
saat sore papa feri pulang dari kantor,keringat dingin di sekujur tubuhnya,badannya lemas dan lunglai.
melihat suaminya melangkah dengan gontai,membuat mama Yuli berlari mendekat,takut terjadi sesuatu dengan suaminya,tinggal selangkah lagi namun papa feri sudah tak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya,lalu 'bruuuak'tubuh papa feri roboh,"bik Jum,satriaaa",teriak mama Yuli panik,bik Jum segera datang,"Ada apa Nya",tanya bik Jum."bantu aku angkat tuan ke kursi bik",ucap mama Yuli.
di angkatnya papa feri namun tak mampu,"tolong panggilkan satria bik,ayo buruan",ucap mama Yuli sambil menyeka keringat suaminya yang terus mengalir.
"tuan,'tok tok tok',tuan satria,'tok tok tok',..."
"sudah lekas masuk saja bik,bangunkan paksa kasihan papa",sungut mama Yuli kesal.
segera bibik buka pintu kamar satria,di panggilnya satria berulang saat terlihat masih lelap,"tuan bangun tuan,tuan satria bangun"ucap bibik lirih.
"bik ,cepetan buruan bangunin",teriak mama Yuli semakin panik.
dengan takut akhirnya bik Jum beranikan diri goncangkan tubuh satria,"tuan bangun cepat",di goncang bibik lebih keras karena satria tak juga bergerak."tuan satria cepat bangun",teriak bibik.
satria membuka matanya lalu terkejut bibik ada di kamarnya,"ngapain kamu masuk",teriak satria.
bik Jum merasa ketakutan,"anu tuan feri ,tuan feri...",sahut bibik sambil menunjuk luar pintu.
segera satria turun dari ranjangnya,dan berlari keluar,nampak papanya tidak sadarkan diri di lantai dalam pangkuan mamanya.
segera di angkat papanya ke sofa,"bik ambilkan air panas dan handuk serta minyak angin,cepat bik",teriak satria.
segera bibik bawakan air panas .
di sekanya keringat papa feri dan di gantikan bajunya dengan baju kering ,dadanya di gosok pakai minyak angin,dan handuknya di basahi dengan sedikit air panas dan di tempelkan di bagian perut dan telapak tangan dan kakinya bergantian.
tubuh papa feri tidak lagi pucat seperti datang tadi,mama Yuli terus menggosok kaki papa feri yang sudah tidak terlalu dingin,"pa,bangun pa,papa jangan tinggalin mama",ucap mama Yuli sambil menangis takut terjadi sesuatu pada suaminya.
"gimana kalau kita bawa ke dokter nak",usul mama Yuli.
"tunggu sebentar lagi ma,kalau papa gak sadar juga kita bawa ke dokter,kita usahakan dulu saja",ucap satria yang sudah tidak terlalu khawatir karena papanya sudah tidak keluar keringat dingin seperti tadi.
"bik siapkan makanan berkuah yang hangat di tubuh,bikin panas bik yah, jaga-jaga kalau papa sadar",perintah satria.
"iya tuan muda",ucap bibik dan segera berlalu menuju dapur dengan niat buat sup sayur pakai jahe merah.
__ADS_1
papa feri sudah mulai sedikit bergerak ,tidak berapa lama lalu siuman,"aku dimana",ucap papa feri yang baru sadar.
"papa di rumah",ucap mama Yuli,"bik buruan bawa sini supnya",teriak mama Yuli sambil mendudukkan papa feri yang bersandarkan bantalan kursi.
bik Jum segera datang membawa semangkok sup,"ini Nya",ucap bibik sambil menyodorkan supnya.
satria yang melihat papanya sudah agak sadar,lalu pergi cuci muka dan mengambil beberapa camilan.
terkesan cuek dengan papanya.
"ayo pa ,buka mulutnya,kenapa papa bisa pingsan ,mama jadi takut tau gak",ucap mama Yuli sambil menyuap dan mengeluarkan air mata.
"gak tahu ma,tadi pas keluar kantor papa merasa pusing ,dan badan papa merasa menggigil,pas mau masuk mobil papa jalannya oleng,papa mencoba sekuat tenaga agar bisa bertahan sampai rumah,tapi gak tahu bisa tumbang begitu saja",jelas papanya sambil makan."sepertinya papa kurang istirahat dan lupa makan,lain kali kalau terasa sakit jangan pulang sendiri telephon mama,atau minta supir kantor buat antar pulang",ucap mama Yuli kesal melihat suaminya nekat pulang meski sakit.
"nanti kalau ada apa-apa di jalan gimana,papa tega ninggalin aku dan satria",ucap mama Yuli sambil menangis.
"sudah jangan nangis lagi,papa sudah gak apa-apa koq",ucap papa feri.
