ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
PERMAINAN CINTA YANG TERTUNDA


__ADS_3

Satria telah berhasil menaklukan tetangga kostnya berlian, acapkali bertemu berlian selalu menutup mukanya dengan apapun benda yang di bawanya.


"Bodo," teriak Satria memanggil Berlian, tapi bukannya berhenti malah semakin kencang jalannya hingga dirinya jatuh tersungkur dari tangga.


Satria segera turun tangga dan menggendong Berlian dan membawanya ke kamarnya.


Gadis itu sama sekali tak berani menatap wajah Satria kejadian tempo hari yang sangat memalukan itu membuatnya merasa rendah di hadapan Satria.


"Sakit, jatuh tadi," ucap Satria sambil menaruh tubuh Berlian di atas sofa kamarnya.


"Ya sakitlah!!" sahut Berlian songong.


"Kamu gadis naif, kalau bicara di jaga, apa Kamu tidak malu andai Aku mengatakan semua hal yang Kamu lakukan tempo hari kepada setiap orang yang mengenalmu," ucap Satria tegas.


"Maaf, maafkan Aku," ucap Berlian takut sambil merasakan sakit di punggungnya akibat jatuh tadi.


"Aku sudah menolongmu, jadi Kamu harus bayar Aku," ucap Satria sambil mencondongkan tubuhnya dengan jarak yang begitu dekat dengan tubuh Berlian.


"Aku akan membayarnya," ucap Berlian gugup yang menyangka Satria akan kembali menciumnya seperti tempo hari sehingga sengaja di pejamkan matanya.


"Ngapain pejamkan mata, bagi uang," ucap Satria sambil duduk di sofa.


Dengan sedikit kecewa gadis itu mengeluarkan tiga lembar uang ratusan dari dompetnya.


"Cuma segini, Kamu kira aku pengemis," ucap Satria sambil merampas dompet gadis itu dan mengeluarkan semua isinya.


"Ini baru benar, nanti kalau sudah bisa jalan silahkan keluar dari kamarku," ucap Satria yang berhasil mendapatkan uang dari mangsa pertamanya.


Setelah itu Satria bersiap, baju keren di pakainya nampak sangat cool dan begitu tampan, bahkan Berlian tak bisa melepaskan tatapannya ke Satria.


"Sangat ganteng, apapun akan aku berikan asal Dia mau jadi kekasihku," ucap Berlian dalam hati.


Satria yang melirik Berlian dari cermin lemarinya yang sepertinya tergoda dengan wajah tampannya tidak akan di lepas begitu mudah.

__ADS_1


"Kamu mau jadi pacarku," tawar Satria tiba-tiba yang mengejutkan Berlian.


"Emm Mau, mau," ucap Berlian yang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini kapan lagi Dia bisa dapat pria setampan dan sekeren Satria.


"Ha ha ha, tapi kalau mau ada syaratnya," ucap Satria yang memanfaatkan kebodohan Berlian.


"Apa syaratnya?" tanya Berlian dengan jantung berdegup kencang.


"Agak banyak tapi kalau Kamu sanggup maka Kita bisa berhubungan," ucap Satria yang tidak ingin lewati kesempatan gadis yang jatuh cinta pastilah gadis yang rela berkorban untuk yang di cintainya.


"Katakan saja, Saya akan berusaha menyanggupinya," ucap Berlian yakin.


"Pertama pacaran denganku tidak gratis karena jujur Aku tidak ada pekerjaan jadi setiap bulan Aku minta setengah dari gajimu," ucap Satria.


"Aku setuju," ucap Berlian yang memang sudah tak lagi mampu menahan rasa cintanya.


"Yang Kedua, jika Kamu ingin mengajakku keluar, semua pengeluaran Kamu yang tanggung dan Kamu wajib membelikan sesuatu yang Aku inginkan," ucap Satria.


"Ketiga jika suatu hari Kamu bertemu denganku di manapun sedang bersama seseorang baik pria atau wanita Kamu harus pura-pura tidak mengenalku, jika Kamu langgar Kita putus," ucap Satria.


"Iya Aku setuju," sahut berlian tanpa berfikir panjang.


"Tapi bolehkah Aku minta sesuatu kepadamu," ucap Berlian sedikit ragu.


"Apa!!" ucap Satria.


