ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
MASAK TUTUT


__ADS_3

Setelah cukup lama di teras berbincang berdua dengan Satria, semilir angin malam yang berhembus membuat mama Yuli dan Satria mengantuk, karena suasana kampung yang sepi, membuat mama Yuli dan Satria semakin ngantuk.


"Mama masuk dulu nak, ngantuk banget terlebih sepi banget kampungnya," ucap mama Yuli kepada Satria.


"Satria juga mau masuk ma, dingin banget di luar bikin aku jadi ingin secepatnya tidur," ucap Satria bergidik karena dingin.


Segera mama Yuli dan Satria tidur di kamarnya masing-masing.


Malam ini adalah malam pertama mereka tidur di rumah desa, suara sunyi menemani tidur mereka malam ini, tidak seperti di kota hiruk pikuknya menemani tidur malamnya.


Tidak terasa sudah menjelang pagi hari, tampak mama Yuli sudah ada di dapur menyiapkan sarapan.


"Mama," sapa Satria dengan wajah ceria.


"Mandi sana dulu, baru ke sini sarapan sama mama," ucap mama Yuli kepada Satria.


"Iya ma," jawab Satria.


Segera Satria mandi dan berpakaian dengan rapi.


Melihat Satria yang sangat rapi, mama Yuli jadi penasaran.


"Mau ke mana kamu pagi-pagi begini?" ucap tanya mama Yuli.


"Mau jalan-jalan kampung ma, biar kita tahu semua yang ada di kampung ini," ucap Satria sambil mengambil sarapan.


"Mama mau ikut muter-muter gak," ucap Satria sambil mengunyah makanan.


"Emm, mama ikut saja deh, biar tahu seluk beluk desa ini," ucap mama Yuli sambil makan.


"Habis ini mama siap-siap saja, kita jalan keliling kampung sampai capek," ucap Satria.


Tidak lama sarapan mereka selesai, mama Yuli segera masuk kamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang santai dengan pakai celana panjang dan kaos polos berwarna biru laut.


"Ayo sayang, mama sudah siap," ucap mama Yuli.


Satria melihat mamanya dengan seksama.


"Kenapa lihatin mama sampai segitunya," ucap mama Yuli.


"Mama nampak kayak ABG saja bajunya, pantas saja om Dian cinta mati sama mama," ucap Satria mengungkit orang yang di benci mamanya.


"Kamu jangan bicara tentang dia lagi, mama gak mau dengar namanya lagi," ucap mama Yuli kesal.

__ADS_1


Menyadari mamanya tidak suka dengan candaannya bergegas Satria mengambil motor.


"Ayo ma, kita berangkat sekarang," ucap Satria.


Mama Yuli segera naik motor, namun raut wajahnya masih nampak kesal. Di lajukan motornya perlahan melewati jalan kampung, nampak banyak orang sibuk menanam padi di sawah, dan di samping sawah ada pedagang yang menggelar dagangannya di atas karung.


"Ayo kita lihat ma, orang itu jualan apa, siapa tahu bisa buat isi kulkas nantinya," ucap Satria sambil membelokkan motornya ke pedagang itu, nampak pedagang itu menjual kangkung, bayam, cabai, terong, serta tutut, melihat ada tutut mama Yuli jadi penasaran.


"Pak ini namannya apa yah," ucap tanya mama Yuli.


"Ini tutut Ning kalau minat silahkan di beli Ning, bisa buat makan santai di teras rumah," ucap bapak tadi.


"Ini cara masaknya gimana pak?" ucap tanya mama Yuli.


"Nanti Ning bersihkan bagian belakang ini, lalu Ning rebus, terus buang airnya lalu masak kembali dengan kelapa yang di bumbui kuning," penjelasan bapak pedagang itu.


"Beli saja ma, aku juga gak pernah makan itu, aku jadi penasaran enak gak rasanya," ucap Satria dengan penuh penasaran.


"Baiklah pak, karena putra saya ingin, saya beli tututnya semua, sekalian sebagian terongnya," ucap mama Yuli.