"ah lebay",sahut satria bercanda.
sontak saja mata mama dan papanya melotot ke arahnya.
padahal jelas-jelas lagi nonton berita bilangnya film.
bibik tertawa kecil melihat tingkah satria.
"yah sudah papa masuk kamar dulu,tiduran saja,nanti aku bangunin saat makan malam,jangan lupa matikan ACny dulu,aku gak mau papa sakit lagi",tutur mama Yuli.
Papa feri meski dengan langkah gontai menuruti kata istrinya menuju kamar ,mama Yuli memastikan suaminya tidak roboh lagi saat menuju kamar.
"bik nanti bikin makanan hangat yang berkuah lagi yah,takutnya tuan masuk angin",perintah mama Yuli.
"dan satria anak mama yang bandel ini,ayo lekas mandi sana,dari pagi tidur mulu",ucap mama Yuli gemes sambil mencubit pipi satria.
"aduh ma sakit,iya aku mandi sekarang tapi tunggu camilannya habis,nanggung ma,tinggal dikit lagi",ucap satria cari alasan agar menunda mandinya.
"gak ada nanti,ayo lekas mandi",ucap mama Yuli sambil mematikan tv dan mengambil camilan satria.
__ADS_1
mama Yuli pergi ke kamar di cek tubuh suaminya,normal apa belum,lalu di selimuti tubuh suaminya biar hangat,setelah di rasa cukup baik,mama Yuli pergi ke dapur membantu bibik siapin makan malam.
"bik tolong buatin aku susu hangat dong,badan aku rasanya gak enak juga",pinta mama Yuli.
"iya, Nyonya duduk saja dulu biar bibik buatin",ucap bibik sambil menyiapkan susu buat mama Yuli.
"ini Nya",ucap bibik sambil menyodorkan secangkir susu hangat .
tepat pukul 7 makan malam di siapkan, segera mama Yuli panggil satria buat makan dan bangunkan suaminya agar ikut makan .
papa feri hanya menggeliat dan bergumam lirih,"nanti saja ma makannya,rasanya badanku remuk semua dan kepalaku pusing",ucap papa feri.
tanpa bicara mama Yuli keluar kamar,menuju meja makan.mama Yuli menyiapkan makanan untuk papa feri biar makan di kamar,dan tidak lupa sediakan obat lambung,"satria sayang makan sendiri dulu yah nak,mama mau rawat papa dulu,kasihan papa gak kuat bangun",ucap mama Yuli.
"siap ma,mama rawat papa saja ,aku bisa makan sendiri koq ,ada bibik juga disini yang nungguin aku makan",sahut satria.
"yah sudah mama masuk dulu nak yah",ucap mama Yuli.
"ok ",sahut satria sambil kasih jempol ke mamanya.
"pa ,ayo bangun dulu sebentar,di minum obatnya dulu",bujuk mama Yuli lembut.
"nanti saja ma,kepalaku sih pusing",sahut papa feri.
mama Yuli segera menaruh nampan di meja kamar dan berusaha membangunkan suaminya,di dudukkan suaminya sambil di beri sandaran.
"ayo ahk",ucap mama Yuli lembut.
di bukanya perlahan mulutnya,dan di masukkan obat lambungnya.
"ayo sekarang mama suap",ucap mama Yuli sambil menyendok nasi untuk di suapkan ke suaminya.di suapnya se sendok demi se sendok,terlihat keringat papa feri bercucuran setelah makan,segera di ambilkan baju ganti oleh mama Yuli,"besok papa jangan ngantor dulu,karena kondisi papa lagi gak fit,atau kalau mau biar satria gantikan papa di kantor",ucap mama Yuli sambil membantu papa feri ganti baju.
"gak ma,besok papa gak ngantor dan satria juga gak usah kesana biar asisten papa yang handle semua",ucap papa feri tegas,seraya berfikir kalau satria pergi ke kantor bisa di acak-acak perusahaan ,kalau aku berangkat juga tidak memungkinkan dengan kondisi kurang sehat begini.
"oh jadi papa lebih percaya sama asisten di bandingkan anak sendiri,fine kalau gitu biar mama yang pergi ngantor",ucap mama Yuli dengan nada marah.
"mama jangan buat papa jadi bingung lah ,satria Khan belum tahu seluk beluk proyek kantor nanti kacau gimana,dan papa juga belum sehat betul nanti tumbang di kantor gimana,sedangkan mama ,aih sama sekali gak tahu urusan kantor",ucap papa feri sambil memegang kepalanya yang semakin pusing di rasanya.
__ADS_1
"aduh ma,kepala papa tambah pusing nih",keluh papa feri.
"yah sudah papa istirahat,dan fine mama setuju kerjaan kantor di handle asisten ",ucap mama Yuli ketus sambil berlalu keluar kar dan segera ikut makan bersama satria yang belum juga selesai makan .