"Bolehkah aku mendapatkan ciuman dan pelukan darimu di setiap hariku," ucap Berlian yang benar-benar sangat ingin merasakan lagi ciuman Satria.


"Tentu boleh, saat Kamu ingin menciumku dan memelukku Kamu wajib datang ke kamar kostku, tapi itu tidak gratis Kamu harus bawakan Aku makanan serta minuman setiap harinya sebagai gantinya," ucap Satria yang tidak sedikitpun menyia-nyiakan gadis yang begitu bodoh macam Berlian.


"Kalau begitu bolehkah aku mendapatkan ciuman dan pelukan hangat darimu sekarang," ucap berlian sedikit takut.


"Tentu saja, karena sekarang bonus buat Kamu," ucap Satria lantas bangun dari duduknya dan melangkah mendekati Berlian.

__ADS_1


Jantung Berlian berdegup kencang tak sabar merasakan ciuman dari Satria.


Satria segera mencium dan mulai ******* bibir Berlian yang nampaknya sudah sangat pasrah andaikan di minta tubuhnya sekalipun Dia akan relakan semua.


Cukup lama lidah dan bibir mereka saling beradu, berlian yang menikmati ciuman yang begitu manis di rasanya enggan untuk melepaskan Satria begitu saja, punggung yang terasa sakit tidak lagi di rasakannya.


"Lanjutkan sayang, tolong jangan hentikan," ucap Berlian di sela ******* dari mulutnya.


Berlian tangannya mulai meraba tubuh Satria dan berusaha menggoda Satria agar mau bertindak lebih jauh lagi.


Sengaja di buka baju Berlian agar bisa merangsang birahi Satria, namun Satria sangat cerdik hatinya bulan untuk berlian, Dia hanya ingin gadis ini ketagihan dan penasaran dengan apa yang akan di lakukannya selama berciuman.


Satria menyelipkan tangannya ke pakaian Berlian bagian atas dan mulai meremas dengan lembut milik Berlian yang membuat Berlian tak bisa lagi menahan birahinya dan mengatupkan bibirnya, setelah cukup lama Satria memegang dan memerasnya dengan lembut sambil mencium dan ******* bibir Berlian, dengan tidak sabar Berlian mulai perlihatkan pahanya dan mencoba menggoda Satria lagi lebih jauh.


Namun Satria menghentikan gerakan tangannya dan juga ciumannya.


"Cukup sampai di sini saja, kenakan lagi bajumu dan rapikan kurasa punggung kamu sudah tidak sakit lagi, pergilah kembali ke kamarmu," ucap Satria tanpa perasaan.


"Berlian hanya mampu mengikuti perintah Satria dan menggigit bibirnya seolah masih ingin melanjutkan birahinya yang di tunda oleh Satria.


Setelah selesai memakai baju dan merapikannya, Berlian segera bangun dari duduknya dan berdiri mendekati Satria.


"Aku inginkan lebih dari ini, jika Kamu mau akan Aku berikan keperawananku ini kepadamu dengan senang hati," ucap Berlian yang masih bergairah.


"Bahkan jika Kamu inginkan harta yang banyak, akan aku berikan semua yang aku punyai asal kamu lanjutkan permainan kita sampai ke ranjang," ucap berlian lirih yang bagian sensitif tubuhnya tidak bisa menunda lagi rasa inginnya.


"Pergilah, hitung saja semua hartamu jika sepadan dengan kenikmatan yang akan aku berikan kepadamu, maka kamu akan mendapatkannya malam ini juga, tapi jika tidak sepadan maka permainan hanya cukup sampai di sini saja," ucap Satria sambil merapikan bajunya yang sedikit berantakan karena nafsu berlian yang menggebu-gebu.


"Baiklah, tapi tolong jangan pergi ke mana-mana akan Aku hitung dan persiapkan semua untukmu," ucap berlian yang seperti tersihir cinta butanya kepada Satria.


"Pergilah, dan jangan menahanku untuk keluar sekarang, siapkan saja dan nanti malam kita bicarakan semuanya," ucap Satria lantas melangkahkan kakinya menuju pintu dan segera memerintahkan berlian untuk segera keluar karena Satria akan mengunci kamarnya.


Berlian dengan berat hati masuk ke dalam kamarnya dan mulai menghitung semua harta yang di milikinya.

__ADS_1


__ADS_2