Setelah borong tutut, motor kembali melaju agak jauh ada penjual sayur.


"Mama gak ingin beli apa-apa gitu, mumpung ada penjual sayur," ucap Satria.


"Ada, kita beli bumbu buat masak tutut, mama yakin orangnya tahu bumbunya apa saja," ucap mama Yuli.


Sampai di rumah mama Yuli sedikit bingung, untuk bersihkan tutut ini bagaimana.


"Satria tadi suruh bersihkan ujung ininya, kamu ngerti gak maksud bapak itu, mama gak paham masaknya," ucap mama Yuli menyerah.


"Kalau mama gak bisa kenapa gak minta di ajari bu RT nanti kita juga bisa bagi makanan itu dengan bu RT, dan kita juga gak rugi karena tahu cara masaknya," usul Satria.


Sebenarnya mama Yuli merasa gak enak, tapi karena memang dia gak bisa masaknya segera di bawa tutut dan bumbunya ke rumah bu RT.


"Assalamualaikum," ucap salam mama Yuli yang datang ke rumah bu RT bersama Satria.


"Wa'allaikum salam," terdengar sahutan dari pak RT.


"Oh ibu Yuli, saya kira tadi siapa," ucap pak RT.


"Begini pak, bu RT ada gak pak, saya ada perlu sama beliau," ucap mama Yuli.


"Tunggu di sini, sebentar saya panggilkan," ucap pak RT yang segera masuk rumah.

__ADS_1


Tidak berapa lama pak RT dan bu RT keluar dari dalam.


"Ada apa bu Yuli cari saya," ucap tanya bu RT.


"Ini bu, saya minta tolong ajari saya masak tutut," ucap mama Yuli sedikit malu karena merepotkan keluarga pak RT terus.


"Boleh bu, masuk saja langsung ke dapur, nak Satria di sini saja temani bapak dulu," ucap bu RT.


Tidak lama bu RT bawa nampan berisi teh hangat untuk pak RT dan Satria.


"Di minum nak, ibu masuk dulu buat ajari masak tutut pak," ucap bu RT kepada Satria dan pak RT.


Setelah sampai di dapur di jelaskan cara bikinnya sambil di praktekkan, mama Yuli mengerjakannya bersama bu RT, tidak sampai satu jam tutut sudah masak.


"Rasa dulu bu, enak gak," ucap bu RT kepada mama Yuli.


Mama Yuli yang notabenenya tidak pernah makan tutut jadi bingung cara makannya.


"Di cucup bu, seperti ini loh bu," ucap bu RT sambil mempraktekkan cara makannya.


Segera mama Yuli mencobanya berulang kali di cucup tapi gak keluar juga, akhirnya di cucup dengan kuat dan berhasil, nampak mama Yuli menikmatinya.


"Enak banget bu RT yah," ucap mama Yuli senang.


"Ayo kita makan sama-sama di luar," ucap mama Yuli.


Bu RT dan mama Yuli membawa nampan berisi tutut dan es teh.


"Ayo kita makan tututnya bersama," ucap bu RT.


Segera pak RT menggelar tikar dan mereka duduk berputar dan menikmati tutut.


Sambil berbincang dan bercanda mereka makan tutut yang gak terasa sudah habis.


"Ternyata enak yah tutut ini," ucap mama Yuli.


"Makanan ini banyak gizinya loh bu," sahut Bu RT.


"Ma besok kita beli lagi yah," ucap Satria yang merasa kuliner asing ini enak di lidahnya.


"Kalau ada yang jual, nanti kita masak sama-sama lagi yah bu RT," ucap mama Yuli kepada bu RT.


Tidak terasa mereka berbincang hingga siang hari, dan karena perut mereka terasa kenyang, maka mereka berniat untuk tidur siang.

__ADS_1


"Bu RT terimakasih sudah ajari saya masak tutut, dan karena perut saya sudah kenyang jadi ngantuk, oleh sebab itu saya permisi pulang bu," ucap pamit mama Yuli.


Satria juga ikut berdiri dan ijin pulang.


__ADS_2