hwang Ke, aku akan menghacurkan kalian! bersiaplah untuk mati!"
Kemudian, Adipati Wei berdiri, ia berkata,"Anak muda, maafkan atas kesalahan putriku, aku tidak tau kau dari negara skar. aku minta maaf."
Kemudian, Hwang ke merasa senang, ia tertawa mengetahui mereka sangat ketakutan.
"Ha? aku tidak akan memaafkan kalian! kalian sudah menyatakan perang! aku akan menghancurkan tempat ini!"
"Anak muda, apa kau bisa memaafkan putriku? kami tidak menginginkan perang."
"Ha? jika tidak ingin perang, maka biarkan aku menikahi putrimu itu! bagaimana! apa kau yakin?"
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu kaget. mereka kaget mendengar perkataan Hwang ke.
Qing kemudian berkata, "Apa? menikah? apa kau serius? aku akan menghajarmu!"
__ADS_1
Kemudian, seserorang memasuki ruangan itu. ia terlihat seperti seorang perwira militer. dengan santainya, ia masuk serta menyapa semua orang yang berada di dalam tempat itu.
Tap ... tap ... tap ...
"Salam tuan-tuan. maafkan saya jika tuan muda sedikit tidak sopan kepada kalian. aku diminta datang oleh atasanku, ia meminta agar aku membicarakan hal penting kepada anda Adipati Wei."
Terlihat, pria itu sangat sopan, ia adalah Sah Fei, ia adalah asisten dari jenderal fe. Dengan merasa penasaran, Adipati Wei berkata, "Baik, silahkan duduk. kami menyambut kedatanganmu."
"Terimakasih Adipati Wei, saya senang atas sambutan ini. tapi, saya datang bukan untuk bersenang-senang."
Adipati Wei kemudian merasa bingung dengan perkataan sah fei, Adipati wei kemudian berkata,"Apa maksudmu? apa tujuanmu sebenarnya?"
Sah fe tersenyum, ia kemudian berkata,"Baik, langsung pada intinya saja. jenderal fe meminta kalian membantu kami untuk menemukan penjelajah terhebat dalam sejarah."
"Ha? penjelajah terhebat? siapa orang itu?"
"Biar aku beri petunjuk, dia sudah mengambil harta ibu kota kerajan acis. ia adalah cucu dari seorang jenderal. ia berasal dari negara atlan."
Dengan merasa keheranan, wei berkata, Mu-mungkinkah dia ..."
"Benar Adipati wei, dia adalah albara!"
Syuss .... tiba-tiba, angin bertiup sangat kencang di luar istana itu. bunga dan dedaunan beterbangan, semua orang merasa kaget mendengar perkataan sah fei.
Wei berdiri, ia kemudian mengatakan, "A-apa kau bercanda? ka-kau ingin kami membawa penjelajah terkenal itu? apa kau sudah gila? dia bukan pria biasa! dia dilindungi oleh pihak militer negara atlan, mana mungkin kami bisa membantu anda!"
Sah fe tertawa setelah mengatakan itu. ia kemudian berkata," Hahah ... Adipati wei, apa kau akan melakukan misi ini demi rakyatmu? pikirkan sekali lagi? pertempuran? atau misi kecil. aku memberimu waktu beberapa tahun untuk membawa penjelajah itu! jika tidak, lihat saja ... akan ada perang besar di wilayah ini. Tuan muda, ayo kita pergi."
Hwang ke merasa sedikit kesal, ia berkata, "Baiklah ..."
Tap ... tap ... tap ...
Mereka kemudian pergi dari ruangan itu. Syuss ... angin kembali bertiup sangat kencang, entah apa yang akan terjadi jika mereka tidak bisa membawa albara ke utahara? begitulah yang mereka pikirkan sampai saat ini.
Bersambung ...
__ADS_1